alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Sarasehan Ungkap Kejayaan Lamongan Abad IX-XV

Bupati Yes: Sebuah Kejayaan Dicapai Lewat Perjuangan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, cukup antusias mengikuti Sarasehan dan Bedah Buku Garudamukha karya Supriyo dkk di aula pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan kemarin (24/5). Sarasehan yang mengungkap kejayaan Lamongan abad IX-XV itu menjadi salah satu rangkaian Hari Jadi Ke- 453 Lamongan (HJL).

 

 

Bupati Yes bahkan turut terlibat di dalamnya. Dia pernah melihat sendiri bukti prasasti yang saat ini tersimpan baik di museum di Jakarta. Menurut Bupati Yes, tepat 1000 tahun lalu, kejayaan Lamongan telah dimulai. Dibuktikan melalui pengukuhan prasasti cane oleh Sri Maharaja Airlangga di Desa Candisari, Kecamatan Sambeng dengan simbol Garudamukha. Sehingga patut menjadi teladan dan spirit perjuangan mencapai kejayaan Lamongan seperti telah dicapai di masa lampau.

 

 

“Bahwa tiada kejayaan tanpa perjuangan. Memang untuk mencapai sesuatu itu, harus lewat perjuangan. Seperti kata pengantar saya di Buku Garudamukha ‘sebuah kejayaan dicapai lewat perjuangan’. Jelas ini sesuai visi saya bersama Kiai Rouf mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkeadilan, untuk mewujudkan semua butuh perjuangan,” ucap Bupati Yes.

Baca Juga :  Polres Lamongan: Pantau Jalur Darat dan Laut

 

 

Spirit ini yang mendorong Bupati Yes merekonstruksi ulang kejayaan itu untuk menuju kejayaan Lamongan yang berkeadilan seperti yang dicita-citakan. “Saya ingin mendapat spirit, spirit kita bersama, bahwa sesungguhnya kejayaan itu dapat diwujudkan dengan perjuangan. Selain kejayaan itu, kita ingin menunjukkan bahwa Lamongan telah mengalami kejayaannya di masa lampau. Dibuktikan dengan prasasti cane yang berusia 1000 tahun dan tahun ini 1001 tahun,” terangnya.

 

 

Bupati Yes menjelaskan, makna tema HJL ke-453, kolaborasi untuk menuju pembangunan inklusi. Kolaborasi ialah bergandeng tangan, bersama-sama membuat kekuatan menuju pembangunan inklusi. Pembangunan inklusi ialah pembangunan terbuka, siapa saja bisa ikut serta dan saling menghargai bersama-sama untuk mencapai visi misi bersama. “Ayo bersama-sama membangun Lamongan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Lamongan Segera Buka Wisata Kembali

 

 

Acara turut diikuti kades dan kepala sekolah tingkat SD hingga SMA Se-Lamongan tersebut menghadirkan sang penulis buku, Supriyo serta narasumber lainnya seperti Dwi Cahyono (dosen Universitas Negeri Malang) serta Adrian Perkasa (dosen Universitas Airlangga) secara zoom meeting dari Universitas Leiden, Belanda.

 

 

Budayawan Lamongan, Supriyo, mengaku, banyak hal terkait penemuan selama ini membuatnya takjub. Tepatnya akan kejayaan Lamongan di masa lampau. Sejumlah peninggalan bersejarah berhasil ditemukan. Selain prasasti cane, prasasti Balawi, prasasti Lamongan (Jayanegara), dan masih banyak lagi.

 

 

Selain peninggalan berupa prasasti, di Lamongan banyak ditemukan peninggalan bersejarah berbentuk keramik bernilai seni tinggi. “Banyak peninggalan sejarah masa kejayaan berhasil ditemukan di Bumi Lamongan,” terangnya. (rka)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, cukup antusias mengikuti Sarasehan dan Bedah Buku Garudamukha karya Supriyo dkk di aula pertemuan Gajah Mada Pemkab Lamongan kemarin (24/5). Sarasehan yang mengungkap kejayaan Lamongan abad IX-XV itu menjadi salah satu rangkaian Hari Jadi Ke- 453 Lamongan (HJL).

 

 

Bupati Yes bahkan turut terlibat di dalamnya. Dia pernah melihat sendiri bukti prasasti yang saat ini tersimpan baik di museum di Jakarta. Menurut Bupati Yes, tepat 1000 tahun lalu, kejayaan Lamongan telah dimulai. Dibuktikan melalui pengukuhan prasasti cane oleh Sri Maharaja Airlangga di Desa Candisari, Kecamatan Sambeng dengan simbol Garudamukha. Sehingga patut menjadi teladan dan spirit perjuangan mencapai kejayaan Lamongan seperti telah dicapai di masa lampau.

 

 

“Bahwa tiada kejayaan tanpa perjuangan. Memang untuk mencapai sesuatu itu, harus lewat perjuangan. Seperti kata pengantar saya di Buku Garudamukha ‘sebuah kejayaan dicapai lewat perjuangan’. Jelas ini sesuai visi saya bersama Kiai Rouf mewujudkan kejayaan Lamongan yang berkeadilan, untuk mewujudkan semua butuh perjuangan,” ucap Bupati Yes.

Baca Juga :  Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat di Lamongan

 

 

Spirit ini yang mendorong Bupati Yes merekonstruksi ulang kejayaan itu untuk menuju kejayaan Lamongan yang berkeadilan seperti yang dicita-citakan. “Saya ingin mendapat spirit, spirit kita bersama, bahwa sesungguhnya kejayaan itu dapat diwujudkan dengan perjuangan. Selain kejayaan itu, kita ingin menunjukkan bahwa Lamongan telah mengalami kejayaannya di masa lampau. Dibuktikan dengan prasasti cane yang berusia 1000 tahun dan tahun ini 1001 tahun,” terangnya.

 

 

Bupati Yes menjelaskan, makna tema HJL ke-453, kolaborasi untuk menuju pembangunan inklusi. Kolaborasi ialah bergandeng tangan, bersama-sama membuat kekuatan menuju pembangunan inklusi. Pembangunan inklusi ialah pembangunan terbuka, siapa saja bisa ikut serta dan saling menghargai bersama-sama untuk mencapai visi misi bersama. “Ayo bersama-sama membangun Lamongan menjadi lebih baik,” jelasnya.

Baca Juga :  Nasib Elite Pro Academy di Lamongan Belum Diputuskan

 

 

Acara turut diikuti kades dan kepala sekolah tingkat SD hingga SMA Se-Lamongan tersebut menghadirkan sang penulis buku, Supriyo serta narasumber lainnya seperti Dwi Cahyono (dosen Universitas Negeri Malang) serta Adrian Perkasa (dosen Universitas Airlangga) secara zoom meeting dari Universitas Leiden, Belanda.

 

 

Budayawan Lamongan, Supriyo, mengaku, banyak hal terkait penemuan selama ini membuatnya takjub. Tepatnya akan kejayaan Lamongan di masa lampau. Sejumlah peninggalan bersejarah berhasil ditemukan. Selain prasasti cane, prasasti Balawi, prasasti Lamongan (Jayanegara), dan masih banyak lagi.

 

 

Selain peninggalan berupa prasasti, di Lamongan banyak ditemukan peninggalan bersejarah berbentuk keramik bernilai seni tinggi. “Banyak peninggalan sejarah masa kejayaan berhasil ditemukan di Bumi Lamongan,” terangnya. (rka)

Artikel Terkait

Most Read

FLS2N 2018 Lebih Menyenangkan

Genjot Endurance dan Kelincahan

Artikel Terbaru


/