alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Bupati Yes Tinjau ke Lapangan

Pengerjaan Sudetan Kuro Lamongan 80 Persen

LAMONGAN, Radar Lamongan – Usaha menyediakan air baku di musim kemarau dengan memanfaatkan bengawan mati di wilayah Karangbinangun sudah terealisasi 80 persen. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau langsung di titik sudetan, yang  menjadi alternatif penyediaan air baku untuk wilayah Glagah dan sekitarnya tersebut.

 

Bupati Yes, sapaan akrab Yuhronur Efendi menuturkan, ini bentuk usaha dalam memberikan solusi penyediaan air baku. Sehingga, masyarakat sekitar bisa memanfaatkan sudetan ini.

 

‘’Pekerjaan sudah 80 persen bersamaan dengan gorong-gorongnya,’’ terang Bupati Yes.

 

Teknisnya, terang dia, pengambilan air baku untuk Kecamatan Glagah dari Sluis Gawerejo. Untuk memastikan ketersediaan air terjaga, maka dilakukan pemeliharaan Sluis Ngajaran.

Baca Juga :  UNISLA Ciptakan Alat Mesin Bertenaga Surya Bagi Petani dan Peternak

 

Selain itu, perbaikan juga dilakukan mulai dari pintu air Sluis Gawerejo, normalisasi saluran pembawa dari Gawerejo, hingga Kuro dan perbaikan gorong-gorong.

 

‘’Masyarakat sekitar tidak perlu khawatir masalah ketersediaan air di musim kemarau, karena sebelumnya mereka bergantung dari dam Margoanyar yang sekarang dibuka,” ujarnya.

 

Disinggung terkait penanganan banjir. Bupati Yes menjelaskan, porsi Pemkab dalam penanganan banjir, masih menunggu instruksi pusat. Dia mencontohkan, ketika Pemkab akan membeli pompa, tapi BBWS meminta untuk dihentikan dulu. Sebab, perlu dihitung ulang.

 

Sehingga, diakuinya, Pemkab lebih memprioritaskan pintunya dulu, melakukan pengerukan supaya arus lancar, dan melakukan pekerjaan utama dengan memperbaiki saluran dan seterusnya.

Baca Juga :  Reseller Janji Penuhi Panggilan

 

Terkait porsi anggaran, terang dia, sebelumnya Wakil Gubernur Jatim sudah memperkirakan kebutuhan dalam penanganan Bengawan Jero. Namun, lanjut dia, nantinya tetap dilakukan koordinasi lagi. Sehingga bisa diketahui kewenangan daerah dimana.

 

Bupati Yes mengatakan, penanganan banjir ini melibatkan banyak pihak karena kewenangannya berbeda. Sehingga, Pemkab memilih melakukan pekerjaan utama dengan menyelesaikan permasalahan yang mendesak. Seperti perbaikan pintu dan sebagainya. Setelah itu, hasil koordinasi dengan BBWS dan provinsi akan ditindak lanjuti untuk selanjutnya menjadi evaluasi berjangka.

 

‘’Kita terus komunikasi dengan pusat dan provinsi, mana yang menjadi tanggung jawab daerah akan dilakukan berapapun kebutuhan dananya,” imbuhnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Usaha menyediakan air baku di musim kemarau dengan memanfaatkan bengawan mati di wilayah Karangbinangun sudah terealisasi 80 persen. Bupati Lamongan Yuhronur Efendi meninjau langsung di titik sudetan, yang  menjadi alternatif penyediaan air baku untuk wilayah Glagah dan sekitarnya tersebut.

 

Bupati Yes, sapaan akrab Yuhronur Efendi menuturkan, ini bentuk usaha dalam memberikan solusi penyediaan air baku. Sehingga, masyarakat sekitar bisa memanfaatkan sudetan ini.

 

‘’Pekerjaan sudah 80 persen bersamaan dengan gorong-gorongnya,’’ terang Bupati Yes.

 

Teknisnya, terang dia, pengambilan air baku untuk Kecamatan Glagah dari Sluis Gawerejo. Untuk memastikan ketersediaan air terjaga, maka dilakukan pemeliharaan Sluis Ngajaran.

Baca Juga :  Persela Hentikan Sementara Program Latihan

 

Selain itu, perbaikan juga dilakukan mulai dari pintu air Sluis Gawerejo, normalisasi saluran pembawa dari Gawerejo, hingga Kuro dan perbaikan gorong-gorong.

 

‘’Masyarakat sekitar tidak perlu khawatir masalah ketersediaan air di musim kemarau, karena sebelumnya mereka bergantung dari dam Margoanyar yang sekarang dibuka,” ujarnya.

 

Disinggung terkait penanganan banjir. Bupati Yes menjelaskan, porsi Pemkab dalam penanganan banjir, masih menunggu instruksi pusat. Dia mencontohkan, ketika Pemkab akan membeli pompa, tapi BBWS meminta untuk dihentikan dulu. Sebab, perlu dihitung ulang.

 

Sehingga, diakuinya, Pemkab lebih memprioritaskan pintunya dulu, melakukan pengerukan supaya arus lancar, dan melakukan pekerjaan utama dengan memperbaiki saluran dan seterusnya.

Baca Juga :  Termotivasi Cetak Gol

 

Terkait porsi anggaran, terang dia, sebelumnya Wakil Gubernur Jatim sudah memperkirakan kebutuhan dalam penanganan Bengawan Jero. Namun, lanjut dia, nantinya tetap dilakukan koordinasi lagi. Sehingga bisa diketahui kewenangan daerah dimana.

 

Bupati Yes mengatakan, penanganan banjir ini melibatkan banyak pihak karena kewenangannya berbeda. Sehingga, Pemkab memilih melakukan pekerjaan utama dengan menyelesaikan permasalahan yang mendesak. Seperti perbaikan pintu dan sebagainya. Setelah itu, hasil koordinasi dengan BBWS dan provinsi akan ditindak lanjuti untuk selanjutnya menjadi evaluasi berjangka.

 

‘’Kita terus komunikasi dengan pusat dan provinsi, mana yang menjadi tanggung jawab daerah akan dilakukan berapapun kebutuhan dananya,” imbuhnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/