alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Khawatir Hama Muncul setelah Hujan Malam

- Advertisement -

HUJAN beberapa kali terjadi di malam hari. Sejumlah petani khawatir hujan malam itu tidak baik bagi pertumbuhan padi.

 

Hasan, petani asal Kecamatan Kalitengah, tanaman padi miliknya baru berumur 16 hari. Jika ada hujan malam, maka biasanya padi kemudian diserang wereng atau ulat. Bahkan, tikus keluar saat malam hari hujan.

 

“Padi saya baru 16 hari, saat ini saya semprot, karena ada ulatnya,” tuturnya.

- Advertisement -

 

Tasno, petani asal Karanggeneng, juga mengakui hujan malam berpengaruh pada tanaman padi. “Hujan saat malam hari bisa membawa penyakit pada tanaman padi, apalagi pagi  tidak ada panas dan malam hujan, hama wereng biasanya datang,” tuturnya.

Baca Juga :  Hirup Bau Busuk Ikan, Kandungan H2S dan SO2 Tinggi

 

Koordinator Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Lamongan, Mastur, menuturkan, cuaca ekstrim sangat berpengaruh terhadap perkembangan OPT.

 

Dia meminta petani memerhatikan budidaya tanaman sehat. Diawali perencanaan yang matang, memilih jenis varietas, lokasi tempat persemaian atau bibit, pengolahan lahan, hingga memerhatikan jarak tanam.

 

Dia juga mengingatkan tidak berlebihan untuk memakai unsur N. “Untuk aplikasi penyemprotan lebih bijaksana pada sore hari dengan interval 5 sampai 7 hari,” tuturnya. (sip/yan)

HUJAN beberapa kali terjadi di malam hari. Sejumlah petani khawatir hujan malam itu tidak baik bagi pertumbuhan padi.

 

Hasan, petani asal Kecamatan Kalitengah, tanaman padi miliknya baru berumur 16 hari. Jika ada hujan malam, maka biasanya padi kemudian diserang wereng atau ulat. Bahkan, tikus keluar saat malam hari hujan.

 

“Padi saya baru 16 hari, saat ini saya semprot, karena ada ulatnya,” tuturnya.

- Advertisement -

 

Tasno, petani asal Karanggeneng, juga mengakui hujan malam berpengaruh pada tanaman padi. “Hujan saat malam hari bisa membawa penyakit pada tanaman padi, apalagi pagi  tidak ada panas dan malam hujan, hama wereng biasanya datang,” tuturnya.

Baca Juga :  Putusan Pleno KPUK, Yes Bro Raih Suara Terbanyak

 

Koordinator Petugas Pengendali Organisme Tumbuhan (POPT) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Lamongan, Mastur, menuturkan, cuaca ekstrim sangat berpengaruh terhadap perkembangan OPT.

 

Dia meminta petani memerhatikan budidaya tanaman sehat. Diawali perencanaan yang matang, memilih jenis varietas, lokasi tempat persemaian atau bibit, pengolahan lahan, hingga memerhatikan jarak tanam.

 

Dia juga mengingatkan tidak berlebihan untuk memakai unsur N. “Untuk aplikasi penyemprotan lebih bijaksana pada sore hari dengan interval 5 sampai 7 hari,” tuturnya. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Silpa APBD 2017 Rp 277 M

Pelajar Sendirian Habisi Nyawa Pacarnya

Bu Yoto Pasrah Hasil Pilkada

Artikel Terbaru


/