alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Cakupan Imunisasi Tiga Kecamatan di Lamongan Rendah

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persentase imunisasi measles rubella (MR) di tiga kecamatan masih rendah. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan, dr Indra Tsani, menjelaskan, cakupan imunisasi MR di Puskesmas Maduran baru 47 persen atau 712 balita dari proyeksi 1.210 balita.

 

Di Puskesmas Sukodadi, dari proyeksi 1.622 balita, baru terealisasi 827 balita (49 persen). Dia beralasan, cakupan minim itu salah satunya karena tingkat kehadiran balita. Ada yang beralasan sakit maupun keperluan lain.

 

“Kita tetap optimistis bisa mencapai target 65 ribu sasaran. Sebab, dari target global rata-rata sudah 60 persen ke atas,” jelasnya.

- Advertisement -

 

Menurut Indra, ada beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Di antaranya, polio, rubella, difteri, tetanus, hepatitis, TB paru, dan pneumonia.

Baca Juga :  Penghujan, Produksi Petani Garam di Lamongan Tersendat

 

Dia menuturkan, imunisasi bagi balita usia 9 bulan sampai 59 bulan penting untuk membentuk kekebalan secara kelompok. (rka/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Persentase imunisasi measles rubella (MR) di tiga kecamatan masih rendah. Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan, dr Indra Tsani, menjelaskan, cakupan imunisasi MR di Puskesmas Maduran baru 47 persen atau 712 balita dari proyeksi 1.210 balita.

 

Di Puskesmas Sukodadi, dari proyeksi 1.622 balita, baru terealisasi 827 balita (49 persen). Dia beralasan, cakupan minim itu salah satunya karena tingkat kehadiran balita. Ada yang beralasan sakit maupun keperluan lain.

 

“Kita tetap optimistis bisa mencapai target 65 ribu sasaran. Sebab, dari target global rata-rata sudah 60 persen ke atas,” jelasnya.

- Advertisement -

 

Menurut Indra, ada beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi. Di antaranya, polio, rubella, difteri, tetanus, hepatitis, TB paru, dan pneumonia.

Baca Juga :  Pimpinan Definitif Tunggu SK Gubernur

 

Dia menuturkan, imunisasi bagi balita usia 9 bulan sampai 59 bulan penting untuk membentuk kekebalan secara kelompok. (rka/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Mobil Anggota TNI Diseruduk Truk

Kado Terindah Harlah ke-94 NU

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/