alexametrics
23.9 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Perumda BPR Bank Daerah Lamongan

Penggerak Ekonomi dan Pembangunan di Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Perumda BPR Bank Daerah Lamongan (BDL) menjadi salah satu penggerak ekonomi dan pembangunan di Lamongan. Salah satunya membiayai sektor ekonomi produktif, yang mulai bergerak kembali setelah beberapa waktu lalu stagnan akibat pandemi Covid-19.

 

Dukungan terhadap pembangunan di Lamongan, yakni ditunjuknya BDL sebagai penyalur Dana Desa. Baik untuk pembangunan infrastrutur desa maupun operasional desa.

 

Sehingga, program pemerintah untuk percepatan dan pemerataan pembangunan desa, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi pedesaan di Lamongan dan tercapainya kesejahteraan masyarakatnya.

 

‘’Keberadaan BDL sebagai salah satu pilar untuk menggerakkan sektor ekonomi di Lamongan cukup vital. Maka manajemen BDL akan terus meningkatkan kualitas sumberdaya perusahaan, agar tetap dapat memberikan warna serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Lamongan di masa yang akan datang,’’ tutur Direktur Operasional dan Bisnis BDL Dedy Rachmadi.

 

Perumda BPR BDL memiliki jaringan cukup luas dan dukungan teknologi informasi modern. Itu dibuktikan dengan pelayanan dari 27 kantor kas yang tersebar di setiap kecamatan, 1 kantor pusat, 1 kantor cabang, 12 unit kerja realtime online, dan 2 ATM yang sudah terkoneksi.

Baca Juga :  Bupati Salat Id di Masjid Agung Lamongan

 

‘’Dukungan itu merupakan peran BDL sebagai agen pembangunan, untuk mensukseskan program Pemkab Lamongan,’’ ucap Dedy.

 

Peran dalam pertumbuhan ekonomi, BPR BDL membantu permodalan UMKM binaan Disperindag Lamongan. Meliputi menurunkan suku bunga kredit UMKM, melakukan relaksasi kredit UMKM, dan pembinaan nasabah UMKM secara berkala.

 

‘’Di tengah kondisi pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19, BDL tetap suvive. Sehingga fungsi sebagai lembaga intermediate tetap terjaga,’’ imbuhnya.

 

Selain itu, bank beralamat di Jalan Panglima Sudirman itu secara aktif berperan dalam setiap even yang diselenggarahkan oleh Pemkab Lamongan. Dengan menyediakan prasarana untuk promosi produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM di Lamongan.

 

‘’Jumlah UMKM di Lamongan yang telah menjadi binaan lebih dari 105 UMKM. Hingga kini masih eksis, meski kondisi ekonomi belum stabil,’’ ujar Dedy.

 

Hasil pembinaan UMKM dari BDL sekitar 87 persen telah mengalami pertumbuhan, yang ditandai dengan peningkatan  omzet maupun modal. Serta peningkatan wawasan akan pentingnya digitalisasi dalam  berwirausaha di masa kini untuk memasarkan produk yang dihasilkan.

Baca Juga :  Cerita Heri Purwanto, Pembudidaya Talas Jepang di Lamongan

 

Target BDL secara kuantitas yakni peningkatan jumlah, dengan mendorong untuk tumbuhnya  usaha UMKM baru dan untuk meningkatkan kualitasnya. Selain itu, memberikan  wawasan  tentang berwirausaha yang professional, pentingnya teknologi informasi dalam menunjang pemasaran di era milenial.

 

‘’Tujuannya tentu mampu menghasilkan UMKM yang sehat dan berdaya saing kuat,’’ imbuhnya.

 

Di sektor ekonomi produktif lainnya misalnya pertanian dan perikanan, juga tidak luput dari pembiayaan. Dengan memenuhi kebutuhan saprodi. Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan produktifitas petani sawah dan petani tambak.

 

Begitu pula kredit untuk sektor konsumtif dan investasi  juga menjadi perhatian besar. Sehingga, komposisi antara kredit konsumtif dan kredit produktif masing masing 50 persen.

 

Itu artinya cukup baik bagi pertumbuhan ekonomi sektor riil maupun non riil. Dampak dari pertumbuhan itu diharapkan ekonomi bergerak, sehingga tercipta usaha baru dan membuka lapangan pekerjaan baru.

 

‘’Harapannya tentu dapat meningkatkan taraf hidup, kesejateraan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lamongan,’’ terang Dedy. (lam)

UKMK BINAAN BDL: Bagian Kredit BDL Makhsun (tengah) memberikan pinjaman permodalan kepada salah satu  UMKM pengrajin batik di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Lamongan. (Istimewa For RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Perumda BPR Bank Daerah Lamongan (BDL) menjadi salah satu penggerak ekonomi dan pembangunan di Lamongan. Salah satunya membiayai sektor ekonomi produktif, yang mulai bergerak kembali setelah beberapa waktu lalu stagnan akibat pandemi Covid-19.

 

Dukungan terhadap pembangunan di Lamongan, yakni ditunjuknya BDL sebagai penyalur Dana Desa. Baik untuk pembangunan infrastrutur desa maupun operasional desa.

 

Sehingga, program pemerintah untuk percepatan dan pemerataan pembangunan desa, guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi pedesaan di Lamongan dan tercapainya kesejahteraan masyarakatnya.

 

‘’Keberadaan BDL sebagai salah satu pilar untuk menggerakkan sektor ekonomi di Lamongan cukup vital. Maka manajemen BDL akan terus meningkatkan kualitas sumberdaya perusahaan, agar tetap dapat memberikan warna serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan di Kabupaten Lamongan di masa yang akan datang,’’ tutur Direktur Operasional dan Bisnis BDL Dedy Rachmadi.

 

Perumda BPR BDL memiliki jaringan cukup luas dan dukungan teknologi informasi modern. Itu dibuktikan dengan pelayanan dari 27 kantor kas yang tersebar di setiap kecamatan, 1 kantor pusat, 1 kantor cabang, 12 unit kerja realtime online, dan 2 ATM yang sudah terkoneksi.

Baca Juga :  Stok Vaksin untuk Jatah Seminggu di Lamongan

 

‘’Dukungan itu merupakan peran BDL sebagai agen pembangunan, untuk mensukseskan program Pemkab Lamongan,’’ ucap Dedy.

 

Peran dalam pertumbuhan ekonomi, BPR BDL membantu permodalan UMKM binaan Disperindag Lamongan. Meliputi menurunkan suku bunga kredit UMKM, melakukan relaksasi kredit UMKM, dan pembinaan nasabah UMKM secara berkala.

 

‘’Di tengah kondisi pemulihan ekonomi akibat dampak Covid-19, BDL tetap suvive. Sehingga fungsi sebagai lembaga intermediate tetap terjaga,’’ imbuhnya.

 

Selain itu, bank beralamat di Jalan Panglima Sudirman itu secara aktif berperan dalam setiap even yang diselenggarahkan oleh Pemkab Lamongan. Dengan menyediakan prasarana untuk promosi produk-produk yang dihasilkan oleh UMKM di Lamongan.

 

‘’Jumlah UMKM di Lamongan yang telah menjadi binaan lebih dari 105 UMKM. Hingga kini masih eksis, meski kondisi ekonomi belum stabil,’’ ujar Dedy.

 

Hasil pembinaan UMKM dari BDL sekitar 87 persen telah mengalami pertumbuhan, yang ditandai dengan peningkatan  omzet maupun modal. Serta peningkatan wawasan akan pentingnya digitalisasi dalam  berwirausaha di masa kini untuk memasarkan produk yang dihasilkan.

Baca Juga :  Lampu Hias Padam

 

Target BDL secara kuantitas yakni peningkatan jumlah, dengan mendorong untuk tumbuhnya  usaha UMKM baru dan untuk meningkatkan kualitasnya. Selain itu, memberikan  wawasan  tentang berwirausaha yang professional, pentingnya teknologi informasi dalam menunjang pemasaran di era milenial.

 

‘’Tujuannya tentu mampu menghasilkan UMKM yang sehat dan berdaya saing kuat,’’ imbuhnya.

 

Di sektor ekonomi produktif lainnya misalnya pertanian dan perikanan, juga tidak luput dari pembiayaan. Dengan memenuhi kebutuhan saprodi. Sehingga dapat meningkatkan kualitas dan produktifitas petani sawah dan petani tambak.

 

Begitu pula kredit untuk sektor konsumtif dan investasi  juga menjadi perhatian besar. Sehingga, komposisi antara kredit konsumtif dan kredit produktif masing masing 50 persen.

 

Itu artinya cukup baik bagi pertumbuhan ekonomi sektor riil maupun non riil. Dampak dari pertumbuhan itu diharapkan ekonomi bergerak, sehingga tercipta usaha baru dan membuka lapangan pekerjaan baru.

 

‘’Harapannya tentu dapat meningkatkan taraf hidup, kesejateraan, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lamongan,’’ terang Dedy. (lam)

UKMK BINAAN BDL: Bagian Kredit BDL Makhsun (tengah) memberikan pinjaman permodalan kepada salah satu  UMKM pengrajin batik di Desa Sendang Duwur, Kecamatan Paciran, Lamongan. (Istimewa For RDR.LMG)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/