alexametrics
23.3 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Berencana Ajukan Perpanjangan PPDB

Mayoritas SMPN di Lamongan Sulit Penuhi Pagu

LAMONGAN, Radar Lamongan – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP Negeri sudah ditutup beberapa hari yang lalu. Namun, pantauan wartawan koran ini, mayoritas lembaga kesulitan memenuhi pagu hingga PPDB terakhir Jumat (13/5) lalu. Termasuk belum semua pagu sekolah di pusat Kota Soto yang terpenuhi. Salah satunya SMPN 5 Lamongan.

 

Salah satu petugas PPDB SMPN 5 Lamongan Pri menuturkan, jumlah pendaftar dari jalur afirmasi hanya 3 siswa. Sedangkan, untuk zonasi 110 pendaftar, serta pagu lembaga total ada 224 siswa.

 

Sehingga, kekurangannya masih cukup banyak, tapi secara sistim sudah ditutup. Menurut dia, untuk pendaftar dari jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua tidak ada. Pendaftar hanya dari dua jalur.

 

‘’Kalau secara sistim sudah tutup. Terkait kekurangan pagu, biasanya lembaga bisa mengajukan perpanjangan setelah pengumuman,’’ ujarnya.

 

Salah satu panitia PPDB SMPN 4 Lamongan Abdul Kholik mengaku belum terpenuhi pagunya. Dari pagu 258 siswa, baru terisi 193 siswa. Sehingga, masih terdapat kekurangan yang kemungkinan juga diajukan perpanjangan.

Baca Juga :  233 Lembaga Kemenag Lamongan Ajukan Bantuan Operasional Pendidikan

 

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Lamongan Yayuk Setya Rahayu juga mengkonfirmasi jika pagu di lembaganya belum terpenuhi. Sehingga, lembaga mengajukan perpanjangan hingga satu minggu ke depan.

 

Menurut dia, untuk jumlah pendaftar sebenarnya sudah melebihi pagu yang ditetapkan. Namun, dari hasil verifikasi sementara, terdapat pendaftar yang tidak memenuhi syarat. Misalnya masih menggunakan keterangan domisili bukan KSK.

 

‘’Kita masih menunggu hasil validasi. Mudah-mudahan memenuhi pagunya,’’ harapnya.

 

Kondisi serupa juga dialami SMP Negeri pinggiran. Salah satunya SMPN 1 Kalitengah yakni dari pagu 160 siswa baru terpenuhi 123 siswa. Kepala SMPN 1 Kalitengah Sukahar mengatakan, ada informasi yang belum sampai ke orang tua siswa karena masih banjir. Sehingga, menurut dia, ada kemungkinan siswa yang belum mendaftar. Karena itu, lembaga akan mengajukan perpanjangan agar semua siswa bisa tertampung.

Baca Juga :  Kacabdin Pendidikan Baru Siap Bersinergi

 

‘’Kalau dari pemetaan lembaga masih ada siswa SD yang belum mendaftar, jadi kita akan mengajukan ke dinas untuk tambahan waktu,’’ imbuhnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif menjelaskan, kini secara sistim sudah tutup. Sesuai jadwal, lembaga harus segera melakukan verifikasi dan validasi. Setelah itu, pengumuman serentak yang dijadwalkan besok (17/5).

 

Terkait perpanjangan pendaftaran, Munif mengaku belum bisa berkomentar banyak. Dia meminta agar proses pendaftaran sesuai juknis yang dibuat. Setelah itu, akan dilakukan beberapa evaluasi. Terkait kemungkinan dilakukan perpanjangan.

 

‘’Kita juga melihat, kemungkinan lembaga tersebut untuk bisa memenuhi pagu berapa persen  baru diberikan izin perpanjangan,’’ katanya.

 

Munif menuturkan, untuk PPDB tahun ini sudah diprediksi terjadi penurunan jumlah siswa. Selain keberhasilan KB, juga keinginan orang tua menyekolahkan putranya ke pondok pesantren.

 

‘’Sehingga, untuk jumlah lulusan SD/MI memang sudah terpetakan,’’ terangnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jenjang SMP Negeri sudah ditutup beberapa hari yang lalu. Namun, pantauan wartawan koran ini, mayoritas lembaga kesulitan memenuhi pagu hingga PPDB terakhir Jumat (13/5) lalu. Termasuk belum semua pagu sekolah di pusat Kota Soto yang terpenuhi. Salah satunya SMPN 5 Lamongan.

 

Salah satu petugas PPDB SMPN 5 Lamongan Pri menuturkan, jumlah pendaftar dari jalur afirmasi hanya 3 siswa. Sedangkan, untuk zonasi 110 pendaftar, serta pagu lembaga total ada 224 siswa.

 

Sehingga, kekurangannya masih cukup banyak, tapi secara sistim sudah ditutup. Menurut dia, untuk pendaftar dari jalur prestasi dan perpindahan tugas orang tua tidak ada. Pendaftar hanya dari dua jalur.

 

‘’Kalau secara sistim sudah tutup. Terkait kekurangan pagu, biasanya lembaga bisa mengajukan perpanjangan setelah pengumuman,’’ ujarnya.

 

Salah satu panitia PPDB SMPN 4 Lamongan Abdul Kholik mengaku belum terpenuhi pagunya. Dari pagu 258 siswa, baru terisi 193 siswa. Sehingga, masih terdapat kekurangan yang kemungkinan juga diajukan perpanjangan.

Baca Juga :  Persela Lamongan Bergantung Tim Lain

 

Sementara itu, Kepala SMPN 2 Lamongan Yayuk Setya Rahayu juga mengkonfirmasi jika pagu di lembaganya belum terpenuhi. Sehingga, lembaga mengajukan perpanjangan hingga satu minggu ke depan.

 

Menurut dia, untuk jumlah pendaftar sebenarnya sudah melebihi pagu yang ditetapkan. Namun, dari hasil verifikasi sementara, terdapat pendaftar yang tidak memenuhi syarat. Misalnya masih menggunakan keterangan domisili bukan KSK.

 

‘’Kita masih menunggu hasil validasi. Mudah-mudahan memenuhi pagunya,’’ harapnya.

 

Kondisi serupa juga dialami SMP Negeri pinggiran. Salah satunya SMPN 1 Kalitengah yakni dari pagu 160 siswa baru terpenuhi 123 siswa. Kepala SMPN 1 Kalitengah Sukahar mengatakan, ada informasi yang belum sampai ke orang tua siswa karena masih banjir. Sehingga, menurut dia, ada kemungkinan siswa yang belum mendaftar. Karena itu, lembaga akan mengajukan perpanjangan agar semua siswa bisa tertampung.

Baca Juga :  Bikin Konten Kuliner

 

‘’Kalau dari pemetaan lembaga masih ada siswa SD yang belum mendaftar, jadi kita akan mengajukan ke dinas untuk tambahan waktu,’’ imbuhnya.

 

Kepala Dinas Pendidikan Lamongan Munif Syarif menjelaskan, kini secara sistim sudah tutup. Sesuai jadwal, lembaga harus segera melakukan verifikasi dan validasi. Setelah itu, pengumuman serentak yang dijadwalkan besok (17/5).

 

Terkait perpanjangan pendaftaran, Munif mengaku belum bisa berkomentar banyak. Dia meminta agar proses pendaftaran sesuai juknis yang dibuat. Setelah itu, akan dilakukan beberapa evaluasi. Terkait kemungkinan dilakukan perpanjangan.

 

‘’Kita juga melihat, kemungkinan lembaga tersebut untuk bisa memenuhi pagu berapa persen  baru diberikan izin perpanjangan,’’ katanya.

 

Munif menuturkan, untuk PPDB tahun ini sudah diprediksi terjadi penurunan jumlah siswa. Selain keberhasilan KB, juga keinginan orang tua menyekolahkan putranya ke pondok pesantren.

 

‘’Sehingga, untuk jumlah lulusan SD/MI memang sudah terpetakan,’’ terangnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/