alexametrics
32.3 C
Bojonegoro
Wednesday, October 5, 2022

Festival Jazz Bengawan  Digelar Hari Ini

Ajang Populerkan Pariwisata Lamongan 

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan –  Bengawan Solo membelah sejumlah wilayah di Lamongan. Kehadiran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu memberikan daya tarik bagi Kota Soto. Memperingati HUT RI ke-77, Pemkab Lamongan akan menggelar Bengawan Jazz Festival, yang juga sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata Bengawan Solo.

 

Untuk memeriahkan even ini, Pemkab Lamongan mengundang musisi asal Bandung Java Jave, dan didukung musisi lokal Yes Band, Tongklek Bengawan,  2Delapan, Gemma, OTTTI Music, SMINOR,  Shimponi Nada, dan Sokabat Band yang akan digelar di taman Kendalifornia Sekaran hari ini (10/8).

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan Siti Rubikah mengatakan, Bengawan Jazz Festival juga digelar untuk menyambut  Tim Non-Governmental Organization (NGO) sekelompok pecinta lingkungan. Mereka telah melaksanakan ekspedisi susur sungai Bengawan Solo mulai hulu hingga hilir sejak Kamis (14/7) dari Wonogiri Solo. Diperkirakan akan tiba di Kabupaten Lamongan Tanggal 10 Agustus mendatang.

Baca Juga :  1.797 Kendaraan di Lamongan Belum Uji Kir
- Advertisement -

 

‘’Salah satu rangkaian penyambutan tim ekspedisi Bengawan Solo dalam misi mengeksplor kondisi terkini eksisting Bengawan Solo yang dilaksanakan selama tiga hari di Kabupaten Lamongan. Juga memperkenalkan taman wisata dan cagar budaya yakni situs yang ada di kecamatan Maduran,” ujar Rubikah, sapaan akrabnya.

 

Menurut Rubikah, even Bengawan Jazz Festival ini selain untuk memberikan hiburan dengan menghadirkan sejumlah musisi kenamaan. Acaranya juga dirangkai dengan kegiatan sisir Bengawan Solo dari  Desa Kendal – Sekaran, Pringgoboyo – Maduran, dan Mayong – Karangbinangun.

 

Rangkaiannya, tanggal 10 Agustus tim ekspedisi turun di Desa Kendal, kemudian paginya bergeser ke Pringgoboyo, Maduran dan tanggal 12 Agustus dilanjutkan ke Karangbinangun.

Baca Juga :  Membutuhkan Banyak Sinar UVA dan UVB

Selanjutnya, dilakukan kegiatan sarasehan selama dua hari dengan mengangkat tema tentang budaya dan lingkungan. Harapannya, pada kegiatan tersebut terjadi kolaborasi antara penggiat lingkungan, komunitas, budayawan, seniman, mahasiswa dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

 

‘’Rangkaiannya cukup panjang dan saya harap masyarakat berpartisipasi untuk meramaikan,” terang Rubikah. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan –  Bengawan Solo membelah sejumlah wilayah di Lamongan. Kehadiran sungai terpanjang di Pulau Jawa itu memberikan daya tarik bagi Kota Soto. Memperingati HUT RI ke-77, Pemkab Lamongan akan menggelar Bengawan Jazz Festival, yang juga sebagai sarana memperkenalkan potensi wisata Bengawan Solo.

 

Untuk memeriahkan even ini, Pemkab Lamongan mengundang musisi asal Bandung Java Jave, dan didukung musisi lokal Yes Band, Tongklek Bengawan,  2Delapan, Gemma, OTTTI Music, SMINOR,  Shimponi Nada, dan Sokabat Band yang akan digelar di taman Kendalifornia Sekaran hari ini (10/8).

 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lamongan Siti Rubikah mengatakan, Bengawan Jazz Festival juga digelar untuk menyambut  Tim Non-Governmental Organization (NGO) sekelompok pecinta lingkungan. Mereka telah melaksanakan ekspedisi susur sungai Bengawan Solo mulai hulu hingga hilir sejak Kamis (14/7) dari Wonogiri Solo. Diperkirakan akan tiba di Kabupaten Lamongan Tanggal 10 Agustus mendatang.

Baca Juga :  Rampungkan Renovasi 535 RTLH
- Advertisement -

 

‘’Salah satu rangkaian penyambutan tim ekspedisi Bengawan Solo dalam misi mengeksplor kondisi terkini eksisting Bengawan Solo yang dilaksanakan selama tiga hari di Kabupaten Lamongan. Juga memperkenalkan taman wisata dan cagar budaya yakni situs yang ada di kecamatan Maduran,” ujar Rubikah, sapaan akrabnya.

 

Menurut Rubikah, even Bengawan Jazz Festival ini selain untuk memberikan hiburan dengan menghadirkan sejumlah musisi kenamaan. Acaranya juga dirangkai dengan kegiatan sisir Bengawan Solo dari  Desa Kendal – Sekaran, Pringgoboyo – Maduran, dan Mayong – Karangbinangun.

 

Rangkaiannya, tanggal 10 Agustus tim ekspedisi turun di Desa Kendal, kemudian paginya bergeser ke Pringgoboyo, Maduran dan tanggal 12 Agustus dilanjutkan ke Karangbinangun.

Baca Juga :  Jamaah di Lamongan Boleh Merapatkan Saf saat Beribadah

Selanjutnya, dilakukan kegiatan sarasehan selama dua hari dengan mengangkat tema tentang budaya dan lingkungan. Harapannya, pada kegiatan tersebut terjadi kolaborasi antara penggiat lingkungan, komunitas, budayawan, seniman, mahasiswa dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan.

 

‘’Rangkaiannya cukup panjang dan saya harap masyarakat berpartisipasi untuk meramaikan,” terang Rubikah. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/