alexametrics
24.5 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Hewan Ternak Suspek PMK

Dua Hari Bertambah 49 Kasus PMK di Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Lamongan semakin mewabah. Dua hari ditemukan tambahan 49 kasus baru. Sehingga total kumulatif ternak suspek PMK sebanyak 197 ternak.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Wahyudi menjelaskan, untuk jumlah ternak dipastikan terus mengalami kenaikan. Karena pemeriksaan ternak dilakukan rutin untuk meminimalisasi penularan.

 

Menurut dia, penularan PMK sangat mudah melalui udara. Sehingga, ternak satu populasi dalam kandang harus dipisahkan. ‘’Saat ini yang sudah masuk suspek langsung dipisahkan guna memutus penularan,’’ terang Wahyudi.

 

Wahyudi mengatakan, untuk risiko kematian termasuk rendah. Karena dari awal ditemukan kasus di Lamongan hanya lima ternak mati diduga PMK. Namun, pihaknya belum bisa memastikan ternak mati tersebut positif PMK. Tidak dilalukan pemeriksaan khusus, karena biaya untuk melakukan pemeriksaan mahal.

Baca Juga :  Manajemen Persela Rekrut Pelatih Fisik PON Jabar

 

‘’Kalau untuk pemeriksaan semua alokasinya tidak ada, jadi kita lakukan pendekatan melalui penyemprotan dan pengobatan sesuai gejalanya,’’ ujarnya.

 

Wahyudi menuturkan, pemeriksaan dilakukan petugas kecamatan masing-masing. Jika ditemukan ternak dengan gejala mengarah ke PMK langsung dilakukan karantina. Sementara dilakukan 14 hari. Termasuk menutup akses keluar masuk ternak dari luar kota.

 

Dia berharap dengan upaya yang dilakukan sekarang bisa memutus rantai penularan PMK. Kini penyebarannya sudah mencakup 27 desa di 11 kecamatan. Jumlah ini masih dimungkinkan bertambah, karena pelacakan terus ditingkatkan.

 

Wahyudi memastikan penyakit ini tidak menular ke manusia. Namun, sebagai antisipasi ada beberapa anggota tubuh ternak yang tidak boleh dikonsumsi. Khususnya mulut yang menjadi pangkal penularan.

Baca Juga :  Waspadai Demam Berdarah

 

‘’Itu kenapa kita minta penyembelihan ternak di RPH,” pungkasnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di Lamongan semakin mewabah. Dua hari ditemukan tambahan 49 kasus baru. Sehingga total kumulatif ternak suspek PMK sebanyak 197 ternak.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan Wahyudi menjelaskan, untuk jumlah ternak dipastikan terus mengalami kenaikan. Karena pemeriksaan ternak dilakukan rutin untuk meminimalisasi penularan.

 

Menurut dia, penularan PMK sangat mudah melalui udara. Sehingga, ternak satu populasi dalam kandang harus dipisahkan. ‘’Saat ini yang sudah masuk suspek langsung dipisahkan guna memutus penularan,’’ terang Wahyudi.

 

Wahyudi mengatakan, untuk risiko kematian termasuk rendah. Karena dari awal ditemukan kasus di Lamongan hanya lima ternak mati diduga PMK. Namun, pihaknya belum bisa memastikan ternak mati tersebut positif PMK. Tidak dilalukan pemeriksaan khusus, karena biaya untuk melakukan pemeriksaan mahal.

Baca Juga :  DPRD Lamongan Minta Tinjau Ulang Kenaikan PPN

 

‘’Kalau untuk pemeriksaan semua alokasinya tidak ada, jadi kita lakukan pendekatan melalui penyemprotan dan pengobatan sesuai gejalanya,’’ ujarnya.

 

Wahyudi menuturkan, pemeriksaan dilakukan petugas kecamatan masing-masing. Jika ditemukan ternak dengan gejala mengarah ke PMK langsung dilakukan karantina. Sementara dilakukan 14 hari. Termasuk menutup akses keluar masuk ternak dari luar kota.

 

Dia berharap dengan upaya yang dilakukan sekarang bisa memutus rantai penularan PMK. Kini penyebarannya sudah mencakup 27 desa di 11 kecamatan. Jumlah ini masih dimungkinkan bertambah, karena pelacakan terus ditingkatkan.

 

Wahyudi memastikan penyakit ini tidak menular ke manusia. Namun, sebagai antisipasi ada beberapa anggota tubuh ternak yang tidak boleh dikonsumsi. Khususnya mulut yang menjadi pangkal penularan.

Baca Juga :  DPRD Lamongan Berkoordinasi Dengan BBWS

 

‘’Itu kenapa kita minta penyembelihan ternak di RPH,” pungkasnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/