alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Sebaran Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Terbanyak di Tikung, Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus ternak suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) terbanyak ditemukan di Kecamatan Tikung. Jumlahnya 78 kasus.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Wahyudi, sebaran kasus suspek PMK tinggi lainnya terjadi di Kecamatan Kembangbahu dan Mantup (24), dan Sugio (14).

 

Menurut dia, dari total 148 ternak sakit suspek PMK, data terakhir menyebutkan 72 ternak dinyatakan sembuh. Indikasinya, ternak mau makan, luka di hidung tidak ada, luka kaki sembuh, dan tidak pincang lagi.

 

‘’Kita melihatnya dari gejala klinis, sebab yang diujikan lab hanya sampel saja. Sisanya yang mengalami gejala dilakukan karantina dan diberikan obat-obatan sesuai gejalanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Pelajari Tata Boga Lebih Dalam

 

Ternak yang dinyatakan sembuh, lanjut dia, tetap dalam pengawasan dan harus karantina. Sebab, ternak  itu masih berpotensi membawa virus, meski secara klinis sudah sembuh.

 

Berdasarkan hasil penelitian, PMK ini kategorinya sangat menular dengan periode 1-14 hari. Ternak populasi dalam satu kandang tetap dipisahkan untuk meminimalisasi risiko penularan.

 

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan, penanganan PMK ini dikembalikan ke daerah masing-masing. Di Lamongan, terus dilakukan pelacakan sehingga ada progres dan temuan baru. Petugas melakukan aksi di lapangan dengan pengobatan dan tambahan vitamin. Hasilnya, hewan suspek sudah mengalami pemulihan yang positif.

 

Bupati Yes mengatakan, dengan penetapan wabah oleh Kementan, penggunaan anggaran juga bisa menyesuaikan kebutuhan. “Kita sudah lakukan pengobatan tapi akan didroping lagi untuk memaksimalkan,” terangnya. (rka/yan)

Baca Juga :  HUT Ke-65, Satlantas Bagikan Masker dan Paket Sembako

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kasus ternak suspek penyakit mulut dan kuku (PMK) terbanyak ditemukan di Kecamatan Tikung. Jumlahnya 78 kasus.

 

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Lamongan, Wahyudi, sebaran kasus suspek PMK tinggi lainnya terjadi di Kecamatan Kembangbahu dan Mantup (24), dan Sugio (14).

 

Menurut dia, dari total 148 ternak sakit suspek PMK, data terakhir menyebutkan 72 ternak dinyatakan sembuh. Indikasinya, ternak mau makan, luka di hidung tidak ada, luka kaki sembuh, dan tidak pincang lagi.

 

‘’Kita melihatnya dari gejala klinis, sebab yang diujikan lab hanya sampel saja. Sisanya yang mengalami gejala dilakukan karantina dan diberikan obat-obatan sesuai gejalanya,” jelasnya.

Baca Juga :  Perkuat Karakter, Tanamkan Nilai Kepramukaan

 

Ternak yang dinyatakan sembuh, lanjut dia, tetap dalam pengawasan dan harus karantina. Sebab, ternak  itu masih berpotensi membawa virus, meski secara klinis sudah sembuh.

 

Berdasarkan hasil penelitian, PMK ini kategorinya sangat menular dengan periode 1-14 hari. Ternak populasi dalam satu kandang tetap dipisahkan untuk meminimalisasi risiko penularan.

 

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menuturkan, penanganan PMK ini dikembalikan ke daerah masing-masing. Di Lamongan, terus dilakukan pelacakan sehingga ada progres dan temuan baru. Petugas melakukan aksi di lapangan dengan pengobatan dan tambahan vitamin. Hasilnya, hewan suspek sudah mengalami pemulihan yang positif.

 

Bupati Yes mengatakan, dengan penetapan wabah oleh Kementan, penggunaan anggaran juga bisa menyesuaikan kebutuhan. “Kita sudah lakukan pengobatan tapi akan didroping lagi untuk memaksimalkan,” terangnya. (rka/yan)

Baca Juga :  Cek Ulang Patok Jalan Lingkar Utara Lamongan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/