alexametrics
27.3 C
Bojonegoro
Saturday, May 28, 2022

Vaksinasi Kumulatif Tercapai 91 Persen

Berpotensi Kembali Level 1

LAMONGAN, Radar Lamongan – Lamongan yang sebelumnya berstatus level 2, berpotensi besar kembali ke level 1 minggu ini. Sebab, capaian vaksinasi dosis pertama secara kumulatif mencapai 91 persen, atau 936 ribu jiwa dari proyeksi 1 juta jiwa. Hal itu berdampak positif terhadap risiko penularan Covid-19 di Kota Soto, yang semakin rendah.

 

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Taufik Hidayat menjelaskan, asesmen situasi untuk Lamongan mengalami tren positif.  Kasus terkonfirmasi mengalami penurunan yakni 35 kasus aktif dalam minggu ini.

 

Bulan lalu, jumlah kasus aktif di Lamongan mencapai 358 kasus. Rawat inap rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) sekitar 22 kasus. Sedangkan vaksinasi dosis 2 lansia sudah mencapai 72 persen dari proyeksi 158 ribu. Namun, menurut dia, tracing dan testing terus ditingkatkan untuk menurunkan risiko penularan.

Baca Juga :  Rem Blong, Truk Muatan Semen Hantam Empat Kendaraan

 

Dia mengatakan, tracing dan testing ini cukup efektif dalam memutus rantai penularan Covid-19. Sehingga minimal 15 orang di sekeliling pasien yang positif akan dites. Itu untuk memastikan tidak terjadi penularan. Sebab, tingginya kasus bulan lalu disebabkan karena penularan yang belum bisa dikendalikan.

 

‘’Masih adanya penolakan untuk tracing dan testing menjadi pemicu. Namun, Alhamdulillah sekarang sudah tertangani,” tuturnya.

 

Taufik mengaku lonjakan kasus dalam dua bulan lalu sebenarnya sudah diprediksi. Sehingga, tim satgas bergegas untuk melakukan upaya pencegahan dan meminimalisasi, agar kasus tidak membludak.

 

Salah satunya dengan mengaktifkan satgas desa dan tetap mengaktifkan PPKM skala mikro. Sehingga, Pemkab dengan desa bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19.

Baca Juga :  Fathoni dan Kahar Cedera

 

Selain itu, lanjut dia, kesadaran masyarakat untuk prokes mulai tinggi. Sehingga bagi mereka yang kurang fit mulai mengurangi aktivitas di luar. Sedangkan, untuk perusahaan atau kantor memberikan kelonggaran bagi mereka yang kurang sehat, agar tidak masuk untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 di lingkungannya.

 

‘’Sebenarnya kesadaran untuk prokes sudah mulai tinggi, dan varian Omicron ini memang tidak seperti Delta. Tingkat keparahannya rendah, asalkan vaksinasi lengkap, Insya Allah aman,” terangnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Lamongan yang sebelumnya berstatus level 2, berpotensi besar kembali ke level 1 minggu ini. Sebab, capaian vaksinasi dosis pertama secara kumulatif mencapai 91 persen, atau 936 ribu jiwa dari proyeksi 1 juta jiwa. Hal itu berdampak positif terhadap risiko penularan Covid-19 di Kota Soto, yang semakin rendah.

 

Kepala Dinas Kesehatan Lamongan Taufik Hidayat menjelaskan, asesmen situasi untuk Lamongan mengalami tren positif.  Kasus terkonfirmasi mengalami penurunan yakni 35 kasus aktif dalam minggu ini.

 

Bulan lalu, jumlah kasus aktif di Lamongan mencapai 358 kasus. Rawat inap rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) sekitar 22 kasus. Sedangkan vaksinasi dosis 2 lansia sudah mencapai 72 persen dari proyeksi 158 ribu. Namun, menurut dia, tracing dan testing terus ditingkatkan untuk menurunkan risiko penularan.

Baca Juga :  Tak Dampingi Persela, Didik Kejar Lisensi A AFC

 

Dia mengatakan, tracing dan testing ini cukup efektif dalam memutus rantai penularan Covid-19. Sehingga minimal 15 orang di sekeliling pasien yang positif akan dites. Itu untuk memastikan tidak terjadi penularan. Sebab, tingginya kasus bulan lalu disebabkan karena penularan yang belum bisa dikendalikan.

 

‘’Masih adanya penolakan untuk tracing dan testing menjadi pemicu. Namun, Alhamdulillah sekarang sudah tertangani,” tuturnya.

 

Taufik mengaku lonjakan kasus dalam dua bulan lalu sebenarnya sudah diprediksi. Sehingga, tim satgas bergegas untuk melakukan upaya pencegahan dan meminimalisasi, agar kasus tidak membludak.

 

Salah satunya dengan mengaktifkan satgas desa dan tetap mengaktifkan PPKM skala mikro. Sehingga, Pemkab dengan desa bersama-sama memutus rantai penularan Covid-19.

Baca Juga :  Tanggul Jebol di Lamongan, Empat Dusun Terdampak

 

Selain itu, lanjut dia, kesadaran masyarakat untuk prokes mulai tinggi. Sehingga bagi mereka yang kurang fit mulai mengurangi aktivitas di luar. Sedangkan, untuk perusahaan atau kantor memberikan kelonggaran bagi mereka yang kurang sehat, agar tidak masuk untuk mengantisipasi adanya penularan Covid-19 di lingkungannya.

 

‘’Sebenarnya kesadaran untuk prokes sudah mulai tinggi, dan varian Omicron ini memang tidak seperti Delta. Tingkat keparahannya rendah, asalkan vaksinasi lengkap, Insya Allah aman,” terangnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/