alexametrics
26.8 C
Bojonegoro
Friday, May 20, 2022

Praktik Tebasan Ganggu Irigasi di Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sejumlah titik aliran sungai di sekitar Kecamatan Deket ke utara ditulisi tebasan. Pantauan wartawan koran ini, terdapat papan bertuliskan Rp 10 ribu untuk pemancing. Namun, tidak sedikit di sepanjang kali itu ditulisi dilarang memancing dengan tanda merah, karena kali sudah dipasang waring layaknya tambak pribadi.

 

Adanya praktik tebasan di kali ini sebenarnya menghambat jalannya irigasi air. Karena arus yang seharusnya mengalir ke pertanian dan tambak warga terhambat. Misalnya, ada sampah juga terhenti di waring dan menyebabkan arus tidak bisa lancar.

 

Namun, adanya praktik tebasan ini tidak yang bertanggung jawab. Bahkan, dari Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan tidak memiliki data pasti praktik tersebut. Sebab, kewenangan kali tersebut di bawah naungan Provinsi Jatim. Sehingga dinas daerah tidak bisa melalukan teguran  hingga pendataan.

Baca Juga :  Tumbuhan Liar Ganggu Pedestrian

 

Kepala Desa Dinoyo Deket Aprian Sandi mengaku tidak mengetahui mengenai kali tebasan karena kewenangan dusun. Sehingga, jika dimanfaatkan untuk tempat pemancingan atau lainnya juga tidak masuk pendapatan desa.

 

‘’Tidak (bukan masuk pendapatan desa), itu langsung kasun saja,’’ ujarnya singkat.

 

Kabid Operasional Dinas PU SDA Lamongan Djadi mengatakan, sebenarnya dari dinas sudah melakukan sosialisasi di setiap kecamatan tentang Perda nomor 14 tahun 2007. Dalam perda tentang irigasi itu sudah dijelaskan rinci mengenai fungsi, efektivitas, dan pengelolaannya.

 

‘’Sudah dijelaskan semua, dan kalau masih ada (kali tebasan, Red) berarti sosialisasinya tidak diterima,’’ imbuhnya.

 

Camat Deket Samian mengaku belum pernah diajak diskusi mengenai kali tebasan. Apalagi, dia masih baru di wilayah tersebut. Sehingga belum mengetahui detail dan harus belajar lagi.

Baca Juga :  Sempat Bocor, Distribusi PDAM Lamongan Lancar

 

Selain itu, Samian mengatakan, kalau memang memberikan dampak kurang baik akan disosialisasikan ke warga, dengan melibatkan instansi terkait yang memiliki kewenangan atas kali tersebut.

 

‘’Nanti akan kita sosialisasikan ulang ke warga bagaimana baiknya, supaya tidak sampai merugikan,’’ pungkasnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sejumlah titik aliran sungai di sekitar Kecamatan Deket ke utara ditulisi tebasan. Pantauan wartawan koran ini, terdapat papan bertuliskan Rp 10 ribu untuk pemancing. Namun, tidak sedikit di sepanjang kali itu ditulisi dilarang memancing dengan tanda merah, karena kali sudah dipasang waring layaknya tambak pribadi.

 

Adanya praktik tebasan di kali ini sebenarnya menghambat jalannya irigasi air. Karena arus yang seharusnya mengalir ke pertanian dan tambak warga terhambat. Misalnya, ada sampah juga terhenti di waring dan menyebabkan arus tidak bisa lancar.

 

Namun, adanya praktik tebasan ini tidak yang bertanggung jawab. Bahkan, dari Dinas PU Sumber Daya Air Lamongan tidak memiliki data pasti praktik tersebut. Sebab, kewenangan kali tersebut di bawah naungan Provinsi Jatim. Sehingga dinas daerah tidak bisa melalukan teguran  hingga pendataan.

Baca Juga :  Desain Khusus Basoket Sulit Diduplikasi

 

Kepala Desa Dinoyo Deket Aprian Sandi mengaku tidak mengetahui mengenai kali tebasan karena kewenangan dusun. Sehingga, jika dimanfaatkan untuk tempat pemancingan atau lainnya juga tidak masuk pendapatan desa.

 

‘’Tidak (bukan masuk pendapatan desa), itu langsung kasun saja,’’ ujarnya singkat.

 

Kabid Operasional Dinas PU SDA Lamongan Djadi mengatakan, sebenarnya dari dinas sudah melakukan sosialisasi di setiap kecamatan tentang Perda nomor 14 tahun 2007. Dalam perda tentang irigasi itu sudah dijelaskan rinci mengenai fungsi, efektivitas, dan pengelolaannya.

 

‘’Sudah dijelaskan semua, dan kalau masih ada (kali tebasan, Red) berarti sosialisasinya tidak diterima,’’ imbuhnya.

 

Camat Deket Samian mengaku belum pernah diajak diskusi mengenai kali tebasan. Apalagi, dia masih baru di wilayah tersebut. Sehingga belum mengetahui detail dan harus belajar lagi.

Baca Juga :  Sempat Bocor, Distribusi PDAM Lamongan Lancar

 

Selain itu, Samian mengatakan, kalau memang memberikan dampak kurang baik akan disosialisasikan ke warga, dengan melibatkan instansi terkait yang memiliki kewenangan atas kali tersebut.

 

‘’Nanti akan kita sosialisasikan ulang ke warga bagaimana baiknya, supaya tidak sampai merugikan,’’ pungkasnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/