25.5 C
Bojonegoro
Thursday, March 23, 2023

Antisipasi Genangan, Susun Raperda Drainase

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Ketika hujan deras, sejumlah titik di Kota Soto kerap tergenang. Ini menunjukkan belum maksimalnya penanganan drainase. DPRD Lamongan memberikan perhatian terhadap permasalahan tersebut. Pihak legislatif menyusun rancangan peraturan daerah (raperda), tentang pengelolaan dan pengembangan sistim drainase.

 

Raperda tersebut bakal dibahas oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Lamongan di awal tahun ini. Itu merupakan satu dari empat raperda yang bakal dibahas. Tiga raperda inisiatif DPRD Lamongan lainnya yakni bantuan hukum untuk masyarakat miskin, irigasi daerah, dan penyelenggaraan peternakan, dan kesehatan hewan.

 

Ketua Bapemperda DPRD Lamongan, Saifuddin Zuhri mengatakan, saat ini masih proses penyusunan naskah akademik. ‘’Dibahas semester pertama pada tahun ini,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (9/3).

- Advertisement -

 

Saifudin mengakui jika raperda tentang pengelolaan dan pengembangan sistim drainase cukup penting. Sehingga, dia berharap nantinya penataan saluran air yang makin maksimal, bisa meminimalisasi terjadinya genangan.

 

‘’Dan banjir akibat curah hujan tinggi, bisa dikurangi. Minimal diantisipasi dengan baik,’’ ujarnya.

 

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Lamongan, Moch. Arif Ansori menuturkan, raperda sistim drainase sangat dibutuhkan. Yakni disesuaikan situasi dan kondisi di lapangan diperkotaan walaupun di wilayah desa.

 

‘’Terjadi banyak genangan air atau banjir di saat musim hujan,’’ ucapnya.

 

Tidak bisa dipungkiri jika salah satu faktor penyebab genangan air, akibat curah hujan yang tinggi. Namun, diakuinya, pengelolaan drainase yang baik, bisa meminimalisasi terjadinya genangan air.

 

‘’Dan tidak dipungkiri juga ada faktor lain. Mungkin penyumbatan drainase, khususnya diperkotaan atau faktor lainnya,’’ tukasnya.

 

Sehingga dengan raperda ini, pihaknya berharap bisa mengatur pengelolaan atau tata cara sistim drainase yang baik. Tujuannya untuk menanggulangi genangan atau banjir.

 

‘’Makanya kita melibatkan pihak akademisi atau professional, untuk memikirkan bersama solusi atau masukan guna menangani permasalahan tersebut,’’ pungkasnya. (sip/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Ketika hujan deras, sejumlah titik di Kota Soto kerap tergenang. Ini menunjukkan belum maksimalnya penanganan drainase. DPRD Lamongan memberikan perhatian terhadap permasalahan tersebut. Pihak legislatif menyusun rancangan peraturan daerah (raperda), tentang pengelolaan dan pengembangan sistim drainase.

 

Raperda tersebut bakal dibahas oleh Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Lamongan di awal tahun ini. Itu merupakan satu dari empat raperda yang bakal dibahas. Tiga raperda inisiatif DPRD Lamongan lainnya yakni bantuan hukum untuk masyarakat miskin, irigasi daerah, dan penyelenggaraan peternakan, dan kesehatan hewan.

 

Ketua Bapemperda DPRD Lamongan, Saifuddin Zuhri mengatakan, saat ini masih proses penyusunan naskah akademik. ‘’Dibahas semester pertama pada tahun ini,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (9/3).

- Advertisement -

 

Saifudin mengakui jika raperda tentang pengelolaan dan pengembangan sistim drainase cukup penting. Sehingga, dia berharap nantinya penataan saluran air yang makin maksimal, bisa meminimalisasi terjadinya genangan.

 

‘’Dan banjir akibat curah hujan tinggi, bisa dikurangi. Minimal diantisipasi dengan baik,’’ ujarnya.

 

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Lamongan, Moch. Arif Ansori menuturkan, raperda sistim drainase sangat dibutuhkan. Yakni disesuaikan situasi dan kondisi di lapangan diperkotaan walaupun di wilayah desa.

 

‘’Terjadi banyak genangan air atau banjir di saat musim hujan,’’ ucapnya.

 

Tidak bisa dipungkiri jika salah satu faktor penyebab genangan air, akibat curah hujan yang tinggi. Namun, diakuinya, pengelolaan drainase yang baik, bisa meminimalisasi terjadinya genangan air.

 

‘’Dan tidak dipungkiri juga ada faktor lain. Mungkin penyumbatan drainase, khususnya diperkotaan atau faktor lainnya,’’ tukasnya.

 

Sehingga dengan raperda ini, pihaknya berharap bisa mengatur pengelolaan atau tata cara sistim drainase yang baik. Tujuannya untuk menanggulangi genangan atau banjir.

 

‘’Makanya kita melibatkan pihak akademisi atau professional, untuk memikirkan bersama solusi atau masukan guna menangani permasalahan tersebut,’’ pungkasnya. (sip/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Maharani Zoo Buka Donasi Pakan Satwa

Amankan Pencuri Baling Kapal

Minim Perhatian, Jalan Desa Rusak Parah 

Artikel Terbaru

Suka Mewarnai Pemandangan

Terungkap saat Disel Dijual di FB

Amankan Dua Motor tak Standar

Pikap v Motor, Bapak – Anak Tewas


/