alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Jamaah di Lamongan Boleh Merapatkan Saf saat Beribadah

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kabar gembira bagi umat muslim. Sebab pemerintah memberikan kelonggaran di tempat ibadah. Artinya jamaah bisa merapatkan saf supaya lebih tenang dalam beribadah. Revisi aturan pengetatan itu berdasarkan status kedaruratan Covid-19 di Lamongan yang turun ke level 1.

 

Kabag Prokopim Pemkab Lamongan Arif Bakhtiar menjelaskan, Lamongan sudah level 1. Sehingga, untuk tempat ibadah bisa sesuai kapasitasnya yakni seratus persen. Namun harapannya, jamaah tetap menggunakan masker untuk mencegah penularan Covid-19. Sebelum penetapan level 1, terang dia, sejumlah tempat ibadah sudah menerapkan seratus persen. Karena biasanya jamaah rutin hanya warga sekitar.

 

‘’Jadi beberapa sudah seratus persen dan tidak masalah selama bisa tetap prokes,” katanya.

Baca Juga :  Rekapitulasi Kecamatan Rampung, Sirekap Belum 100 Persen

 

Arif mengatakan, kondisi Lamongan sekarang sudah bisa melewati gelombang ketiga. Dia berharap keberhasilan ini bisa selaras dengan kegiatan perekonomian yang tumbuh.

 

Pemerintah sengaja menggenjot vaksinasi dosis I, II, dan III agar terbentuk herd immunity. Sehingga , untuk aktivitas di pasar tradisional sudah kembali normal, serta masyarakat bisa berjualan sesuai dengan shift masing-masing.

 

Sedangkan, untuk fasilitas publik mulai dibuka, tapi bertahap karena tetap harus dilakukan pengendalian karena pandemi belum berakhir. ‘’Pandemi belum berakhir, tapi kita harus mulai membiasakan hidup di masa pandemi dengan tetap produktif agar perekonomian stabil,” katanya.

 

Sekretaris Umum Masjid Agung Lamongan Moch. Yunani menuturkan, secara aturan tertulis untuk ibadah di Bulan Ramadan masih belum ada. Namun untuk ibadah sehari-hari sudah tidak ada jarak.

Baca Juga :  Tiang Miring, Rawan Roboh

 

Hingga kini stiker masih dipasang, sehingga jamaah sudah memahami dan terbiasa mengatur saf masing-masing. Selain itu, takmir masjid masih menyiapkan fasilitas sesuai prokes, karena jamaah memang sudah terbiasa dengan kehidupan di masa pandemi.

 

‘’Kita tetap menyiapkan tempat cuci tangan. Misalnya dan mengurangi jabat tangan karena memang aturannya demikian,” pungkasnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kabar gembira bagi umat muslim. Sebab pemerintah memberikan kelonggaran di tempat ibadah. Artinya jamaah bisa merapatkan saf supaya lebih tenang dalam beribadah. Revisi aturan pengetatan itu berdasarkan status kedaruratan Covid-19 di Lamongan yang turun ke level 1.

 

Kabag Prokopim Pemkab Lamongan Arif Bakhtiar menjelaskan, Lamongan sudah level 1. Sehingga, untuk tempat ibadah bisa sesuai kapasitasnya yakni seratus persen. Namun harapannya, jamaah tetap menggunakan masker untuk mencegah penularan Covid-19. Sebelum penetapan level 1, terang dia, sejumlah tempat ibadah sudah menerapkan seratus persen. Karena biasanya jamaah rutin hanya warga sekitar.

 

‘’Jadi beberapa sudah seratus persen dan tidak masalah selama bisa tetap prokes,” katanya.

Baca Juga :  Bangun Infrastruktur Desa, Diapresiasi Warga

 

Arif mengatakan, kondisi Lamongan sekarang sudah bisa melewati gelombang ketiga. Dia berharap keberhasilan ini bisa selaras dengan kegiatan perekonomian yang tumbuh.

 

Pemerintah sengaja menggenjot vaksinasi dosis I, II, dan III agar terbentuk herd immunity. Sehingga , untuk aktivitas di pasar tradisional sudah kembali normal, serta masyarakat bisa berjualan sesuai dengan shift masing-masing.

 

Sedangkan, untuk fasilitas publik mulai dibuka, tapi bertahap karena tetap harus dilakukan pengendalian karena pandemi belum berakhir. ‘’Pandemi belum berakhir, tapi kita harus mulai membiasakan hidup di masa pandemi dengan tetap produktif agar perekonomian stabil,” katanya.

 

Sekretaris Umum Masjid Agung Lamongan Moch. Yunani menuturkan, secara aturan tertulis untuk ibadah di Bulan Ramadan masih belum ada. Namun untuk ibadah sehari-hari sudah tidak ada jarak.

Baca Juga :  Pemkab Lamongan Berencana Siapkan Vaksinasi di Perbatasan

 

Hingga kini stiker masih dipasang, sehingga jamaah sudah memahami dan terbiasa mengatur saf masing-masing. Selain itu, takmir masjid masih menyiapkan fasilitas sesuai prokes, karena jamaah memang sudah terbiasa dengan kehidupan di masa pandemi.

 

‘’Kita tetap menyiapkan tempat cuci tangan. Misalnya dan mengurangi jabat tangan karena memang aturannya demikian,” pungkasnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/