alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Masih Alami Kelangkaan Pupuk Subsidi

Petambak Layangkan Surat ke Presiden

LAMONGAN, Radar LamonganKelangkaan stok pupuk bersubsidi bagi petani tambak (petambak) masih terjadi. Puluhan perwakilan melakukan aksi protes di pinggir Jalan Raya Turi tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi kemarin (21/2). Para petani tambak meminta agar petani tambak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi.

Mereka membentangkan sejumlah poster. Salah satunya bertuliskan ‘’Pak Presiden tolong perhatikan nasib petambak tradisional Lamongan’’. Selanjutnya, puluhan perwakilan petani tambak dari berbagai kecamatan, berencana mengirimkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo.

Koordinator Petani Tambak Lamongan Yusuf Fadli mengatakan, ini merupakan lanjutan aksi beberapa waktu lalu di Pemkab serta DPRD Lamongan. Setelah aksi sebelumnya, diakuinya, petani tambak hanya mendapatkan pupuk bersubsidi selama dua bulan.

Baca Juga :  Pasokan Ikan Berkurang di Pasar Ikan Lamongan

‘’Memang benar sudah dapat jatah pupuk, akan tetapi pupuk tersebut juga untuk petani bukan petambak,’’ terang Yusuf.

Dia memastikan, surat pernyataan oleh petani tambak didukung Bupati Lamongan dan DPRD Lamongan. Selanjutnya, draf akan dikirim ke Presiden Jokowi. Yusuf memastikan, surat tersebut berupa desakan agar Presiden memerintahkan kementerian, untuk mencukupi pupuk bersubsidi bagi petani tambak.

‘’Sampai hari ini, tentunya belum ada kejelasan nasib petani tambhak untuk mendapatkan alokasi pupuk subsidi,’’ katanya.

Kelangkaan pupuk bersubsidi, membuat pertumbuhan ikan tidak bisa maksimal. Hal itu dirasakan oleh salah satu petani tambak Jaelan yang mengaku, ikan miliknya tidak bisa besar karena kekurangan pupuk.

Dia memberikan contoh ikan bandeng berat 1 kilogram (kg) berisi 12 ekor hingga 13 ekor, dengan jangka waktu sekitar 4 bulan. Menurut dia, itu cukup drastis penurunannya dibanding tahun lalu. Yakni, diakuinya, berat 1 kg normalnya berisi 4 ekor hingga 5 ekor ikan bandeng.

Baca Juga :  Ikut Peringati Hari AIDS Sedunia, Akomodasi Harapan Paguyuban ODHA

‘’Sangat sulit sekarang ini, untuk mendapatkan pupuk SP 36 dan urea bagi petani tambak,’’ katanya.

Menurut Jaelan, sulitnya pupuk subsidi sejak 3 bulan ini. Padahl, Jaelan mengatakan, tambak setiap minggu harus diberikan pupuk. Tujuannya memunculkan plankton. Itu membuat ikan cepat tumbuh besar. Sehingga, biasanya selama empat bulan, sudah bisa dilakukan panen.

‘’Kalau sekarang mau dipanen, tentunya ikan masih kecil dan harga jual rendah,’’ tukasnya. (mal/ind)

LAMONGAN, Radar LamonganKelangkaan stok pupuk bersubsidi bagi petani tambak (petambak) masih terjadi. Puluhan perwakilan melakukan aksi protes di pinggir Jalan Raya Turi tepatnya di Desa Sukorejo, Kecamatan Turi kemarin (21/2). Para petani tambak meminta agar petani tambak mendapatkan alokasi pupuk bersubsidi.

Mereka membentangkan sejumlah poster. Salah satunya bertuliskan ‘’Pak Presiden tolong perhatikan nasib petambak tradisional Lamongan’’. Selanjutnya, puluhan perwakilan petani tambak dari berbagai kecamatan, berencana mengirimkan surat kepada Presiden RI Joko Widodo.

Koordinator Petani Tambak Lamongan Yusuf Fadli mengatakan, ini merupakan lanjutan aksi beberapa waktu lalu di Pemkab serta DPRD Lamongan. Setelah aksi sebelumnya, diakuinya, petani tambak hanya mendapatkan pupuk bersubsidi selama dua bulan.

Baca Juga :  Bisa Diandalkan saat Darurat

‘’Memang benar sudah dapat jatah pupuk, akan tetapi pupuk tersebut juga untuk petani bukan petambak,’’ terang Yusuf.

Dia memastikan, surat pernyataan oleh petani tambak didukung Bupati Lamongan dan DPRD Lamongan. Selanjutnya, draf akan dikirim ke Presiden Jokowi. Yusuf memastikan, surat tersebut berupa desakan agar Presiden memerintahkan kementerian, untuk mencukupi pupuk bersubsidi bagi petani tambak.

‘’Sampai hari ini, tentunya belum ada kejelasan nasib petani tambhak untuk mendapatkan alokasi pupuk subsidi,’’ katanya.

Kelangkaan pupuk bersubsidi, membuat pertumbuhan ikan tidak bisa maksimal. Hal itu dirasakan oleh salah satu petani tambak Jaelan yang mengaku, ikan miliknya tidak bisa besar karena kekurangan pupuk.

Dia memberikan contoh ikan bandeng berat 1 kilogram (kg) berisi 12 ekor hingga 13 ekor, dengan jangka waktu sekitar 4 bulan. Menurut dia, itu cukup drastis penurunannya dibanding tahun lalu. Yakni, diakuinya, berat 1 kg normalnya berisi 4 ekor hingga 5 ekor ikan bandeng.

Baca Juga :  Menanti Kemenangan Perdana

‘’Sangat sulit sekarang ini, untuk mendapatkan pupuk SP 36 dan urea bagi petani tambak,’’ katanya.

Menurut Jaelan, sulitnya pupuk subsidi sejak 3 bulan ini. Padahl, Jaelan mengatakan, tambak setiap minggu harus diberikan pupuk. Tujuannya memunculkan plankton. Itu membuat ikan cepat tumbuh besar. Sehingga, biasanya selama empat bulan, sudah bisa dilakukan panen.

‘’Kalau sekarang mau dipanen, tentunya ikan masih kecil dan harga jual rendah,’’ tukasnya. (mal/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/