alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Nasib Elite Pro Academy di Lamongan Belum Diputuskan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hingga saat ini, Direktur Teknik Persela Lamongan, Gustavo Lopez, belum mengungkapkan konsep pembinaan pemain ke publik. Program Elite Pro Academy (EPA) pun belum bisa dipastikan kelanjutannya.

 

Direktur EPA, Didik Ludiyanto, mengakui EPA hanya ada di Liga 1. Dia belum mengetahui di Liga 2 nanti bentuknya seperti apa.

 

Namun, mantan pelatih Persela di Piala Menpora itu memastikan pembinaan usia dini tetap dilakukan dan ditingkatkan. Tujuannya, memberikan kesempatan bagi generasi muda, khususnya di Lamongan.

 

“Pembinaan tetap kita lakukan dan memang wajib,” ujarnya.

 

Mantan pelatih Persela U-18, Ragil Sudirman, mengatakan, Persela sekarang masih memburu pelatih kepala untuk memimpin kompetisi musim depan. Selama menyelesaikan kompetisi lalu, tidak ada pelatih kepala. Dia hanya sebagai karteker.

Baca Juga :  Sejumlah Fasum di Lamongan Ditempeli Kertas

 

Ragil menilai pemain  kelompok usia sangat mungkin bergabung dengan tim senior. Apalagi, sudah banyak pemain dari EPA maupun ISL U21 yang diorbitkan. Di antaraya Dendy Sulistyawan, Eki Taufik, dan Rizky Putro Utomo.

 

Ragil berharap pemain muda tetap memiliki semangat besar untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan.

 

Terkait nasib EPA ke depan, Ragil meminta menunggu regulasi dari federasi. Dia hanya meminta pemain muda tetap berlatih agar siap bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu klub senior. (rka/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Hingga saat ini, Direktur Teknik Persela Lamongan, Gustavo Lopez, belum mengungkapkan konsep pembinaan pemain ke publik. Program Elite Pro Academy (EPA) pun belum bisa dipastikan kelanjutannya.

 

Direktur EPA, Didik Ludiyanto, mengakui EPA hanya ada di Liga 1. Dia belum mengetahui di Liga 2 nanti bentuknya seperti apa.

 

Namun, mantan pelatih Persela di Piala Menpora itu memastikan pembinaan usia dini tetap dilakukan dan ditingkatkan. Tujuannya, memberikan kesempatan bagi generasi muda, khususnya di Lamongan.

 

“Pembinaan tetap kita lakukan dan memang wajib,” ujarnya.

 

Mantan pelatih Persela U-18, Ragil Sudirman, mengatakan, Persela sekarang masih memburu pelatih kepala untuk memimpin kompetisi musim depan. Selama menyelesaikan kompetisi lalu, tidak ada pelatih kepala. Dia hanya sebagai karteker.

Baca Juga :  Dua Polisi Dipecat Tidak Hormat

 

Ragil menilai pemain  kelompok usia sangat mungkin bergabung dengan tim senior. Apalagi, sudah banyak pemain dari EPA maupun ISL U21 yang diorbitkan. Di antaraya Dendy Sulistyawan, Eki Taufik, dan Rizky Putro Utomo.

 

Ragil berharap pemain muda tetap memiliki semangat besar untuk berlatih dan meningkatkan kemampuan.

 

Terkait nasib EPA ke depan, Ragil meminta menunggu regulasi dari federasi. Dia hanya meminta pemain muda tetap berlatih agar siap bila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk membantu klub senior. (rka/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Dinding Penutup Tebing Longsor

Dekati 10 Ribu Peserta Tryout CBT SMP

Artikel Terbaru

/