alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Sunday, September 25, 2022

Banyak Warung Lamongan Tak Beroperasi

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Warung Lamongan (LA) yang didirikan untuk menggerakkan perekonomian di tingkat desa mati suri. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Lamongan, M Zamroni, mengatakan, warung LA bertujuan menghidupkan kembali badan usaha milik desa (BUMDes).

 

Tahun lalu ada 91 warung LA. Namun, 46 unit saja yang beroperasi. Tahun ini, jumlahnya berkurang lagi karena manajemen pengelolaan yang kurang aktif.

 

Menurut Zamroni, pemkab memberikan stimulan satu warung Rp 50 juta pada 2019. Ada 90 warung yang sudah menyerap anggaran tersebut. Di lapangan, banyak yang belum beroperasi. “Warungnya ada yang masih utuh tapi tidak dibuka ada yang buka tapi tidak berkembang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

- Advertisement -

 

Baca Juga :  Kesulitan Dapatkan Lawan Uji Coba

Zamroni berharap desa yang sudah memiliki warung LA, dihidupkan lagi. “Kita sudah sampaikan ke desa supaya menghidupkan warung LA. Harapannya bisa menggairahkan ekonomi di tingkat desa,” tuturnya.

 

Sementara itu, LA Mart yang ada tiga unit di level kecamatan, sudah tutup.

 

“Nanti kita data ulang supaya yang kemarin sudah ada bangunannya untuk dihidupkan lagi. Kalau memang ada kendala agar dicarikan solusi bersama,” katanya. (rka/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Warung Lamongan (LA) yang didirikan untuk menggerakkan perekonomian di tingkat desa mati suri. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Lamongan, M Zamroni, mengatakan, warung LA bertujuan menghidupkan kembali badan usaha milik desa (BUMDes).

 

Tahun lalu ada 91 warung LA. Namun, 46 unit saja yang beroperasi. Tahun ini, jumlahnya berkurang lagi karena manajemen pengelolaan yang kurang aktif.

 

Menurut Zamroni, pemkab memberikan stimulan satu warung Rp 50 juta pada 2019. Ada 90 warung yang sudah menyerap anggaran tersebut. Di lapangan, banyak yang belum beroperasi. “Warungnya ada yang masih utuh tapi tidak dibuka ada yang buka tapi tidak berkembang,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

- Advertisement -

 

Baca Juga :  Kesulitan Dapatkan Lawan Uji Coba

Zamroni berharap desa yang sudah memiliki warung LA, dihidupkan lagi. “Kita sudah sampaikan ke desa supaya menghidupkan warung LA. Harapannya bisa menggairahkan ekonomi di tingkat desa,” tuturnya.

 

Sementara itu, LA Mart yang ada tiga unit di level kecamatan, sudah tutup.

 

“Nanti kita data ulang supaya yang kemarin sudah ada bangunannya untuk dihidupkan lagi. Kalau memang ada kendala agar dicarikan solusi bersama,” katanya. (rka/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Nyambi Bisnis Keripik  Tempe

”Pelesiran” Wakil (i) Rakyat

Artikel Terbaru

Telur Mata Sapi

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar


/