alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Tunggu Keputusan Pusat soal Keberangkatan Calon Jammah Haji Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Calon jamaah haji (CJH) yang akan berangkat tahun ini harus merogoh kocek lebih dalam. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) diusulkan Kementrian Agama (Kemenag) Rp 42 juta hingga Rp 45 juta. Sementara nominal BPIH yang wajib disetorkan jamaah untuk keberangkatan tahun ini Rp 37,5 juta.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo, mengatakan, estimasi BPIH Rp 42 juta hingga Rp 45 juta itu baru sebatas usulan.

‘’Estimasi tersebut baru usulan, belum menjadi keppres (keputusan presiden),’’ ucapnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (22/2).

Dia menuturkan, berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan pemberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji disebutkan bahwa jamaah haji tahun 2022 adalah CJH 2021 yang ditunda keberangkatannya. CJH tunda berangkat tersebut akan dikenakan BPIH yang besarannya telah disesuaikan dengan tambahan biaya akomodasi di Makkah dan Madinah, visa, tes swab PCR di Arab Saudi, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Bisnis Perhiasan Emas Fluktuatif di Lamongan

‘’Adapun kepastiannya dan teknisnya menunggu kebijakan lebih lanjut,’’ tutur Banjir.
Seperti diberitakan, 1.646 CJH Kabupaten Lamongan tunda berangkat pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Dari data tersebut, 46 jamaah di antaranya telah meninggal dunia dan satu jamaah sakit permanen. Porsi haji mereka telah dilimpahkan kepada ahli waris. Sedangkan 11 jamaah lainnya memutuskan untuk menarik uang pelunasan BPIH karena sangat membutuhkan uang. (din/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Calon jamaah haji (CJH) yang akan berangkat tahun ini harus merogoh kocek lebih dalam. Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) diusulkan Kementrian Agama (Kemenag) Rp 42 juta hingga Rp 45 juta. Sementara nominal BPIH yang wajib disetorkan jamaah untuk keberangkatan tahun ini Rp 37,5 juta.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kemenag Lamongan, Banjir Sidomulyo, mengatakan, estimasi BPIH Rp 42 juta hingga Rp 45 juta itu baru sebatas usulan.

‘’Estimasi tersebut baru usulan, belum menjadi keppres (keputusan presiden),’’ ucapnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (22/2).

Dia menuturkan, berdasarkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 660 Tahun 2021 tentang pembatalan pemberangkatan jamaah haji pada penyelenggaraan ibadah haji disebutkan bahwa jamaah haji tahun 2022 adalah CJH 2021 yang ditunda keberangkatannya. CJH tunda berangkat tersebut akan dikenakan BPIH yang besarannya telah disesuaikan dengan tambahan biaya akomodasi di Makkah dan Madinah, visa, tes swab PCR di Arab Saudi, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  Pengungkapan Kasus Narkoba, Libatkan Satu Anak di Bawah Umur

‘’Adapun kepastiannya dan teknisnya menunggu kebijakan lebih lanjut,’’ tutur Banjir.
Seperti diberitakan, 1.646 CJH Kabupaten Lamongan tunda berangkat pada 2020 akibat pandemi Covid-19. Dari data tersebut, 46 jamaah di antaranya telah meninggal dunia dan satu jamaah sakit permanen. Porsi haji mereka telah dilimpahkan kepada ahli waris. Sedangkan 11 jamaah lainnya memutuskan untuk menarik uang pelunasan BPIH karena sangat membutuhkan uang. (din/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/