alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

DINAS KETAHANAN PANGAN DAN PERTANIAN KABUPATEN LAMONGAN

Membangun Komoditas Hortikultura, Berbasis Agrowisata Desa

Lumbung Pangan Lamongan, Pertanian Megilan Menuju Kejayaan Lamongan Yang Berkeadilan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pertanian di Kabupaten Lamongan terus tumbuh dan berkembang. Selain komoditas tanaman pangan yang menjadi andalan seperti padi, jagung, kedelai dan sorghum, komoditas  hortikultura mulai berkembang di Kabupaten Lamongan.

 

Salah satu komoditas yang mulai dilirik masyarakat petani adalah melon. Buah ini menjadi salah satu komoditas hortikultura yang ditanam di lahan sawah dan tegal.

 

Luas tanaman melon sampai minggu ketiga Mei 2022  mencapai 61 hektare. Luas lahan yang sudah dipanen 15 hektare dengan  produksi mencapai 284 kuintal. Rata-rata produktivitas 18,93 kuintal per hektare yang terdapat di Kecamatan Bluluk, Sugio, dan Sambeng.

Baca Juga :  Waduk Gondang Diguyur Rp 329 Juta

Pengembangan tanaman melon di Lamongan juga dilakukan dengan konsep urban farming. Pertanian kota seperti Kecamatan Lamongan memanfaatkan lahan tegal untuk ditanami Melon Golden beberapa varietas.

 

Pengembangan melon berkonsep agrowisata juga dikembangkan di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong dengan luasan 40 x 28 meter (satu green house). Di lokasi, ada lima green house dengan seribu pohon yang menghasilkan 2.000 buah (bercabang dua) yang bisa berproduksi sepanjang tahun berkonsep agrowisata petik buah melon.

 

Bahkan, Dusun Benges, Desa Sendangharjo, Brondong dijadikan ­tempat festival dan panen golden me­lon dalam rangka Hari Jadi Lamongan ke-453 yang digelar 22 Mei 2022.

 

Ke depan, diharapkan potensi melon di wilayah Lamongan bisa dikembangkan dengan baik. Apalagi, melon me­rupakan buah yang banyak dibutuhkan sepanjang tahun di pasaran. Baik pasar buah lokal maupun supermarket dan sejenisnya. Termasuk, kebutuhan di hotel-hotel atau tempat wisata sebagai bagian dari konsumsi dan oleh-oleh wisatawan, tamu, dan pelanggan. (*)

Baca Juga :  Diperpanjang Lagi Hingga Jelang Tahun Ajaran Baru

Lumbung Pangan Lamongan, Pertanian Megilan Menuju Kejayaan Lamongan Yang Berkeadilan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pertanian di Kabupaten Lamongan terus tumbuh dan berkembang. Selain komoditas tanaman pangan yang menjadi andalan seperti padi, jagung, kedelai dan sorghum, komoditas  hortikultura mulai berkembang di Kabupaten Lamongan.

 

Salah satu komoditas yang mulai dilirik masyarakat petani adalah melon. Buah ini menjadi salah satu komoditas hortikultura yang ditanam di lahan sawah dan tegal.

 

Luas tanaman melon sampai minggu ketiga Mei 2022  mencapai 61 hektare. Luas lahan yang sudah dipanen 15 hektare dengan  produksi mencapai 284 kuintal. Rata-rata produktivitas 18,93 kuintal per hektare yang terdapat di Kecamatan Bluluk, Sugio, dan Sambeng.

Baca Juga :  Harga Ikan Turun, Nelayan Resah

Pengembangan tanaman melon di Lamongan juga dilakukan dengan konsep urban farming. Pertanian kota seperti Kecamatan Lamongan memanfaatkan lahan tegal untuk ditanami Melon Golden beberapa varietas.

 

Pengembangan melon berkonsep agrowisata juga dikembangkan di Desa Sendangharjo, Kecamatan Brondong dengan luasan 40 x 28 meter (satu green house). Di lokasi, ada lima green house dengan seribu pohon yang menghasilkan 2.000 buah (bercabang dua) yang bisa berproduksi sepanjang tahun berkonsep agrowisata petik buah melon.

 

Bahkan, Dusun Benges, Desa Sendangharjo, Brondong dijadikan ­tempat festival dan panen golden me­lon dalam rangka Hari Jadi Lamongan ke-453 yang digelar 22 Mei 2022.

 

Ke depan, diharapkan potensi melon di wilayah Lamongan bisa dikembangkan dengan baik. Apalagi, melon me­rupakan buah yang banyak dibutuhkan sepanjang tahun di pasaran. Baik pasar buah lokal maupun supermarket dan sejenisnya. Termasuk, kebutuhan di hotel-hotel atau tempat wisata sebagai bagian dari konsumsi dan oleh-oleh wisatawan, tamu, dan pelanggan. (*)

Baca Juga :  SMP Favorit di Lamongan Masih Jadi Rebutan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/