alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Kesembuhan PMK Hanya 20 Persen

Wabah Meluas Hingga 13 Kecamatan di Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Perkembangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak semakin masif. Sebelumnya sebaran PMK hanya menyasar enam kecamatan. Meliputi Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Mantup, Sugio, Modo, dan Solokuro.

 

Kini meluas hingga 13 kecamatan setelah tiga pekan wabah tersebut menyerang hewan ternak di Kota Soto. Tujuh kecamatan tambahan yakni Paciran, Babat, Sarirejo, Turi, Ngimbang, Sambeng, dan Lamongan.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Wahyudi menuturkan, penyebaran ini sudah diprediksi dari awal. Sebab penularannya melalui udara sehingga lebih mudah. Selain itu, banyak populasi yang masih tinggal dalam satu kandang. Akibatnya penularan lebih cepat.

 

‘’Untuk sebaran sebenarnya sudah kita antisipasi, tapi ada keterlambatan karena kemunculan gejalanya memang tidak sama. Sehingga untuk ternak yang sakit segera dipisahkan,” ujar Wahyudi.

Baca Juga :  Semangat Pemain Persela Memudar

 

Menurut Wahyudi, dari 566 populasi yang tersebar di 13 kecamatan. Ada 403 ternak sudah tertular. Sebanyak 279 hewan ternak diantaranya masih sakit, 84 sembuh, 32 dijual, enam mati, dan sisanya masih dalam pemantauan.

 

‘’Peternak mulai diberikan edukasi untuk mendeteksi dini penyakit yang kemungkinan dialami hewan ternak,’’ ucap Wahyudi.

 

Jika ternak sudah menunjukkan gejala demam atau ada luka pada hidung dan mulut, peternak diimbau segera melakukan pemeriksaan. Sebab dikhawatirkan jika terlambat akan terjadi kematian. Berkaca dari enam kasus kematian, gejalanya hampir sama. Meliputi hipersalivasi, anoreksia, demam, luka pada kaki, luka pada hidung dan mulut, dan kepincangan.

 

Wahyudi meminta, pelacakan terus dilakukan dengan membatasi keluar masuk hewan ternak ke Lamongan. Salah satunya dengan tidak membeli sapi dari luar untuk sementara waktu, serta tidak menjual sapi dalam kondisi sakit. Dia berharap kesadaran dari peternak tinggi, guna tetap merawat ternaknya yang sakit.

Baca Juga :  Polres Minta PJU Diperbaiki

 

‘’Dinas berusaha membantu dalam pemenuhan obat-obatan yang dibutuhkan selama stok masih tersedia,” terangnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Perkembangan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak semakin masif. Sebelumnya sebaran PMK hanya menyasar enam kecamatan. Meliputi Kecamatan Tikung, Kembangbahu, Mantup, Sugio, Modo, dan Solokuro.

 

Kini meluas hingga 13 kecamatan setelah tiga pekan wabah tersebut menyerang hewan ternak di Kota Soto. Tujuh kecamatan tambahan yakni Paciran, Babat, Sarirejo, Turi, Ngimbang, Sambeng, dan Lamongan.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Wahyudi menuturkan, penyebaran ini sudah diprediksi dari awal. Sebab penularannya melalui udara sehingga lebih mudah. Selain itu, banyak populasi yang masih tinggal dalam satu kandang. Akibatnya penularan lebih cepat.

 

‘’Untuk sebaran sebenarnya sudah kita antisipasi, tapi ada keterlambatan karena kemunculan gejalanya memang tidak sama. Sehingga untuk ternak yang sakit segera dipisahkan,” ujar Wahyudi.

Baca Juga :  Training Ground di Lamongan Mulai Dikerjakan Juni

 

Menurut Wahyudi, dari 566 populasi yang tersebar di 13 kecamatan. Ada 403 ternak sudah tertular. Sebanyak 279 hewan ternak diantaranya masih sakit, 84 sembuh, 32 dijual, enam mati, dan sisanya masih dalam pemantauan.

 

‘’Peternak mulai diberikan edukasi untuk mendeteksi dini penyakit yang kemungkinan dialami hewan ternak,’’ ucap Wahyudi.

 

Jika ternak sudah menunjukkan gejala demam atau ada luka pada hidung dan mulut, peternak diimbau segera melakukan pemeriksaan. Sebab dikhawatirkan jika terlambat akan terjadi kematian. Berkaca dari enam kasus kematian, gejalanya hampir sama. Meliputi hipersalivasi, anoreksia, demam, luka pada kaki, luka pada hidung dan mulut, dan kepincangan.

 

Wahyudi meminta, pelacakan terus dilakukan dengan membatasi keluar masuk hewan ternak ke Lamongan. Salah satunya dengan tidak membeli sapi dari luar untuk sementara waktu, serta tidak menjual sapi dalam kondisi sakit. Dia berharap kesadaran dari peternak tinggi, guna tetap merawat ternaknya yang sakit.

Baca Juga :  Kapten Persela Eky Taufik Febriyanto, Ternak Lele saat Libur Kompetisi

 

‘’Dinas berusaha membantu dalam pemenuhan obat-obatan yang dibutuhkan selama stok masih tersedia,” terangnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/