alexametrics
29.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Warga Meminta Bantuan Mobil Pengangkut

Akses Jalan di Lamongan Kembali Terendam 30 Cm

LAMONGAN, Radar Lamongan – Akses jalan di Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Lamongan sempat surut dari rendaman. Namun, genangan air setinggi 30 centimeter (cm) kembali terjadi hingga genap tujuh hari ini.

 

Rendaman sebelumnya, terdapat bantuan kendaraan penyeberangan dari Pemkab Lamongan. Kini, warga berharap ada bantuan pikap untuk membantu mobilisasi warga di sana. Sebab, banyak motor mengalami kerusakan mesin saat melintas jalan yang terendam air sepanjang 1 kilometer (km).

 

Salah satu warga Desa Kemlagilor Kecamatan Turi Lamongan Arip menuturkan, warga sangat membutuhkan bantuan mobil pengangkut. Menurut dia, rendaman air yang cukup dalam, membuat motor mogok.

 

‘’Kita sangat membutuhkan bantuan mobil pengangkut. Ini jalan utama yang biasa dilewati warga ke pabrik atau bekerja,” terang Arip kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (15/5).

Baca Juga :  Bukti Komitmen Sukseskan UNBK 100 Persen 

 

Arip mengatakan, saat banjir sebelumnya ada bantuan mobil pengangkut dari pemerintah. Namun, dia menyayangkan, saat itu pikap hanya dioperasikan saat pagi. Sehingga, warga yang pulang kerja kesulitan.

 

‘’Selain itu, butuh pembersihan eceng gondok, sehingga aliran sungai bisa normal kembali,” imbuhnya.

 

Salah satu pengguna jalan asal Desa Kruwul, Turi Abu Siri mengakui banyak mobil matik yang tidak bisa jalan karena terlalu dalam. ‘’Warga butuh bantuan mobil pengangkut, agar nantinya bisa dipermudah dan motor tidak cepat rusak,” harapnya.

 

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan Moh. Muslimin Menuturkan, pihaknya perlu mengecek kondisi banjir di lapangan. Muslimin memastikan, pihaknya bersiap membantu menurunkan armada. ‘’Kami siap menurunkan armada pengangkut untuk membantu warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Disnakertransos: Tingkatkan Kompetensi Warga Lamongan

 

Dia memperkirakan, intensitas hujan hingga akhir bulan ini dan puncaknya pada pertengahan bulan depan. Sehingga, intensitas hujan yang masih tinggi cukup memperparah banjir di Bengawan Jero.

 

‘’Untuk mengurangi debit air di Bengawan Jero, ada dua pompa antara di Melik dan Kuro. Segera dimaksimalkan saat debit air naik,” terangnya. (sip/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Akses jalan di Desa Kemlagilor, Kecamatan Turi, Lamongan sempat surut dari rendaman. Namun, genangan air setinggi 30 centimeter (cm) kembali terjadi hingga genap tujuh hari ini.

 

Rendaman sebelumnya, terdapat bantuan kendaraan penyeberangan dari Pemkab Lamongan. Kini, warga berharap ada bantuan pikap untuk membantu mobilisasi warga di sana. Sebab, banyak motor mengalami kerusakan mesin saat melintas jalan yang terendam air sepanjang 1 kilometer (km).

 

Salah satu warga Desa Kemlagilor Kecamatan Turi Lamongan Arip menuturkan, warga sangat membutuhkan bantuan mobil pengangkut. Menurut dia, rendaman air yang cukup dalam, membuat motor mogok.

 

‘’Kita sangat membutuhkan bantuan mobil pengangkut. Ini jalan utama yang biasa dilewati warga ke pabrik atau bekerja,” terang Arip kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (15/5).

Baca Juga :  Bukti Komitmen Sukseskan UNBK 100 Persen 

 

Arip mengatakan, saat banjir sebelumnya ada bantuan mobil pengangkut dari pemerintah. Namun, dia menyayangkan, saat itu pikap hanya dioperasikan saat pagi. Sehingga, warga yang pulang kerja kesulitan.

 

‘’Selain itu, butuh pembersihan eceng gondok, sehingga aliran sungai bisa normal kembali,” imbuhnya.

 

Salah satu pengguna jalan asal Desa Kruwul, Turi Abu Siri mengakui banyak mobil matik yang tidak bisa jalan karena terlalu dalam. ‘’Warga butuh bantuan mobil pengangkut, agar nantinya bisa dipermudah dan motor tidak cepat rusak,” harapnya.

 

Kabid Logistik dan Kedaruratan BPBD Lamongan Moh. Muslimin Menuturkan, pihaknya perlu mengecek kondisi banjir di lapangan. Muslimin memastikan, pihaknya bersiap membantu menurunkan armada. ‘’Kami siap menurunkan armada pengangkut untuk membantu warga,” ujarnya.

Baca Juga :  Berharap Lamongan Makin Maju

 

Dia memperkirakan, intensitas hujan hingga akhir bulan ini dan puncaknya pada pertengahan bulan depan. Sehingga, intensitas hujan yang masih tinggi cukup memperparah banjir di Bengawan Jero.

 

‘’Untuk mengurangi debit air di Bengawan Jero, ada dua pompa antara di Melik dan Kuro. Segera dimaksimalkan saat debit air naik,” terangnya. (sip/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Guru Nyambi Perias

41 Orang Pulang, Dua Positif

Artikel Terbaru


/