alexametrics
25.7 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Cek Ulang Patok Jalan Lingkar Utara Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pembebasan sisa lahan jalan lingkar utara (JLU) seluas 4,2 hektare (ha) bakal dilakukan tahun ini. Instansi terkait sudah mempersiapkan beberapa hal untuk merealisasikan hal tersebut.

 

Kepala Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Lamongan Sujarwo mengatakan, pihaknya beberapa hari lalu melakukan cek lokasi JLU. Salah satunya mengecek seluruh patok (ukuran untuk luas tanah) yang telah dipasang beberapa tahun lalu.

 

‘’Kalau hilang tentunya dilakukan pengukuran ulang. Sehingga jelas nantinya,’’ terang Jarwo, sapaan akrabnya.

 

Seperti diketahui, JLU membutuhkan sekitar 29,5 ha. Artinya yang sudah dibebaskan sekitar 25,5 ha. Pejabat asal Kecamatan Kalitengah itu mengklaim tidak menemui kendala dalam persiapan pembebasan sisa lahan.

Baca Juga :  Satu Jalur Jadi Dua Arah

 

‘’Untuk tahapanya sudah dilakukan sosialisasi. Kini melangkah melakukan pengukuran lahan yang akan digunakan,’’ imbuhnya.

 

Selanjutnya, terang dia, bakal dilakukan tahapan peta bidang yang berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lamongan. Sebab, instansi tersebut yang memiliki kewenangan mengeluarkan. Dia menuturkan, setelah seluruhnya beres, maka bisa diputuskan nilai harga dan penyelesaian pembayaran.

 

‘’Awal tahun depan tentunya sudah dilakukan pengerjaan fisik. Infonya seperti itu,’’ ujarnya.

 

Dalam perencanaan nantinya, lanjut Jarwo, pengerjaan akan dilakukan dua tahap dari timur dan barat. Sehingga pengerjaan bisa dipercepat. ‘’Dimana target nanti, Tahun 2024 sudah tuntas,’’ terang Jarwo. (mal/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Pembebasan sisa lahan jalan lingkar utara (JLU) seluas 4,2 hektare (ha) bakal dilakukan tahun ini. Instansi terkait sudah mempersiapkan beberapa hal untuk merealisasikan hal tersebut.

 

Kepala Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Lamongan Sujarwo mengatakan, pihaknya beberapa hari lalu melakukan cek lokasi JLU. Salah satunya mengecek seluruh patok (ukuran untuk luas tanah) yang telah dipasang beberapa tahun lalu.

 

‘’Kalau hilang tentunya dilakukan pengukuran ulang. Sehingga jelas nantinya,’’ terang Jarwo, sapaan akrabnya.

 

Seperti diketahui, JLU membutuhkan sekitar 29,5 ha. Artinya yang sudah dibebaskan sekitar 25,5 ha. Pejabat asal Kecamatan Kalitengah itu mengklaim tidak menemui kendala dalam persiapan pembebasan sisa lahan.

Baca Juga :  1.447 Kendaraan di Lamongan Belum Uji Kir

 

‘’Untuk tahapanya sudah dilakukan sosialisasi. Kini melangkah melakukan pengukuran lahan yang akan digunakan,’’ imbuhnya.

 

Selanjutnya, terang dia, bakal dilakukan tahapan peta bidang yang berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Lamongan. Sebab, instansi tersebut yang memiliki kewenangan mengeluarkan. Dia menuturkan, setelah seluruhnya beres, maka bisa diputuskan nilai harga dan penyelesaian pembayaran.

 

‘’Awal tahun depan tentunya sudah dilakukan pengerjaan fisik. Infonya seperti itu,’’ ujarnya.

 

Dalam perencanaan nantinya, lanjut Jarwo, pengerjaan akan dilakukan dua tahap dari timur dan barat. Sehingga pengerjaan bisa dipercepat. ‘’Dimana target nanti, Tahun 2024 sudah tuntas,’’ terang Jarwo. (mal/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/