alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Dua Gelombang Demo di Lamongan Tolak Presiden 3 Periode

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dua aksi gerakan mahasiswa dilakukan di gedung DPRD dan Pemkab Lamongan kemarin (13/4). Aksi turun jalan ke gedung DPRD dilakukan DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lamongan.

 

Sementara aksi demo ke gedung pemkab dilakukan PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan. Dua gelombang demo itu sama – sama menyampaikan tuntutan menolak masa jabatan presiden tiga priode, tolak kenaikan BBM, minyak goreng, dan PPN. Hanya, IMM juga menolak perpindahan ibukota negara.

 

Saat di depan gedung DPRD, massa ditemui Wakil Ketua DPRD Retno Wardhani dan anggota Mahfud Shodiq. Karena tidak ada kata sepakat terkait tuntutan masuk ke ruang paripurna, massa bergerak ke teras gedung DPRD. Tidak ada kata sepakat lagi, massa memilih menunggu di teras.

Baca Juga :  13 Tersangka Narkoba di Lamongan Saling Kenal

 

Sekitar pukul 14.20, Retno kembali menemui massa. Kali ini dia bersama anggota DPRD Abdul Somad. Keduanya kemudian diminta menulis nama dan tanda tangan di pakta integritas yang dibawa mahasiswa. Namun, setelah ditandatangani, lembaran kertas itu disobek Ketua DPC GMNI Lamongan, Amir Mahfud.

 

Retno menuturkan, pendemo ingin masuk ke ruang rapat paripurna. Pihaknya sudah meminta perwakilan audiensi untuk berdiskusi. Namun, pendemo ngotot semuanya ingin masuk.

 

‘’Aspirasi semuanya tetap kita terima. DPRD tugasnya menerima aspirasi semua masyarakat dan pendemo. Teman-teman dewan juga sudah menemui pendemo,” tuturnya.

 

Menurut wakil rakyat dari Partai Demokrat ini, partainya juga tidak setuju terkait presiden  tiga presiden.

 

“Kita akan sampaikan ke pusat. Ini aspirasi masyakat Lamongan. Pembuat keputusan itu oleh pusat, kita tidak punya wewenang,” tuturnya.

Baca Juga :  PD AULJ: Calon Tunggal Tidak Otomatis Lolos

 

Ketua PC PMII Lamongan, M Sirojul Munir menuturkan, pihaknya menginginkan ketua DPRD yang menemui mahasiswa. “Melihat sikap DPRD, kita kecewa,” tuturnya.

 

Ketua DPC GMNI Lamongan, Amir Mahfud, juga menyampaikan kekecewaannya. ‘’Kita memang sengaja melakukan sobek pakta integritas,’’ ujarnya.

 

Sementara itu, aktivis IMM yang berdemo di gedung pemkab, ditemui Asisten 1 Pemkab Lamongan M Fahrudin. Menurut dia, bupati tidak dapat menemui massa karena ada kegiatan di Kecamatan Brondong.

 

‘’Kita terima aspirasinya dengan baik, apa yang diharapkan, akan kita salurkan aspirasi tersebut ke pemerintah daerah,” tuturnya.

 

David Lubis, korlap aksi IMM Lamongan, mengatakan, pihaknya menuntut lima poin isu nasional. Yakni, menolak masa jabatan presiden tiga periode, tolak kenaikan BBM, minyak goreng, dan PPN, serta pemindahan ibu kota. “Insya Allah kita akan melakukan pengawalan,” tuturnya. (sip/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dua aksi gerakan mahasiswa dilakukan di gedung DPRD dan Pemkab Lamongan kemarin (13/4). Aksi turun jalan ke gedung DPRD dilakukan DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lamongan.

 

Sementara aksi demo ke gedung pemkab dilakukan PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lamongan. Dua gelombang demo itu sama – sama menyampaikan tuntutan menolak masa jabatan presiden tiga priode, tolak kenaikan BBM, minyak goreng, dan PPN. Hanya, IMM juga menolak perpindahan ibukota negara.

 

Saat di depan gedung DPRD, massa ditemui Wakil Ketua DPRD Retno Wardhani dan anggota Mahfud Shodiq. Karena tidak ada kata sepakat terkait tuntutan masuk ke ruang paripurna, massa bergerak ke teras gedung DPRD. Tidak ada kata sepakat lagi, massa memilih menunggu di teras.

Baca Juga :  Hendak Nyabu di Tambak, Ditangkap

 

Sekitar pukul 14.20, Retno kembali menemui massa. Kali ini dia bersama anggota DPRD Abdul Somad. Keduanya kemudian diminta menulis nama dan tanda tangan di pakta integritas yang dibawa mahasiswa. Namun, setelah ditandatangani, lembaran kertas itu disobek Ketua DPC GMNI Lamongan, Amir Mahfud.

 

Retno menuturkan, pendemo ingin masuk ke ruang rapat paripurna. Pihaknya sudah meminta perwakilan audiensi untuk berdiskusi. Namun, pendemo ngotot semuanya ingin masuk.

 

‘’Aspirasi semuanya tetap kita terima. DPRD tugasnya menerima aspirasi semua masyarakat dan pendemo. Teman-teman dewan juga sudah menemui pendemo,” tuturnya.

 

Menurut wakil rakyat dari Partai Demokrat ini, partainya juga tidak setuju terkait presiden  tiga presiden.

 

“Kita akan sampaikan ke pusat. Ini aspirasi masyakat Lamongan. Pembuat keputusan itu oleh pusat, kita tidak punya wewenang,” tuturnya.

Baca Juga :  Jalankan Amanah Para Kiai Dan Ulama

 

Ketua PC PMII Lamongan, M Sirojul Munir menuturkan, pihaknya menginginkan ketua DPRD yang menemui mahasiswa. “Melihat sikap DPRD, kita kecewa,” tuturnya.

 

Ketua DPC GMNI Lamongan, Amir Mahfud, juga menyampaikan kekecewaannya. ‘’Kita memang sengaja melakukan sobek pakta integritas,’’ ujarnya.

 

Sementara itu, aktivis IMM yang berdemo di gedung pemkab, ditemui Asisten 1 Pemkab Lamongan M Fahrudin. Menurut dia, bupati tidak dapat menemui massa karena ada kegiatan di Kecamatan Brondong.

 

‘’Kita terima aspirasinya dengan baik, apa yang diharapkan, akan kita salurkan aspirasi tersebut ke pemerintah daerah,” tuturnya.

 

David Lubis, korlap aksi IMM Lamongan, mengatakan, pihaknya menuntut lima poin isu nasional. Yakni, menolak masa jabatan presiden tiga periode, tolak kenaikan BBM, minyak goreng, dan PPN, serta pemindahan ibu kota. “Insya Allah kita akan melakukan pengawalan,” tuturnya. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/