alexametrics
27.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

SMA NEGERI 1 NGIMBANG

Menuju Sekolah Taruna Tahfudzul Quran

Kerjasama Dengan Satuan Radar 222 Ploso TNI AU

LAMONGAN, Radar Lamongan – SMA Negeri 1 Ngimbang semakin mengukuhkan diri sebagai Sekolah Taruna Tahfidzul Quran. SMA Negeri 1 Ngimbang resmi bekerjasama dengan Satuan Radar 222 Ploso TNI Angkatan Udara (AU), setelah dilakukan penan­datanganan MoU oleh Komandan Satuan Radar 222 Ploso TNI AU Letkol Lek Yudi Amrizal, S.ST.MM dan Kepala SMA Negeri 1 Ngimbang Ganef Suprijanto kemarin (24/3) di Aula SMAN 1 Ngimbang.

 

Kedatangan Komandan Satuan Radar 222 Ploso TNI AU Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM disambut tim paskibra SMAN 1 Ngimbang dan diiringi tarian oleh siswi SMAN 1 Ngimbang sekaligus mengalungkan bunga untuk Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM.

 

Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM meng­apresiasi dan mendukung penuh program yang dicanangkan Ganef Suprijanto ini.

 

‘’Program ini merupakan langkah positif bagi SMA Negeri 1 Ngimbang dalam upaya untuk pembinaan karakter generasi muda,’’ ucapnya.

 

Pembentukan karakter, menurut Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM, memiliki tiga fungsi. Meliputi fungsi pembentukan atau pengembangan potensi, tercapainya fungsi penguatan dan perbaikan peran siswa. Baik di sekolah maupun di masyarakat.

 

Serta fungsi penyaring. Dimana dunia semakin maju, sehingga banyak budaya budaya bangsa yang hampir punah. Menurut dia, ini momen penting untuk menyaring budaya yang tidak sesuai dengan budaya dan karakter bangsa.

Baca Juga :  Berawal dari Mading, Tersulit Lukis Bibir - Gigi

 

‘’Kita cocokkan dan kita kembalikan ke ranahnya. Sesuai dengan budaya kita, yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,’’ terangnya.

 

Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM berharap dengan adanya program sekolah ketarunaan ini, SMA Negeri 1 Ngimbang bisa menjadi sekolah pionir. Serta menjadi contoh bagi sekolah sekolah lain yang ada di Lamongan dan Jawa Timur.

 

Apalagi, diakuinya, di SMA Negeri 1 Ngimbang mengembangkan kombinasi bagus. Yakni sekolah dengan konsep ketarunaan dan tahfidzul Quran. Sehingga, siswa mendapatkan materi bela negara dan juga tahfidzul Quran.

 

‘’Itu merupakan kombinasi yang sangat bagus untuk pembentukan karakter generasi muda,’’ ujar Letkol yang berasal dari Sumatera itu.

 

Kepala SMA Negeri 1 Ngimbang Ganef Suprijanto mengatakan, uji coba yang dilakukan selama enam bulan berjalan sukses dan siswa sangat antusias. Dia menjelaskan, di tahun ajaran 2022/ 2023 akan diterapkan dua kurikulum bagi siswa kelas X. Meliputi kurikulum merdeka dan ditambah khusus pendidikan ketarunaan.

Baca Juga :  Makin Kuat Menarik, Makin Bagus Hasilnya

 

‘’Baik penampilan, pembelajaran akan disesuaikan dengan ketarunaan. Namun juga tetap mendapatkan pelajaran sesuai kurikulum merdeka,’’ katanya.

 

Mengenai teknisnya, Ganef menjelaskan, selama uji coba enam bulan siswa mendapatkan materi kemiliteran. Selama seminggu tiga kali terdapat tujuh personil Satuan Radar 222 TNI AU yang menjadi pelatih di SMA Negeri 1 Ngimbang.

 

‘’Ke depan jika sudah full, tentunya personil yang melatih akan ditambahkan.” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Hidayat Rahman mengapresiasi program SMA Negeri 1 Ngimbang, Menurut dia, melalui program SMAN Taruna Tahfidzul Quran merupakan sesuatu yang luar biasa. Hal itu, diakuinya, bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Lamongan untuk memiliki branding, keunggulan, atau ke-khas-an khusus. Tentunya masih dalam koridor rambu-rambu yang tidak menyalahi aturan yang sudah berlaku.

 

‘’Di SMA Negeri 1 Ngimbang ini dibekali fii dunya wal akhirah, ilmu keduniaan dan ilmu keakhiratan,’’ tuturnya.

 

Dalam sambutannya Ketua, Komite SMAN 1 Ngimbang, Istiono mendukung penuh program ini. ‘’Berharap karakter siswa dapat terbentuk maksimal dan nantinya akan menghasilkan output yang sukses,’’ imbuhnya. (mer)

Kerjasama Dengan Satuan Radar 222 Ploso TNI AU

LAMONGAN, Radar Lamongan – SMA Negeri 1 Ngimbang semakin mengukuhkan diri sebagai Sekolah Taruna Tahfidzul Quran. SMA Negeri 1 Ngimbang resmi bekerjasama dengan Satuan Radar 222 Ploso TNI Angkatan Udara (AU), setelah dilakukan penan­datanganan MoU oleh Komandan Satuan Radar 222 Ploso TNI AU Letkol Lek Yudi Amrizal, S.ST.MM dan Kepala SMA Negeri 1 Ngimbang Ganef Suprijanto kemarin (24/3) di Aula SMAN 1 Ngimbang.

 

Kedatangan Komandan Satuan Radar 222 Ploso TNI AU Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM disambut tim paskibra SMAN 1 Ngimbang dan diiringi tarian oleh siswi SMAN 1 Ngimbang sekaligus mengalungkan bunga untuk Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM.

 

Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM meng­apresiasi dan mendukung penuh program yang dicanangkan Ganef Suprijanto ini.

 

‘’Program ini merupakan langkah positif bagi SMA Negeri 1 Ngimbang dalam upaya untuk pembinaan karakter generasi muda,’’ ucapnya.

 

Pembentukan karakter, menurut Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM, memiliki tiga fungsi. Meliputi fungsi pembentukan atau pengembangan potensi, tercapainya fungsi penguatan dan perbaikan peran siswa. Baik di sekolah maupun di masyarakat.

 

Serta fungsi penyaring. Dimana dunia semakin maju, sehingga banyak budaya budaya bangsa yang hampir punah. Menurut dia, ini momen penting untuk menyaring budaya yang tidak sesuai dengan budaya dan karakter bangsa.

Baca Juga :  Lebih Nikmat Disantap, Saat Masih Hangat

 

‘’Kita cocokkan dan kita kembalikan ke ranahnya. Sesuai dengan budaya kita, yang berdasarkan pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945,’’ terangnya.

 

Letkol Lek Yudi Amrizal S.ST.MM berharap dengan adanya program sekolah ketarunaan ini, SMA Negeri 1 Ngimbang bisa menjadi sekolah pionir. Serta menjadi contoh bagi sekolah sekolah lain yang ada di Lamongan dan Jawa Timur.

 

Apalagi, diakuinya, di SMA Negeri 1 Ngimbang mengembangkan kombinasi bagus. Yakni sekolah dengan konsep ketarunaan dan tahfidzul Quran. Sehingga, siswa mendapatkan materi bela negara dan juga tahfidzul Quran.

 

‘’Itu merupakan kombinasi yang sangat bagus untuk pembentukan karakter generasi muda,’’ ujar Letkol yang berasal dari Sumatera itu.

 

Kepala SMA Negeri 1 Ngimbang Ganef Suprijanto mengatakan, uji coba yang dilakukan selama enam bulan berjalan sukses dan siswa sangat antusias. Dia menjelaskan, di tahun ajaran 2022/ 2023 akan diterapkan dua kurikulum bagi siswa kelas X. Meliputi kurikulum merdeka dan ditambah khusus pendidikan ketarunaan.

Baca Juga :  Berawal dari Mading, Tersulit Lukis Bibir - Gigi

 

‘’Baik penampilan, pembelajaran akan disesuaikan dengan ketarunaan. Namun juga tetap mendapatkan pelajaran sesuai kurikulum merdeka,’’ katanya.

 

Mengenai teknisnya, Ganef menjelaskan, selama uji coba enam bulan siswa mendapatkan materi kemiliteran. Selama seminggu tiga kali terdapat tujuh personil Satuan Radar 222 TNI AU yang menjadi pelatih di SMA Negeri 1 Ngimbang.

 

‘’Ke depan jika sudah full, tentunya personil yang melatih akan ditambahkan.” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Hidayat Rahman mengapresiasi program SMA Negeri 1 Ngimbang, Menurut dia, melalui program SMAN Taruna Tahfidzul Quran merupakan sesuatu yang luar biasa. Hal itu, diakuinya, bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Lamongan untuk memiliki branding, keunggulan, atau ke-khas-an khusus. Tentunya masih dalam koridor rambu-rambu yang tidak menyalahi aturan yang sudah berlaku.

 

‘’Di SMA Negeri 1 Ngimbang ini dibekali fii dunya wal akhirah, ilmu keduniaan dan ilmu keakhiratan,’’ tuturnya.

 

Dalam sambutannya Ketua, Komite SMAN 1 Ngimbang, Istiono mendukung penuh program ini. ‘’Berharap karakter siswa dapat terbentuk maksimal dan nantinya akan menghasilkan output yang sukses,’’ imbuhnya. (mer)

Artikel Terkait

Most Read

Problem Utama di Lini Depan 

Diletakkan di Bawah

Artikel Terbaru


/