alexametrics
25 C
Bojonegoro
Tuesday, August 16, 2022

BPJS KESEHATAN KC GRESIK

Penyakit Peserta BPJS Terdeteksi Dini dengan Skrining Kesehatan

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) menghadirkan inovasi Skrining Riwayat Kesehatan untuk memudahkan deteksi secara dini risiko penyakit peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program skrining ini sudah diterapkan di seluruh fasilitas kesehatan mitra kerja BPJS Kesehatan, salah satunya Puskesmas Mantup Kabupaten Lamongan.

 

’Dengan skrining ini kita bisa deteksi dini potensi risiko penyakit kronis yang kemungkinan peserta belum ketahui, supaya tidak jadi semakin berat dan menjadi komplikasi. Penyakit kronis yang dimaksud antara lain Diabetes Melitus Tipe 2, Hipertensi, Ginjal Kronik, dan Jantung Koroner,” terang Kepala Puskesmas Mantup, dr Hidayati Khoirunnisa Hidayati menjelaskan, dengan dilakukannya skrining ini peserta bisa mendeteksi dengan resiko rendah, sedang, atau tinggi yang nantinya bias mempermudah penanganan oleh pihak fasilitas kesehatan. Misalnya peserta dengan risiko rendah, tidak harus diobati dulu, tetapi bias dilakukan dengan mengubah pola makan atau pola hidup.

 

“Untuk risiko rendah bisa ditangani terlebih dahulu dengan cara konsultasi kesehatan online yang bisa dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN. Sedangkan untuk risiko sedang dan tinggi bisa juga dilakukan dengan konsultasi online atau langsung datang dan pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” rincinya.

Baca Juga :  Tim pelatih Persela Lamongan: Optimalkan Penguasaan Bola
- Advertisement -

 

Lebih lanjut, Hidayati mengatakan bahwa skrining tersebut dapat peserta lakukan melalui Aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh melalui Play Store ataupun App Store atau datang langsung ke FKTP masing masing peserta. Skrining ini agar dilakukan sesegera mungkin agar dapat segera juga dilakukan penanganan lebih lanjut.

 

“Peserta yang sudah masuk ke Aplikasi Mobile JKN dapat memilih fitur Skrining Riwayat Kesehatan, setelah itu peserta diminta memasukkan nomor kartu BPJS Kesehatan. Selanjutnya peserta akan dihadapkan dengan beberapa pertanyaan terkait kondisi dan pola hidup peserta yang kemudian setelah diisi lengkap akan muncul hasil risiko kesehatan peserta,” jelas Hidayati.

 

Sebagai bentuk edukasi ke peserta, Dokter 37 tahun ini terus melalukan sosialisasi kepada peserta yang datang ke FKTPnya. Ia menyebutkan sebanyak 2.294 peserta dari total 26.183 peserta JKN Puskesmas Mantup sudah melakukan skrining kesehatan.

Baca Juga :  Truk Overdimensi di Lamongan Bakal Jalani Sidang

 

“Skrining tersebut dilakukan peserta melalui Aplikasi Mobile JKN, Polindes, atau Pustu. Skrining ini tidak hanya untuk orang yang sudah sakit, sehingga peserta dianjurkan melakukan sebelum sakit agar ketika butuh pelayanan di FKTP peserta cukup menunjukkan hasil skrining yang telah dilakukan. Hal tersebut bisa memudahkan kami antisipasi kebutuhan biaya yang besar dan bisa mengatur ketersediaan obat,’’ ucapnya.

 

Sementara itu, BPJS Kesehatan Cabang Gresik telah melakukan himbauan skrining dengan cara mengirimkan WhatsApp Blast (chat melalui WhatsApp) kepada seluruh peserta JKN di lingkungan KC Gresik. Disamping bisa dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN dan juga datang ke faskes, peserta JKN juga bisa melakukan skrining melalui Chat Assistant JKN (CHIKA) di WhatsApp 0811 8750400 dan melalui Website BPJS Kesehatan (https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/). (mer)

MELAYANI SEPENUH HATI: Kepala Puskesmas Mantup dr Hidayati Khoirunnisa sedang mensosialisasikan program skrining melalui aplikasi JKN mobile. (Istimewa For RDR.LMG)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS Kesehatan) menghadirkan inovasi Skrining Riwayat Kesehatan untuk memudahkan deteksi secara dini risiko penyakit peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program skrining ini sudah diterapkan di seluruh fasilitas kesehatan mitra kerja BPJS Kesehatan, salah satunya Puskesmas Mantup Kabupaten Lamongan.

 

’Dengan skrining ini kita bisa deteksi dini potensi risiko penyakit kronis yang kemungkinan peserta belum ketahui, supaya tidak jadi semakin berat dan menjadi komplikasi. Penyakit kronis yang dimaksud antara lain Diabetes Melitus Tipe 2, Hipertensi, Ginjal Kronik, dan Jantung Koroner,” terang Kepala Puskesmas Mantup, dr Hidayati Khoirunnisa Hidayati menjelaskan, dengan dilakukannya skrining ini peserta bisa mendeteksi dengan resiko rendah, sedang, atau tinggi yang nantinya bias mempermudah penanganan oleh pihak fasilitas kesehatan. Misalnya peserta dengan risiko rendah, tidak harus diobati dulu, tetapi bias dilakukan dengan mengubah pola makan atau pola hidup.

 

“Untuk risiko rendah bisa ditangani terlebih dahulu dengan cara konsultasi kesehatan online yang bisa dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN. Sedangkan untuk risiko sedang dan tinggi bisa juga dilakukan dengan konsultasi online atau langsung datang dan pemeriksaan lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP),” rincinya.

Baca Juga :  Senang Jadi Guru Privat
- Advertisement -

 

Lebih lanjut, Hidayati mengatakan bahwa skrining tersebut dapat peserta lakukan melalui Aplikasi Mobile JKN yang dapat diunduh melalui Play Store ataupun App Store atau datang langsung ke FKTP masing masing peserta. Skrining ini agar dilakukan sesegera mungkin agar dapat segera juga dilakukan penanganan lebih lanjut.

 

“Peserta yang sudah masuk ke Aplikasi Mobile JKN dapat memilih fitur Skrining Riwayat Kesehatan, setelah itu peserta diminta memasukkan nomor kartu BPJS Kesehatan. Selanjutnya peserta akan dihadapkan dengan beberapa pertanyaan terkait kondisi dan pola hidup peserta yang kemudian setelah diisi lengkap akan muncul hasil risiko kesehatan peserta,” jelas Hidayati.

 

Sebagai bentuk edukasi ke peserta, Dokter 37 tahun ini terus melalukan sosialisasi kepada peserta yang datang ke FKTPnya. Ia menyebutkan sebanyak 2.294 peserta dari total 26.183 peserta JKN Puskesmas Mantup sudah melakukan skrining kesehatan.

Baca Juga :  Pemain Persela Lamongan yang Belum Bisa Beradaptasi, Diberi Program Khusus

 

“Skrining tersebut dilakukan peserta melalui Aplikasi Mobile JKN, Polindes, atau Pustu. Skrining ini tidak hanya untuk orang yang sudah sakit, sehingga peserta dianjurkan melakukan sebelum sakit agar ketika butuh pelayanan di FKTP peserta cukup menunjukkan hasil skrining yang telah dilakukan. Hal tersebut bisa memudahkan kami antisipasi kebutuhan biaya yang besar dan bisa mengatur ketersediaan obat,’’ ucapnya.

 

Sementara itu, BPJS Kesehatan Cabang Gresik telah melakukan himbauan skrining dengan cara mengirimkan WhatsApp Blast (chat melalui WhatsApp) kepada seluruh peserta JKN di lingkungan KC Gresik. Disamping bisa dilakukan melalui Aplikasi Mobile JKN dan juga datang ke faskes, peserta JKN juga bisa melakukan skrining melalui Chat Assistant JKN (CHIKA) di WhatsApp 0811 8750400 dan melalui Website BPJS Kesehatan (https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/). (mer)

MELAYANI SEPENUH HATI: Kepala Puskesmas Mantup dr Hidayati Khoirunnisa sedang mensosialisasikan program skrining melalui aplikasi JKN mobile. (Istimewa For RDR.LMG)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/