alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Semarak Perayaan HJL Ke-453

Optimistis Mencapai Kejayaan Berkeadilan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-453, kemarin (26/5), digelar dengan penuh khidmat. Meski diiringi gerimis yang membasahi Kota Soto, tapi proses sakral mengenang diwisudanya Ronggo Hadi menjadi Tumenggung Surajaya tersebut berjalan lancar.

 

Di momen HJL ke-453 ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengingatkan pentingnya pendekatan kolaborasi untuk kejayaan Lamongan. Keberhasilan Pemkab Lamongan menjadi Kabupaten Level 1 di Indonesia dalam pengendalian dan penanganan Covid-19, bisa tercapai karena melakukan pendekatan budaya dan menjalankan kolaborasi.

 

Sehingga, perekonomian di Lamongan tetap tumbuh dari minus 2,65 persen reborn menjadi 3,43 persen, berkat mengedepankan kolaborasi. Pemerintah tidak berjalan sendiri, seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, dan ulama dilibatkan.

Baca Juga :  ANBK SMA di Lamongan Digelar Tahun Ini

 

Kemudian dari sektor pemerintahan, berlomba dalam meningkatkan etos kerja. Tentunya dengan dukungan pertanian Lamongan, UMKM, dan juga masyarakat yang ingin maju bersama.

 

‘’Dengan tema kolaborasi mewujudkan pembangunan inklusi, saya optimistis bisa mencapai kejayaan yang berkeadilan,” ungkap Bupati Yes, sapaan akrabnya.

 

Dimulai dengan upacara pembukaan selubung pataka lambang daerah dan pemasangan oncer sesanti oleh Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur, yang selanjutnya diserahkan kepada Bupati Yes di Gedung DPRD Kabupaten Lamongan.

 

Acara dilanjutkan kirab lambang daerah menuju Pendopo Lokatantra dengan diiringi drum band Gentabuana SMA 5 Taruna Brawijaya Kediri. Proses kirab semakin meriah dengan sejumlah atraksi yang ditampilkan oleh peserta drum band, yang menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang hadir menyaksikan.

Baca Juga :  Biar Optimal, sebelum Tryout SMP Digelar, Sinkronisasi Dulu

 

Bupati Yes mengatakan, HJL ini milik seluruh masyarakat Lamongan. Setelah dua tahun tanpa perayaan hiburan karena masih dilanda pandemi Covid-19, tahun ini Pemkab Lamongan berusaha menyajikan hiburan terkonsep yang tersebar di seluruh penjuru Lamongan. Supaya masyarakat bisa merasakan kebahagiaan dan semangat HJL ke-453 ini.

 

‘’Puncak HJL bukan berarti akhir, karena masih banyak hiburan yang bisa dinikmati masyarakat. Salah satunya drama kolosal Nggugah yang menyajikan kejayaan Lamongan dari masa Majapahit  sampai sekarang. Sehingga hari jadi ini milik seluruh masyarakat Lamongan,” terang Bupati Yes. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Puncak peringatan Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-453, kemarin (26/5), digelar dengan penuh khidmat. Meski diiringi gerimis yang membasahi Kota Soto, tapi proses sakral mengenang diwisudanya Ronggo Hadi menjadi Tumenggung Surajaya tersebut berjalan lancar.

 

Di momen HJL ke-453 ini, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengingatkan pentingnya pendekatan kolaborasi untuk kejayaan Lamongan. Keberhasilan Pemkab Lamongan menjadi Kabupaten Level 1 di Indonesia dalam pengendalian dan penanganan Covid-19, bisa tercapai karena melakukan pendekatan budaya dan menjalankan kolaborasi.

 

Sehingga, perekonomian di Lamongan tetap tumbuh dari minus 2,65 persen reborn menjadi 3,43 persen, berkat mengedepankan kolaborasi. Pemerintah tidak berjalan sendiri, seluruh elemen masyarakat, Forkopimda, dan ulama dilibatkan.

Baca Juga :  Rusak dan Dibiarkan

 

Kemudian dari sektor pemerintahan, berlomba dalam meningkatkan etos kerja. Tentunya dengan dukungan pertanian Lamongan, UMKM, dan juga masyarakat yang ingin maju bersama.

 

‘’Dengan tema kolaborasi mewujudkan pembangunan inklusi, saya optimistis bisa mencapai kejayaan yang berkeadilan,” ungkap Bupati Yes, sapaan akrabnya.

 

Dimulai dengan upacara pembukaan selubung pataka lambang daerah dan pemasangan oncer sesanti oleh Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur, yang selanjutnya diserahkan kepada Bupati Yes di Gedung DPRD Kabupaten Lamongan.

 

Acara dilanjutkan kirab lambang daerah menuju Pendopo Lokatantra dengan diiringi drum band Gentabuana SMA 5 Taruna Brawijaya Kediri. Proses kirab semakin meriah dengan sejumlah atraksi yang ditampilkan oleh peserta drum band, yang menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat yang hadir menyaksikan.

Baca Juga :  Mendesak Perluasan Kota Lamongan

 

Bupati Yes mengatakan, HJL ini milik seluruh masyarakat Lamongan. Setelah dua tahun tanpa perayaan hiburan karena masih dilanda pandemi Covid-19, tahun ini Pemkab Lamongan berusaha menyajikan hiburan terkonsep yang tersebar di seluruh penjuru Lamongan. Supaya masyarakat bisa merasakan kebahagiaan dan semangat HJL ke-453 ini.

 

‘’Puncak HJL bukan berarti akhir, karena masih banyak hiburan yang bisa dinikmati masyarakat. Salah satunya drama kolosal Nggugah yang menyajikan kejayaan Lamongan dari masa Majapahit  sampai sekarang. Sehingga hari jadi ini milik seluruh masyarakat Lamongan,” terang Bupati Yes. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/