alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Persela Lamongan

Tiga Pemain Persela Lamongan Pulang Lebih Awal

LAMONGAN, Radar Lamongan – Meski sudah dipastikan turun kasta ke Liga 2, tapi Persela masih menyisakan satu pertandingan melawan PSIS Selasa (29/3). Informasi yang diterima wartawan koran ini, ada tiga pemain pulang lebih awal.  Diantaranya M Zaenuri, Malik Risaldi, dan Selwan Senan Chasib Al-Jaberi sudah angkat koper meninggalkan Pulau Dewata Bali.

 

Salah satu pengurus Persela Edy Yunan Achmady mengaku belum mengetahui pemain yang pulang lebih awal. Seharusnya, diakui Yunan, pemain harus tetap stay (tinggal) di Bali. Sebab, kompetisi belum selesai. Masih ada satu pertandingan lagi dan pemain harus profesional. ‘’Akan kroscek ulang, karena masih ada satu pertandigan lagi,” tutur Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Pot Tanaman Retak di Jalan Panglima Sudirman Lamongan

 

Karteker Persela Ragil Sudirman menjelaskan, pemain masih istirahat setelah kontra dengan PSS Sleman. Rencananya hari ini (26/3), pemain akan menjalani program latihan untuk menghadapi PSIS.

 

Disinggung terkait pemain Persela yang meninggalkan Bali. Ragil mengatakan, hanya Zaenuri yang izin karena istrinya akan melahirkan. Sedangkan, Malik Risaldi akumulasi kartu, sehingga tidak bisa diturunkan di pertandingan terakhir.

 

‘’Lainnya masih di Bali. Kami fokus menyelesaikan sisa pertandingan Selasa depan,” jelasnya.

 

Namun, Ragil enggan berkomentar banyak terkait pemain yang pulang lebih awal. Dia memilih fokus untuk mempersiapkan pertandingan terakhir, dengan harapan tetap mendapatkan kemenangan.

 

Meski kondisinya sudah terdegradasi, tapi dia tetap berusaha memotivasi pemain untuk melakukan yang terbaik. Bahkan di sisa laga, dia memilih memberikan kesempatan pada pemain yang tidak pernah atau jarang memiliki jam terbang, untuk menunjukkan kebolehannya.

Baca Juga :  Bupati Belum Setujui Pakaian Adat

 

‘’Saya beri kesempatan pemain muda, meski banyak evaluasinya. Karena mereka cenderung emosional ketika di lapangan, yang akhirnya bisa merugikan tim, tapi tetap diberikan kesempatan,” terang karteker 55 tahun itu. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Meski sudah dipastikan turun kasta ke Liga 2, tapi Persela masih menyisakan satu pertandingan melawan PSIS Selasa (29/3). Informasi yang diterima wartawan koran ini, ada tiga pemain pulang lebih awal.  Diantaranya M Zaenuri, Malik Risaldi, dan Selwan Senan Chasib Al-Jaberi sudah angkat koper meninggalkan Pulau Dewata Bali.

 

Salah satu pengurus Persela Edy Yunan Achmady mengaku belum mengetahui pemain yang pulang lebih awal. Seharusnya, diakui Yunan, pemain harus tetap stay (tinggal) di Bali. Sebab, kompetisi belum selesai. Masih ada satu pertandingan lagi dan pemain harus profesional. ‘’Akan kroscek ulang, karena masih ada satu pertandigan lagi,” tutur Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Lamongan tersebut.

Baca Juga :  Waspada Kemacetan di Perbatasan Lamongan-Gresik

 

Karteker Persela Ragil Sudirman menjelaskan, pemain masih istirahat setelah kontra dengan PSS Sleman. Rencananya hari ini (26/3), pemain akan menjalani program latihan untuk menghadapi PSIS.

 

Disinggung terkait pemain Persela yang meninggalkan Bali. Ragil mengatakan, hanya Zaenuri yang izin karena istrinya akan melahirkan. Sedangkan, Malik Risaldi akumulasi kartu, sehingga tidak bisa diturunkan di pertandingan terakhir.

 

‘’Lainnya masih di Bali. Kami fokus menyelesaikan sisa pertandingan Selasa depan,” jelasnya.

 

Namun, Ragil enggan berkomentar banyak terkait pemain yang pulang lebih awal. Dia memilih fokus untuk mempersiapkan pertandingan terakhir, dengan harapan tetap mendapatkan kemenangan.

 

Meski kondisinya sudah terdegradasi, tapi dia tetap berusaha memotivasi pemain untuk melakukan yang terbaik. Bahkan di sisa laga, dia memilih memberikan kesempatan pada pemain yang tidak pernah atau jarang memiliki jam terbang, untuk menunjukkan kebolehannya.

Baca Juga :  Dinkes Lamongan Waspadai Kasus Tuberkulosis

 

‘’Saya beri kesempatan pemain muda, meski banyak evaluasinya. Karena mereka cenderung emosional ketika di lapangan, yang akhirnya bisa merugikan tim, tapi tetap diberikan kesempatan,” terang karteker 55 tahun itu. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/