alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Melihat Cara Melakukan Stek Tanaman di Kelurahan Tumenggungan, Lamongan

Mampu Berbuah Lebih Cepat

LAMONGAN, Radar Lamongan – Berbagai macam tanaman menghiasi pekarangan depan rumah Mulyatno di Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan. Tampak sejumlah batang yang dililit plastik. Mulyatno menjelaskan jika melakukan penyetekan pada batang tersebut.  Menurut Mulyatno, tanaman yang sudah distek mampu berbuah lebih cepat.

‘’Misalnya buah mangga dari biji sampai berbuah itu lamanya 5 tahun, tapi dengan stek hanya membutuhkan waktu 2 tahun tanaman bisa berbuah,’’ tutur pria yang sudah menggeluti dunia tanaman sejak Tahun 2013 tersebut.

Dia mengakui, pemilihan jenis batang cukup penting. Cara mengecek batang pokok yang sehat dengan dipupuk dulu selama 10 hari. Jika muncul daun hijau segar, maka batang tersebut bisa distek. ‘’Agar nanti hasilnya bagus,” ucap Mulyatno.

Sedangkan, batang entres atau batang atas yang ditancapkan ke batang pokok harus sehat, berusia tua, ukuran sesuai, dan muncul mata tunas. ‘’Sehingga nantinya pertumbuhannya dan berbuahnya juga cepat,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Nelayan Lamongan Menunggu Musim Dingin di Amerika – Eropa

Hal yang perlu diperhatikan yakni pisau harus tajam dan disterilkan dengan alkohol 70 persen. Berdasarkan pengalamannya, itu cara utama agar penyetekan bisa berhasil.

‘’Dulu pisau jarang disterilkan dan sering gagal,” imbuhnya.

Mulyatno menjelaskan proses penyetekan yakni menyayat batang pokok sepanjang 2 hingga 3 centimeter (cm). Selanjutnya bantang entres disayat berbentuk V agar bisa disambungkan ke batang pokok.

‘’Menempelkan batang pokok dan batang atas ini harus rata, tidak ada rongga, dan tidak ada gelombang,” ujarnya.

Setelah digabung, kemudian diikat dengan plastik. Ada dua teknik mengikat. Batang atas seluruhnya dililit plastik. Fungsinya tetap aman ketika cuaca ekstrim panas. Sedangkan teknik kedua yakni diikat plastik untuk mencegah terkena air hujan.

‘’Karena kalau terkena hujan nanti batang steknya busuk,” katanya.

Baca Juga :  Testing Pelajar - Pelaku Perjalanan dari-ke Lamongan

Sejumlah tanaman yang sering distek diantaranya jambu, mangga, kelengkeng, srikaya, dan alpukat. Mulyatno mengaku pernah menyetek satu pohon dengan dua jenis buah. Misalnya sirsak distek dengan srikaya.

‘’Hasil dari dua stek tersebut berpengaruh pada rasa. Ada rasa sirsak dan srikaya. Itu berhasil karena saya sudah mencoba hingga berbuah,” ucap Mulyatno.

Bisnis tanaman stek cukup menggiurkan. Mulyatno kerap melakukan pengiriman hingga ke Kalimantan. Dia mengklaim tanaman setelah distek lebih mahal lima kali lipat ketika dipasarkan.

‘’Untuk tren stek ini tidak akan surut, karena sudah menjadi hobi sejak dulu,” imbuhnya.

Dalam perawatan tanaman stek yang perlu dicegah yakni penyakit. Terutama penyakit indrak putih atau kutu putih. ‘’Obat biasa racik sendiri. Saya lebih suka tanaman organik,” terangnya. (sip/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Berbagai macam tanaman menghiasi pekarangan depan rumah Mulyatno di Kelurahan Tumenggungan, Kecamatan Lamongan. Tampak sejumlah batang yang dililit plastik. Mulyatno menjelaskan jika melakukan penyetekan pada batang tersebut.  Menurut Mulyatno, tanaman yang sudah distek mampu berbuah lebih cepat.

‘’Misalnya buah mangga dari biji sampai berbuah itu lamanya 5 tahun, tapi dengan stek hanya membutuhkan waktu 2 tahun tanaman bisa berbuah,’’ tutur pria yang sudah menggeluti dunia tanaman sejak Tahun 2013 tersebut.

Dia mengakui, pemilihan jenis batang cukup penting. Cara mengecek batang pokok yang sehat dengan dipupuk dulu selama 10 hari. Jika muncul daun hijau segar, maka batang tersebut bisa distek. ‘’Agar nanti hasilnya bagus,” ucap Mulyatno.

Sedangkan, batang entres atau batang atas yang ditancapkan ke batang pokok harus sehat, berusia tua, ukuran sesuai, dan muncul mata tunas. ‘’Sehingga nantinya pertumbuhannya dan berbuahnya juga cepat,’’ tukasnya.

Baca Juga :  UNBK SMA: Lebih Siap karena Terbiasa 

Hal yang perlu diperhatikan yakni pisau harus tajam dan disterilkan dengan alkohol 70 persen. Berdasarkan pengalamannya, itu cara utama agar penyetekan bisa berhasil.

‘’Dulu pisau jarang disterilkan dan sering gagal,” imbuhnya.

Mulyatno menjelaskan proses penyetekan yakni menyayat batang pokok sepanjang 2 hingga 3 centimeter (cm). Selanjutnya bantang entres disayat berbentuk V agar bisa disambungkan ke batang pokok.

‘’Menempelkan batang pokok dan batang atas ini harus rata, tidak ada rongga, dan tidak ada gelombang,” ujarnya.

Setelah digabung, kemudian diikat dengan plastik. Ada dua teknik mengikat. Batang atas seluruhnya dililit plastik. Fungsinya tetap aman ketika cuaca ekstrim panas. Sedangkan teknik kedua yakni diikat plastik untuk mencegah terkena air hujan.

‘’Karena kalau terkena hujan nanti batang steknya busuk,” katanya.

Baca Juga :  Kali Asinan Kecamatan Brondong, Lamongan Bakal Dinormalisasi Lagi

Sejumlah tanaman yang sering distek diantaranya jambu, mangga, kelengkeng, srikaya, dan alpukat. Mulyatno mengaku pernah menyetek satu pohon dengan dua jenis buah. Misalnya sirsak distek dengan srikaya.

‘’Hasil dari dua stek tersebut berpengaruh pada rasa. Ada rasa sirsak dan srikaya. Itu berhasil karena saya sudah mencoba hingga berbuah,” ucap Mulyatno.

Bisnis tanaman stek cukup menggiurkan. Mulyatno kerap melakukan pengiriman hingga ke Kalimantan. Dia mengklaim tanaman setelah distek lebih mahal lima kali lipat ketika dipasarkan.

‘’Untuk tren stek ini tidak akan surut, karena sudah menjadi hobi sejak dulu,” imbuhnya.

Dalam perawatan tanaman stek yang perlu dicegah yakni penyakit. Terutama penyakit indrak putih atau kutu putih. ‘’Obat biasa racik sendiri. Saya lebih suka tanaman organik,” terangnya. (sip/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/