alexametrics
27.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Persela Butuh Pelatih Sekaligus Motivator

Nil Maizar Membuka Hati

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela seakan melewati bom waktu, di sisa delapan laga kompetisi Liga 1 ini. Sekali saja terjungkal, maka akan menutup peluang keluar dari zona degradasi. Apalagi, Jafri Sastra mengundurkan diri dari kursi kepelatihan, karena tak sekalipun memberikan kemenangan bagi Persela di sembilan laga.

Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir sebenarnya membutuhkan sosok head coach, sekaligus motivator untuk memompa semangat pemain. Eks pelatih Persela yang terakhir membesut Sriwijaya FC, Nil Maizar bisa menjadi alternatif.

‘’Saya sekarang masih di Padang,’’ tutur Nil kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (21/2).

Apalagi Nil pernah menyelamatkan Persela lolos dari zona degradasi dimusim 2019. Pelatih kelahiran Payakumbuh itu membuka hati untuk Persela. Apakah Coach Nil masih ada keinginan ke Lamongan untuk membantu Persela lagi?

‘’Ada bang,’’ jawab singkat pelatih berlisensi AFC A Pro tersebut melalui pesan singkat WhatsApp.

Sementara itu, usai Jafri memilih mundur, Manajemen Persela terkesan tidak ambil pusing dengan kondisi tersebut. Anggota Manajemen Persela Edy Yunan Achmady mengaku belum memiliki alternatif nama yang akan mengisi kekosongan jabatan pelatih kepala. Sementara latihan akan didampingi oleh caretaker Ragil Sudirman dan Gustavo Lopes sebagai direktur teknik.

Baca Juga :  RSUD Dr. Soegiri Lamongan Menjawab Kebutuhan Masyarakat

‘’Belum, kemungkinan dikosongkan karena liga sudah mau selesai,” ujar eks Manajer Persela itu ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Sementara MO Persela Arif Bakhtiar menjelaskan, pelatih yang akrab disapa JS itu sudah berpamitan kepada Bupati Lamongan selaku penasihat klub. Mundurnya pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu dikarenakan belum bisa memberikan hasil positif untuk Persela.

Sehingga manajemen sudah menerima keputusan tersebut meski tidak menguntungkan bagi klub. Sebab kondisinya klub sedang berusaha keluar dari zona degradasi.

Karena itu, seharusnya kesempatan yang ada akan terus dimanfaatkan supaya Persela tetap bertahan di Liga 1. Selain itu, lanjut dia untuk komunikasi dengan pelatih kepala pengganti sudah diupayakan, tapi masih belum pasti mengenai hasilnya.

Baca Juga :  Pendaftar Transmigrasi Lebihi Kuota

‘’Kita tunggu hingga satu bulan ke depan, sementara didampingi caretaker dulu,”jelasnya.

Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita mengatakan, kekosongan pelatih kepala dalam sebuah klub maksimal 30 hari harus terisi. Apalagi kompetisi sedang bergulir. Klub harus segera melakukan pengisian pelatih kepala, untuk memenuhi standar regulasi yang ditetapkan. Jika tidak, maka klub akan mendapatkan sanksi dari PT LIB.

‘’Pasti ada sanksi (jika tidak diisi) dan itu harus dipahami semua klub,” tegas Hadian Lukita.

Terpisah, Caretaker Persela Ragil Sudirman menuturkan, dalam dua hari ini hanya latihan futsal. Pemain tidak bisa latihan maksimal karena kondisi Bali hujan terus. Untuk menjaga kondisi pemain, tim pelatih memilih untuk latihan indoor. Apalagi regulasinya, H-1 pertandingan harus melakukan swab PCR. Karena itu pemain harus bisa menjaga fisik supaya hasilnya negatif.

‘’Sisa pertandingan hanya delapan, kita berusaha melakukan yang terbaik,” ucap Ragil. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persela seakan melewati bom waktu, di sisa delapan laga kompetisi Liga 1 ini. Sekali saja terjungkal, maka akan menutup peluang keluar dari zona degradasi. Apalagi, Jafri Sastra mengundurkan diri dari kursi kepelatihan, karena tak sekalipun memberikan kemenangan bagi Persela di sembilan laga.

Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir sebenarnya membutuhkan sosok head coach, sekaligus motivator untuk memompa semangat pemain. Eks pelatih Persela yang terakhir membesut Sriwijaya FC, Nil Maizar bisa menjadi alternatif.

‘’Saya sekarang masih di Padang,’’ tutur Nil kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (21/2).

Apalagi Nil pernah menyelamatkan Persela lolos dari zona degradasi dimusim 2019. Pelatih kelahiran Payakumbuh itu membuka hati untuk Persela. Apakah Coach Nil masih ada keinginan ke Lamongan untuk membantu Persela lagi?

‘’Ada bang,’’ jawab singkat pelatih berlisensi AFC A Pro tersebut melalui pesan singkat WhatsApp.

Sementara itu, usai Jafri memilih mundur, Manajemen Persela terkesan tidak ambil pusing dengan kondisi tersebut. Anggota Manajemen Persela Edy Yunan Achmady mengaku belum memiliki alternatif nama yang akan mengisi kekosongan jabatan pelatih kepala. Sementara latihan akan didampingi oleh caretaker Ragil Sudirman dan Gustavo Lopes sebagai direktur teknik.

Baca Juga :  Hujan Dua Hari, di Lamongan Akses Jalan Kembali Tergenang

‘’Belum, kemungkinan dikosongkan karena liga sudah mau selesai,” ujar eks Manajer Persela itu ketika dihubungi melalui sambungan telepon.

Sementara MO Persela Arif Bakhtiar menjelaskan, pelatih yang akrab disapa JS itu sudah berpamitan kepada Bupati Lamongan selaku penasihat klub. Mundurnya pelatih kelahiran Payakumbuh, Sumatera Barat itu dikarenakan belum bisa memberikan hasil positif untuk Persela.

Sehingga manajemen sudah menerima keputusan tersebut meski tidak menguntungkan bagi klub. Sebab kondisinya klub sedang berusaha keluar dari zona degradasi.

Karena itu, seharusnya kesempatan yang ada akan terus dimanfaatkan supaya Persela tetap bertahan di Liga 1. Selain itu, lanjut dia untuk komunikasi dengan pelatih kepala pengganti sudah diupayakan, tapi masih belum pasti mengenai hasilnya.

Baca Juga :  Persela Lamongan Tunjuk Fakhri Husaini

‘’Kita tunggu hingga satu bulan ke depan, sementara didampingi caretaker dulu,”jelasnya.

Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita mengatakan, kekosongan pelatih kepala dalam sebuah klub maksimal 30 hari harus terisi. Apalagi kompetisi sedang bergulir. Klub harus segera melakukan pengisian pelatih kepala, untuk memenuhi standar regulasi yang ditetapkan. Jika tidak, maka klub akan mendapatkan sanksi dari PT LIB.

‘’Pasti ada sanksi (jika tidak diisi) dan itu harus dipahami semua klub,” tegas Hadian Lukita.

Terpisah, Caretaker Persela Ragil Sudirman menuturkan, dalam dua hari ini hanya latihan futsal. Pemain tidak bisa latihan maksimal karena kondisi Bali hujan terus. Untuk menjaga kondisi pemain, tim pelatih memilih untuk latihan indoor. Apalagi regulasinya, H-1 pertandingan harus melakukan swab PCR. Karena itu pemain harus bisa menjaga fisik supaya hasilnya negatif.

‘’Sisa pertandingan hanya delapan, kita berusaha melakukan yang terbaik,” ucap Ragil. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/