alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Penyelaman Bangkai Kapal Van der Wijck di Perairan Brondong, Lamongan

Rencanakan Oktober

PACIRAN, Radar  Lamongan – Penyelaman untuk memastikan bangkai kapal Van der Wijck yang diduga karam di perairan Brondong pada 1936 dilakukan lagi tahun ini. Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim memerkirakan Oktober sebagai waktu yang tepat untuk melakukan penyelaman.

 

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, mengatakan, sebelum melakukan penyelaman, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Lamongan.

 

‘’Yang pasti, tahun ini dilakukan penyelaman kapal Van der Wijck lagi,’’ ujarnya.

 

Berdasarkan perkiraan, Oktober paling bagus untuk menyelam. ‘’Jadi pertemuan dengan Pemkab Lamongan sebelum bulan tersebut. Untuk pastinya nanti diberikan informasi lebih lanjut,’’ tuturnya.

 

Peralatan untuk menyelam bakal lebih lengkap dibandingkan tahun lalu. Sebab, beberapa barang di kapal perlu didokumentasikan lebih jelas. ‘’Semua ini masih menunggu dari Pemkab Lamongan,’’ katanya.

Baca Juga :  10 Ribu Vaksin Booster hingga Lebaran di Lamongan

 

Seperti diberitakan, penyelaman tahun lalu kurang maksimal karena hanya menembus kedalaman 40 meter (m). Perlu penyelaman dengan nitrox untuk melihat di kedalaman yang lebih tinggi. (mal/yan)

PACIRAN, Radar  Lamongan – Penyelaman untuk memastikan bangkai kapal Van der Wijck yang diduga karam di perairan Brondong pada 1936 dilakukan lagi tahun ini. Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim memerkirakan Oktober sebagai waktu yang tepat untuk melakukan penyelaman.

 

Arkeolog BPCB Jatim, Wicaksono Dwi Nugroho, mengatakan, sebelum melakukan penyelaman, pihaknya berkoordinasi dengan Pemkab Lamongan.

 

‘’Yang pasti, tahun ini dilakukan penyelaman kapal Van der Wijck lagi,’’ ujarnya.

 

Berdasarkan perkiraan, Oktober paling bagus untuk menyelam. ‘’Jadi pertemuan dengan Pemkab Lamongan sebelum bulan tersebut. Untuk pastinya nanti diberikan informasi lebih lanjut,’’ tuturnya.

 

Peralatan untuk menyelam bakal lebih lengkap dibandingkan tahun lalu. Sebab, beberapa barang di kapal perlu didokumentasikan lebih jelas. ‘’Semua ini masih menunggu dari Pemkab Lamongan,’’ katanya.

Baca Juga :  Baner Besar Nyaris Lepas di Depan Stadion Surajaya Lamongan

 

Seperti diberitakan, penyelaman tahun lalu kurang maksimal karena hanya menembus kedalaman 40 meter (m). Perlu penyelaman dengan nitrox untuk melihat di kedalaman yang lebih tinggi. (mal/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Pasutri Terjatuh, Ditolong, HP Raib

Mulai Lirik Opsi Akuisisi Klub

Segera Kirim Panggilan Kedua ke Sunah

Artikel Terbaru


/