alexametrics
24.1 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Sebulan Harga Naik Dua Kali

Penjualan Tiga Jenis BBM di Lamongan Lesu

LAMONGAN, Radar Lamongan – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite masih lesu. Apalagi awal bulan ini, harga ketiga jenis BBM ini mengalami kenaikan harga cukup signifikan.

 

Pertamax turbo dari Rp 13.500 ribu menjadi Rp 14.500, kenaikannya Rp 1000 per liter. Dexlite harga sebelumnya Rp 12.150 menjadi Rp 12.950, kenaikannya Rp 800 perliter. Sedangkan pertamina dex, harganya 13.700, sebelumnya Rp 13.200 naik Rp 500 perliter.

 

Direktur SPBU Basuki Rahmad Lamongan Adi Nugroho mengatakan, kenaikan ini sudah dua kali, yakni pada 12 Februari dan 3 Maret. Kenaikannya yang terakhir tidak banyak, karena sebelumnya sudah naik signifikan. Bulan lalu, kenaikan dari ketiga jenis ini masing-masing Rp 1.000 lebih per liter. Meski begitu, Adi mengaku untuk pembelian tiga jenis BBM ini selalu standar.

Baca Juga :  Dua Minggu Sekali Agendakan Lari 21 Km

 

‘’Dari sebelum naik, konsumennya memang tertentu. Sehingga penjualan tiga jenis ini memang stagnan. Sebab konsumennya terbatas,” ujarnya.

 

Adi menjelaskan, setiap jenis bahan bakar memiliki konsumennya masing-masing. Namun, penjualan terbanyak jenis pertalite dan pertamax. Sebab, harga keduanya masih stabil. Yakni Rp 7.650 per liter untuk pertalite. Sedangkan, pertamax Rp 9 ribu per liter. Menurut dia, untuk penjualan sudah kembali normal, karena aktivitas pekerja kantor dan sekolah sudah mulai normal.

 

‘’Kalau penjualan sudah membaik. Tapi untuk jenis pertalite dan pertamax, karena harganya terjangkau,” jelasnya.

 

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus Deny Djukardi mengatakan, untuk konsumsi bahan bakar pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite cenderung stagnan.

Baca Juga :  DPRD Lamongan Soroti Kinerja Dinas Peternakan

 

Padahal, untuk jenis bahan bakar ini sebenarnya menyesuaikan dengan kualifikasi kendaraan pemilik. Artinya, jika kendaraannya bagus, tapi bahan bakarnya biasa tentu kurang efektif untuk mesin.

 

Namun, kesadaran dari konsumen masih rendah. Sehingga tetap menggunakan bahan bakar biasa. Ke depan, pertamina meminta konsumen untuk menggunakan bahan bakar sesuai dengan standar kendaraannya.

 

‘’Kita akan melakukan pendekatan, agar pemilik kendaraan memiliki kesadaran untuk menggunakan bahan bakar, yang sesuai dengan kualitas kendaraan yang dimiliki. Dengan harapan bisa mengurangi emisi karbon,” terangnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Penjualan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite masih lesu. Apalagi awal bulan ini, harga ketiga jenis BBM ini mengalami kenaikan harga cukup signifikan.

 

Pertamax turbo dari Rp 13.500 ribu menjadi Rp 14.500, kenaikannya Rp 1000 per liter. Dexlite harga sebelumnya Rp 12.150 menjadi Rp 12.950, kenaikannya Rp 800 perliter. Sedangkan pertamina dex, harganya 13.700, sebelumnya Rp 13.200 naik Rp 500 perliter.

 

Direktur SPBU Basuki Rahmad Lamongan Adi Nugroho mengatakan, kenaikan ini sudah dua kali, yakni pada 12 Februari dan 3 Maret. Kenaikannya yang terakhir tidak banyak, karena sebelumnya sudah naik signifikan. Bulan lalu, kenaikan dari ketiga jenis ini masing-masing Rp 1.000 lebih per liter. Meski begitu, Adi mengaku untuk pembelian tiga jenis BBM ini selalu standar.

Baca Juga :  Masyarakat Cenderung Beli Emas Di Pasar Baru Lamongan

 

‘’Dari sebelum naik, konsumennya memang tertentu. Sehingga penjualan tiga jenis ini memang stagnan. Sebab konsumennya terbatas,” ujarnya.

 

Adi menjelaskan, setiap jenis bahan bakar memiliki konsumennya masing-masing. Namun, penjualan terbanyak jenis pertalite dan pertamax. Sebab, harga keduanya masih stabil. Yakni Rp 7.650 per liter untuk pertalite. Sedangkan, pertamax Rp 9 ribu per liter. Menurut dia, untuk penjualan sudah kembali normal, karena aktivitas pekerja kantor dan sekolah sudah mulai normal.

 

‘’Kalau penjualan sudah membaik. Tapi untuk jenis pertalite dan pertamax, karena harganya terjangkau,” jelasnya.

 

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga regional Jatimbalinus Deny Djukardi mengatakan, untuk konsumsi bahan bakar pertamax turbo, pertamina dex, dan dexlite cenderung stagnan.

Baca Juga :  Silaturahmi, Semakin Dekatkan Pelayanan ke Masyarakat

 

Padahal, untuk jenis bahan bakar ini sebenarnya menyesuaikan dengan kualifikasi kendaraan pemilik. Artinya, jika kendaraannya bagus, tapi bahan bakarnya biasa tentu kurang efektif untuk mesin.

 

Namun, kesadaran dari konsumen masih rendah. Sehingga tetap menggunakan bahan bakar biasa. Ke depan, pertamina meminta konsumen untuk menggunakan bahan bakar sesuai dengan standar kendaraannya.

 

‘’Kita akan melakukan pendekatan, agar pemilik kendaraan memiliki kesadaran untuk menggunakan bahan bakar, yang sesuai dengan kualitas kendaraan yang dimiliki. Dengan harapan bisa mengurangi emisi karbon,” terangnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/