alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Disnakertransos: Tingkatkan Kompetensi Warga Lamongan

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Lamongan menurun 0,24 poin dari 5,1 persen (2020) menjadi 4,9 persen tahun lalu.

 

Kepala Disnakertransos Lamongan, Agus Cahyono, mengatakan, salah satu indikasi penurunan TPT di Lamongan dengan peningkatan soft skill dari masyarakat. Sehingga, bisa membuka peluang usaha.

 

Sebab, lanjut dia, generasi muda Lamongan tidak hanya bergantung jumlah lowongan pekerjaan. Mereka bisa menciptakan usaha sendiri. Pemkab berusaha mendukung dengan fasilitas pelatihan proses produk makanan, teknik las listrik, menjahit, dan pelatihan tata rias. “Kita berusaha untuk memfasilitas kebutuhan pekerja dan penerima kerja salah satunya dengan membantu peningkatan kemampuan dari pekerja,” ujarnya.

- Advertisement -

 

Baca Juga :  Bupati Yes Bangga dengan Pramuka Lamongan

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menuturkan, peluang usaha bisa diciptakan dengan kemauan besar untuk belajar. Salah satunya, belajar meningkatkan kemampuan agar bisa menangkap perubahan zaman dan melihat tantangan perubahan yang menuntut selalu berpikir kreatif dan inovatif.

 

Bupati Yes berharap, generasi muda Lamongan bisa memanfaatkan kesempatan pelatihan-pelatihan sebaik mungkin untuk pengembangan karir ke depannya. Sebab ilmu yang dimiliki tidak akan pernah sia-sia dan akan tetap bermanfaat ke depannya. “Intinya jangan malas, dan TPT ini bisa terus mengalami penurunan jika generasi muda Lamongan memiliki pemikiran terbuka dan ingin terus belajar,” terangnya. (rka/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Lamongan menurun 0,24 poin dari 5,1 persen (2020) menjadi 4,9 persen tahun lalu.

 

Kepala Disnakertransos Lamongan, Agus Cahyono, mengatakan, salah satu indikasi penurunan TPT di Lamongan dengan peningkatan soft skill dari masyarakat. Sehingga, bisa membuka peluang usaha.

 

Sebab, lanjut dia, generasi muda Lamongan tidak hanya bergantung jumlah lowongan pekerjaan. Mereka bisa menciptakan usaha sendiri. Pemkab berusaha mendukung dengan fasilitas pelatihan proses produk makanan, teknik las listrik, menjahit, dan pelatihan tata rias. “Kita berusaha untuk memfasilitas kebutuhan pekerja dan penerima kerja salah satunya dengan membantu peningkatan kemampuan dari pekerja,” ujarnya.

- Advertisement -

 

Baca Juga :  Ingin Seperti BJ Habibie

Sementara itu, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menuturkan, peluang usaha bisa diciptakan dengan kemauan besar untuk belajar. Salah satunya, belajar meningkatkan kemampuan agar bisa menangkap perubahan zaman dan melihat tantangan perubahan yang menuntut selalu berpikir kreatif dan inovatif.

 

Bupati Yes berharap, generasi muda Lamongan bisa memanfaatkan kesempatan pelatihan-pelatihan sebaik mungkin untuk pengembangan karir ke depannya. Sebab ilmu yang dimiliki tidak akan pernah sia-sia dan akan tetap bermanfaat ke depannya. “Intinya jangan malas, dan TPT ini bisa terus mengalami penurunan jika generasi muda Lamongan memiliki pemikiran terbuka dan ingin terus belajar,” terangnya. (rka/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Penjualan Turun, Tetap Produksi

Sekarang Miliki Nama Taman 

Artikel Terbaru


/