alexametrics
26 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Pelat Mobil TNI Dipasang di Mobil Pribadi

LAMONGAN, Radar Lamongan – Mobil berpelat dinas TNI terparkir di halaman Depot Asih Jaya Lamongan kemarin (10/3). Tak lama kemudian, sejumlah personel berseragam hijau mendatangi depot tersebut.

 

Personel Garnisun dan PM itu menanyai M Basori, warga Surabaya, yang mobilnya berpelat TNI tersebut. Mobil itu dibawa ke depot tersebut setelah ketahuan berada di kompleks PN Lamongan, Jalan Veteran.

 

Letda Inf Agus Darso, Danunit Intel Kodim 0812 Lamongan, menjelaskan, pelat mobil TNI itu bukan kali pertama dibawa Basori yang warga sipil. Agus memeroleh informasi pelat itu pernah dibawa di Desa Dateng, Kecamatan Laren.

 

Padahal, Mitsubishi Pajero itu berpelat asli L 1298 WN. Atas namanya, Ong Dewi Setyowati, beralamat Darmo Indah Asri, Kelurahan Karang Poh Surabaya. Namun, mobil pelat hitam itu diganti dengan nopol dinas TNI 70759 -IX yang dikemudikan.

Baca Juga :  Dua Minggu Sekali Agendakan Lari 21 Km

 

Agus menjelaskan, Basori datang ke Laren sebagai penasihat hukum dari salah satu pihak yang bersengketa kasus waduk setempat. ‘’Saat itu Basori datang sebagai pengacara,’’ katanya.

 

Dia sudah melaporkan penggunaan pelat nomor dinas TNI oleh warga sipil itu ke Denpom dan Garnisun. Pihaknya juga berusaha memanggil Basori yang datanya diketahui ketika berada di Laren tersebut.

 

Namun, Basori dinilai tidak ada etika baik untuk memenuhi surat panggilan. Kemarin, mobil itu diketahui berada di PN Lamongan. ‘’Setelah dikroscek, menghubungi beberapa pihak berwajib,’’ ujarnya.

 

Menurut Agus, dirinya hanya melakukan monitoring wilayah.  Basori kemarin sempat dibawa ke kantor garnisun. Namun, kelanjutan dari kasus ini belum ada pernyataan resmi lagi.

Baca Juga :  Ikon Pramuka Kabupaten

 

Sementara itu, Basori saat keluar dari Depot Asih Jaya tidak memberikan banyak keterangan. ‘’Gak…gak…gak…,’’ katanya.

 

Namun, seseorang kemarin terlihat memasang nopol asli milik Pajero tersebut. (mal/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Mobil berpelat dinas TNI terparkir di halaman Depot Asih Jaya Lamongan kemarin (10/3). Tak lama kemudian, sejumlah personel berseragam hijau mendatangi depot tersebut.

 

Personel Garnisun dan PM itu menanyai M Basori, warga Surabaya, yang mobilnya berpelat TNI tersebut. Mobil itu dibawa ke depot tersebut setelah ketahuan berada di kompleks PN Lamongan, Jalan Veteran.

 

Letda Inf Agus Darso, Danunit Intel Kodim 0812 Lamongan, menjelaskan, pelat mobil TNI itu bukan kali pertama dibawa Basori yang warga sipil. Agus memeroleh informasi pelat itu pernah dibawa di Desa Dateng, Kecamatan Laren.

 

Padahal, Mitsubishi Pajero itu berpelat asli L 1298 WN. Atas namanya, Ong Dewi Setyowati, beralamat Darmo Indah Asri, Kelurahan Karang Poh Surabaya. Namun, mobil pelat hitam itu diganti dengan nopol dinas TNI 70759 -IX yang dikemudikan.

Baca Juga :  Manajemen Persela Lamongan: Gelar Seleksi Internal Dulu

 

Agus menjelaskan, Basori datang ke Laren sebagai penasihat hukum dari salah satu pihak yang bersengketa kasus waduk setempat. ‘’Saat itu Basori datang sebagai pengacara,’’ katanya.

 

Dia sudah melaporkan penggunaan pelat nomor dinas TNI oleh warga sipil itu ke Denpom dan Garnisun. Pihaknya juga berusaha memanggil Basori yang datanya diketahui ketika berada di Laren tersebut.

 

Namun, Basori dinilai tidak ada etika baik untuk memenuhi surat panggilan. Kemarin, mobil itu diketahui berada di PN Lamongan. ‘’Setelah dikroscek, menghubungi beberapa pihak berwajib,’’ ujarnya.

 

Menurut Agus, dirinya hanya melakukan monitoring wilayah.  Basori kemarin sempat dibawa ke kantor garnisun. Namun, kelanjutan dari kasus ini belum ada pernyataan resmi lagi.

Baca Juga :  Menguat Indikasi Dinsos Lamongan Ikut Bermain

 

Sementara itu, Basori saat keluar dari Depot Asih Jaya tidak memberikan banyak keterangan. ‘’Gak…gak…gak…,’’ katanya.

 

Namun, seseorang kemarin terlihat memasang nopol asli milik Pajero tersebut. (mal/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/