alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Minta Masyarakat Tak Khawatir Virus PMK

Pastikan Daging di Lamongan Aman Dikonsumsi

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan merebaknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Dalam acara ekspo dan kontes hewan kesayangan, Bupati Yes makan bakso dan lontong kikil bersama Forkopimda Lamongan. Itu sebagai contoh secara langsung, jika daging sapi masih aman dikonsumsi.

 

‘’Daging sapi yang terinfeksi PMK tentunya masih bisa dikomsumsi. Asalkan dengan pengolahan yang tepat,’’ terang Bupati Yes kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (22/5).

 

Dia menjelaskan, pengolahan daging harus di atas 80 derajad celcius dan dalam waktu yang cukup lama. Jika hal itu diterapkan, maka daging sapi aman dikonsumsi.

Baca Juga :  Penjual Hewan Kurban di Lamongan Terdampak

 

‘’Tentunya virusnya bisa mati, sehingga aman untuk dikomsumsi bagi masyarakat,’’ imbuhnya.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Wahyudi menjelaskan, hingga kini belum ada bukti yang kuat terkait virus penyebab PKM dapat menular kepada manusia.

 

‘’Akan tetapi, potongan hewan yang tidak boleh dikomsumsi apabila terinfeksi virus PMK kaki dan organ dalam atau jeroan, mulut, bibir, dan lidah,’’ tutur Wahyudi.

 

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Sabtu (21/5) lalu. Sebanyak 461 hewan ternak di-16 kecamatan terjangkit PMK. Yakni hewan ternak yang sembuh sebanyak 94 ekor.

 

Wahyudi memastikan, pihaknya terus melakukan penanganan berupa pemberian antibiotik, vitamin, dan desinfektan. Serta melokalisasi sapi berupa penutupan 2 pasar besar hewan.

Baca Juga :  Matangkan Persiapan

 

‘’Kami juga melakukan koordinasi dengan Polres Lamongan untuk mengontrol keluar masuk sapi dengan baik,’’ pungkasnya. (mal/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan merebaknya virus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Dalam acara ekspo dan kontes hewan kesayangan, Bupati Yes makan bakso dan lontong kikil bersama Forkopimda Lamongan. Itu sebagai contoh secara langsung, jika daging sapi masih aman dikonsumsi.

 

‘’Daging sapi yang terinfeksi PMK tentunya masih bisa dikomsumsi. Asalkan dengan pengolahan yang tepat,’’ terang Bupati Yes kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (22/5).

 

Dia menjelaskan, pengolahan daging harus di atas 80 derajad celcius dan dalam waktu yang cukup lama. Jika hal itu diterapkan, maka daging sapi aman dikonsumsi.

Baca Juga :  Tambahan Penghasilan Pegawai di Lamongan Dua Bulan Belum Cair

 

‘’Tentunya virusnya bisa mati, sehingga aman untuk dikomsumsi bagi masyarakat,’’ imbuhnya.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Wahyudi menjelaskan, hingga kini belum ada bukti yang kuat terkait virus penyebab PKM dapat menular kepada manusia.

 

‘’Akan tetapi, potongan hewan yang tidak boleh dikomsumsi apabila terinfeksi virus PMK kaki dan organ dalam atau jeroan, mulut, bibir, dan lidah,’’ tutur Wahyudi.

 

Berdasarkan data yang dihimpun hingga Sabtu (21/5) lalu. Sebanyak 461 hewan ternak di-16 kecamatan terjangkit PMK. Yakni hewan ternak yang sembuh sebanyak 94 ekor.

 

Wahyudi memastikan, pihaknya terus melakukan penanganan berupa pemberian antibiotik, vitamin, dan desinfektan. Serta melokalisasi sapi berupa penutupan 2 pasar besar hewan.

Baca Juga :  Pendirian SPBU di Lamongan Kota Menjamur

 

‘’Kami juga melakukan koordinasi dengan Polres Lamongan untuk mengontrol keluar masuk sapi dengan baik,’’ pungkasnya. (mal/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/