alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Satu Tahun Kepemimpinan Yuhronur Efendi – Abdul Rouf 

Pelayanan Publik Maksimal, Kepercayaan Masyarakat Meningkat

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan menempati peringkat ketiga di Jawa Timur dengan kinerja yang dinilai baik oleh masyarakat, berdasarkan hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Hal itu berkat komitmen Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Abdul Rouf, dalam mewujudkan Kejayaan Lamongan yang berkeadilan dalam satu tahun pertama kepemimpinannya.

Kerja keras tersebut menghasilkan kepuasan publik terhadap kinerja kesehatan sebesar 86,3 persen, dan kinerja ekonomi sebesar 85,2 persen. Selain dua program tersebut, Pak Yes juga fokus untuk bidang pendidikan, pertanian, sarana prasarana dan pelayanan publik.

‘’Semua menjadi perhatian saya dan pak Wabup, yang ke depan Insya Allah terus dievaluasi dan ditingkatkan pelayanannya,” terang Pak Yes.

Kinerja di bidang kesehatan terus diperbaiki, sehingga derajat kesehatan di Lamongan semakin terangkat. Program home care service bertujuan mendekatkan kesehatan kepada masyarakat terus berkembang.

Tahun lalu misalnya, sebanyak 489 pasien sudah menerima layanan rawat inap gratis. Kemudian 178 pasien home care service menerima pelayanan kesehatan dan bantuan peralatan penunjang kesehatan di rumah masing-masing. Selain itu, untuk mensukseskan program Lamongan Sehat, Pak Yes sudah melakukan pengadaan mobil sehat tambahan 70 unit untuk desa. Kini totalnya sebanyak 432 unit.

Selain kesehatan, Pak Yes juga fokus terhadap pendidikan. Pemkab Lamongan akan memberikan pendidikan gratis kepada keluarga kurang mampu melalui program beasiswa dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sehingga pendidikan di Lamongan tetap menjadi prioritas, dalam melahirkan generasi yang unggul.

Baca Juga :  Petakan Lokasi Pemudik ke Lamongan

Di sektor pertanian, melalui program lumbung pangan Lamongan. Kota Soto memiliki luas lahan panen mencapai 154.204 hektare (ha) dan mampu menghasilkan gabah kering giling (GKG) sebesar 1.196.310 ton periode Januari – Desember tahun lalu. Tingginya produksi itu menjadikan Lamongan sebagai salah satu penyumbang pangan terbesar di Jatim.

Semuanya didapat karena dukungan Pemkab Lamongan, dalam menyediakan lumbung pangan dan bantuan alat pertanian untuk meningkatkan hasil produksi. Selain itu, Pemkab Lamongan juga melakukan peningkatan pelayanan irigasi. Berupa rehabilitasi embung dan jaringan irigasi permukaan pada lahan pertanian seluas 37.198 ha.

Mitigasi kekurangan air baku bagi petani juga dilakukan, dengan upaya pengerukan di 3 waduk atau rawa dan 22 embung desa. Sehingga menambah persediaan volume air baku 66.500 meter kubik.

Melalui program Young Enterpreneur Succses (Yes) dan UMKM, Pak Yes telah membantu 50 UMKM Lamongan naik kelas. Dari sebelumnya hanya industri kecil berubah menjadi industri menengah, juga memfasilitasi perizinan dan legalitas kepada 183 UMKM dan 12 koperasi.

Untuk membantu memasarkan produk UMKM, berupa kerjasama dengan ritel modern dan pelatihan pemasaran berbasis digitalisasi. Pemkab Lamongan juga melakukan perbaikan infrastruktur berkelanjutan dalam mendukung industrialisasi di Lamongan.

Tahun lalu, telah dilakukan beberapa pembangunan dan pemeliharaan ruas jalan serta jembatan. Seperti, ruas jalan Tikung-Sumberkerep, Tunjungmekar – Sambopinggir dan Karangkembang – Gendongkulon maupun pada ruas Sugio -Tlanak dan ruas Soko – Karangbinangun.

Pak Yes berkomitmen untuk terus meningkatkan program yang sudah berjalan dengan baik dan mendapatkan apresiasi. Seperti SAMTAKU (sampahku tanggung jawabku). Penanganan sampah bisa mencapai 180,2 ton per hari dari yang sebelumnya 154,7 ton per hari. Kemudian SIPPOMA (Solusi Pelayanan Publik Berbasis Online dan Mandiri Lamongan), proses perijinan menjadi lebih efektif, ekonomis, efisien, transparan, akuntabel dan berkualitas.

Baca Juga :  Ayo!!! Buktikan Bukan Tim Pecundang

Sehingga investasi di Lamongan tetap tumbuh meski di masa pandemi, dibuktikan dengan Izin usaha dan investasi dari One Single Submission (OSS) sebanyak 32 ijin dan non-OSS sebanyak 1.274 ijin.

Pemkab Lamongan berhasil menerima berbagai penghargaan terkait pelayanan publik yakni Kompetisi inovasi pelayanan publik TOP 30 melalui SAMTAKU oleh Gubernur Jawa Timur. Penghargaan Kepatuhan Standart Pelayanan Publik dengan Nilai Kepatuhan Tinggi Zona Hijau dari Ombudsman.

Serta nilai MCP (Monitoring center for prevention)Lamongan tahun 2021 ialah 95,3 (peringkat 7 nasional dan tertinggi di Jawa Timur). Pemkab Lamongan juga memperoleh opini WTP (Wajar tanpa pengecualian) laporan keuangan, nilai survei penilaian integritas 78,83 (peringkat 46 nasional dan nomor 5 Jatim).

Serta berhasil meraih predikat Sakip A (81,30) Tahun 2020, predikat dan nilai RB 66,30 (B) Tahun 2020, pengendalian gratifikasi Tahun 2020 memperoleh nilai 95 (peringkat 28 nasional dan 3 di Jatim).

Pemkab Lamongan mengusulkan 56 unit Zona Integritas (ZI) dengan 46 unit kerja WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan 10 WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Terakhir tingkat kepatuhan penyampaian LHKPN 95,6 persen, dan mendapatkan penghargaan dari Ombudsman. (rka)

SATU TAHUN KEPEMIMPINAN: Memasuki 1 tahun pengabdiannya sebagai Bupati Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf melakukan refleksi dan introspeksi dengan melakukan napak tilas dan ziarah ke Sunan Drajat dan Joko Tingkir, Kamis lalu (24/2. (ANJAR DWI PRADIPTA/R.Lmg)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pemerintah Kabupaten Lamongan menempati peringkat ketiga di Jawa Timur dengan kinerja yang dinilai baik oleh masyarakat, berdasarkan hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Hal itu berkat komitmen Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Abdul Rouf, dalam mewujudkan Kejayaan Lamongan yang berkeadilan dalam satu tahun pertama kepemimpinannya.

Kerja keras tersebut menghasilkan kepuasan publik terhadap kinerja kesehatan sebesar 86,3 persen, dan kinerja ekonomi sebesar 85,2 persen. Selain dua program tersebut, Pak Yes juga fokus untuk bidang pendidikan, pertanian, sarana prasarana dan pelayanan publik.

‘’Semua menjadi perhatian saya dan pak Wabup, yang ke depan Insya Allah terus dievaluasi dan ditingkatkan pelayanannya,” terang Pak Yes.

Kinerja di bidang kesehatan terus diperbaiki, sehingga derajat kesehatan di Lamongan semakin terangkat. Program home care service bertujuan mendekatkan kesehatan kepada masyarakat terus berkembang.

Tahun lalu misalnya, sebanyak 489 pasien sudah menerima layanan rawat inap gratis. Kemudian 178 pasien home care service menerima pelayanan kesehatan dan bantuan peralatan penunjang kesehatan di rumah masing-masing. Selain itu, untuk mensukseskan program Lamongan Sehat, Pak Yes sudah melakukan pengadaan mobil sehat tambahan 70 unit untuk desa. Kini totalnya sebanyak 432 unit.

Selain kesehatan, Pak Yes juga fokus terhadap pendidikan. Pemkab Lamongan akan memberikan pendidikan gratis kepada keluarga kurang mampu melalui program beasiswa dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Sehingga pendidikan di Lamongan tetap menjadi prioritas, dalam melahirkan generasi yang unggul.

Baca Juga :  Keluhkan Hama Tikus

Di sektor pertanian, melalui program lumbung pangan Lamongan. Kota Soto memiliki luas lahan panen mencapai 154.204 hektare (ha) dan mampu menghasilkan gabah kering giling (GKG) sebesar 1.196.310 ton periode Januari – Desember tahun lalu. Tingginya produksi itu menjadikan Lamongan sebagai salah satu penyumbang pangan terbesar di Jatim.

Semuanya didapat karena dukungan Pemkab Lamongan, dalam menyediakan lumbung pangan dan bantuan alat pertanian untuk meningkatkan hasil produksi. Selain itu, Pemkab Lamongan juga melakukan peningkatan pelayanan irigasi. Berupa rehabilitasi embung dan jaringan irigasi permukaan pada lahan pertanian seluas 37.198 ha.

Mitigasi kekurangan air baku bagi petani juga dilakukan, dengan upaya pengerukan di 3 waduk atau rawa dan 22 embung desa. Sehingga menambah persediaan volume air baku 66.500 meter kubik.

Melalui program Young Enterpreneur Succses (Yes) dan UMKM, Pak Yes telah membantu 50 UMKM Lamongan naik kelas. Dari sebelumnya hanya industri kecil berubah menjadi industri menengah, juga memfasilitasi perizinan dan legalitas kepada 183 UMKM dan 12 koperasi.

Untuk membantu memasarkan produk UMKM, berupa kerjasama dengan ritel modern dan pelatihan pemasaran berbasis digitalisasi. Pemkab Lamongan juga melakukan perbaikan infrastruktur berkelanjutan dalam mendukung industrialisasi di Lamongan.

Tahun lalu, telah dilakukan beberapa pembangunan dan pemeliharaan ruas jalan serta jembatan. Seperti, ruas jalan Tikung-Sumberkerep, Tunjungmekar – Sambopinggir dan Karangkembang – Gendongkulon maupun pada ruas Sugio -Tlanak dan ruas Soko – Karangbinangun.

Pak Yes berkomitmen untuk terus meningkatkan program yang sudah berjalan dengan baik dan mendapatkan apresiasi. Seperti SAMTAKU (sampahku tanggung jawabku). Penanganan sampah bisa mencapai 180,2 ton per hari dari yang sebelumnya 154,7 ton per hari. Kemudian SIPPOMA (Solusi Pelayanan Publik Berbasis Online dan Mandiri Lamongan), proses perijinan menjadi lebih efektif, ekonomis, efisien, transparan, akuntabel dan berkualitas.

Baca Juga :  Penjualan Jajanan di Lamongan Tertolong Momen Lebaran

Sehingga investasi di Lamongan tetap tumbuh meski di masa pandemi, dibuktikan dengan Izin usaha dan investasi dari One Single Submission (OSS) sebanyak 32 ijin dan non-OSS sebanyak 1.274 ijin.

Pemkab Lamongan berhasil menerima berbagai penghargaan terkait pelayanan publik yakni Kompetisi inovasi pelayanan publik TOP 30 melalui SAMTAKU oleh Gubernur Jawa Timur. Penghargaan Kepatuhan Standart Pelayanan Publik dengan Nilai Kepatuhan Tinggi Zona Hijau dari Ombudsman.

Serta nilai MCP (Monitoring center for prevention)Lamongan tahun 2021 ialah 95,3 (peringkat 7 nasional dan tertinggi di Jawa Timur). Pemkab Lamongan juga memperoleh opini WTP (Wajar tanpa pengecualian) laporan keuangan, nilai survei penilaian integritas 78,83 (peringkat 46 nasional dan nomor 5 Jatim).

Serta berhasil meraih predikat Sakip A (81,30) Tahun 2020, predikat dan nilai RB 66,30 (B) Tahun 2020, pengendalian gratifikasi Tahun 2020 memperoleh nilai 95 (peringkat 28 nasional dan 3 di Jatim).

Pemkab Lamongan mengusulkan 56 unit Zona Integritas (ZI) dengan 46 unit kerja WBK (Wilayah Bebas dari Korupsi) dan 10 WBBM (Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani). Terakhir tingkat kepatuhan penyampaian LHKPN 95,6 persen, dan mendapatkan penghargaan dari Ombudsman. (rka)

SATU TAHUN KEPEMIMPINAN: Memasuki 1 tahun pengabdiannya sebagai Bupati Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Lamongan Abdul Rouf melakukan refleksi dan introspeksi dengan melakukan napak tilas dan ziarah ke Sunan Drajat dan Joko Tingkir, Kamis lalu (24/2. (ANJAR DWI PRADIPTA/R.Lmg)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/