alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Takluk 2-0 dari Persebaya

Kiper Persela Lamongan Diganjar Kartu Merah

LAMONGAN, Radar Lamongan – Agenda uji coba Persela melawan Persik dan Bekasi FC batal akibat terganjal izin. Namun, diam-diam tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu menggelar uji coba melawan Persebaya di Lapangan Polda Jatim kemarin sore (13/7). Persela yang bermain dengan sepuluh pemain setelah kiper Chairil Zul Azhar dihukum kartu merah, takluk dua gol tanpa balas dari tim Bajul Ijo – julukan Persebaya.

 

Manajer Persela Fariz Julinar Maurisal membenarkan, laga melawan Persebaya memang tertutup. Sehingga, tidak diinformasikan sebelumnya. Namun, latihan bersama ini penting, agar pemain bisa belajar dari kesalahan.

 

Dia mengatakan, secara teknis merupakan kewenangan pelatih. Sebab, manajemen berusaha memfasilitasi, agar pemain merasakan atmosfer kompetisi dengan tim Liga 1.

Baca Juga :  Tiga Stoper Asing Mulai Trial

 

‘’Seharusnya kita sama Persik tanggal 14 Juli, karena tidak dapat izin batal, dan kemarin dengan Persebaya dilakukan tertutup,” ujarnya.

 

Asisten Pelatih Persela Ragil Sudirman mengakui latihan bersama bisa menjadi pembelajaran berharga untuk tim. Sehingga, ke depan seluruh pemain bisa belajar dari kesalahan sebelumnya.

 

Seperti yang terjadi kemarin, kiper melakukan pelanggaran di luar kotak pinalti. Sehingga harus diganjar kartu merah. Akibatnya itu merugikan pemain dan tim. Itu yang harus menjadi pelajaran dan evaluasi.

 

 

‘’Kalau secara khusus langsung head coach, tapi latihan bersama kemarin sangat berharga untuk tim,” ucapnya.  (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Agenda uji coba Persela melawan Persik dan Bekasi FC batal akibat terganjal izin. Namun, diam-diam tim berjuluk Laskar Joko Tingkir itu menggelar uji coba melawan Persebaya di Lapangan Polda Jatim kemarin sore (13/7). Persela yang bermain dengan sepuluh pemain setelah kiper Chairil Zul Azhar dihukum kartu merah, takluk dua gol tanpa balas dari tim Bajul Ijo – julukan Persebaya.

 

Manajer Persela Fariz Julinar Maurisal membenarkan, laga melawan Persebaya memang tertutup. Sehingga, tidak diinformasikan sebelumnya. Namun, latihan bersama ini penting, agar pemain bisa belajar dari kesalahan.

 

Dia mengatakan, secara teknis merupakan kewenangan pelatih. Sebab, manajemen berusaha memfasilitasi, agar pemain merasakan atmosfer kompetisi dengan tim Liga 1.

Baca Juga :  Batas Konfirmasi Pelunasan Haji Lamongan Pekan Depan

 

‘’Seharusnya kita sama Persik tanggal 14 Juli, karena tidak dapat izin batal, dan kemarin dengan Persebaya dilakukan tertutup,” ujarnya.

 

Asisten Pelatih Persela Ragil Sudirman mengakui latihan bersama bisa menjadi pembelajaran berharga untuk tim. Sehingga, ke depan seluruh pemain bisa belajar dari kesalahan sebelumnya.

 

Seperti yang terjadi kemarin, kiper melakukan pelanggaran di luar kotak pinalti. Sehingga harus diganjar kartu merah. Akibatnya itu merugikan pemain dan tim. Itu yang harus menjadi pelajaran dan evaluasi.

 

 

‘’Kalau secara khusus langsung head coach, tapi latihan bersama kemarin sangat berharga untuk tim,” ucapnya.  (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Bupati Tak Melarang Fredy

Pilkades Berlangsung Sekali

Belasan Warung akan Dibongkar

Artikel Terbaru


/