27.8 C
Bojonegoro
Friday, June 2, 2023

Rehab Empat Balai Penyuluh Pertanian Lamongan

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sebagian balai penyuluh pertanian (BPP) kondisinya rusak. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Lamongan mendata, 12 BPP rusak berat, masing – masing 3 balai rusak sedang dan ringan. Sisanya, 9  BPP kondisinya masih baik.

 

Kepala Dinas KPP Lamongan, Sukriyah, menjelaskan, tahun ini ada empat BPP yang diperbaiki. Yakni, BPP Sarirejo, Tikung, Karangbinangun, dan Paciran.

 

Sisanya dilakukan perbaikan bertahap. Menurut dia, setiap kecamatan ada satu kantor BPP. Jumlah ini sudah proporsional.

- Advertisement -

 

“Kita akan rehab bertahap, tapi sekarang masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan di setiap wilayah,” jelasnya.

 

Menurut dia, BPP fungsinya sebagai pusat koordinasi pelaksanaan program. Mulai pusat pembelajaran kelompok tani, sarana pengenalan inovasi/teknologi, dan pusat informasi. “Kita siapkan petugas yang akan membantu petani sekitar dalam menyelesaikan permasalahannya,” tuturnya.

 

Sukriyah menambahkan, rehabilitasi BPP tahun ini dipilih yang paling mendesak. Nilai pagunya tidak sama Rp 290 juta sampai Rp 500 juta. Alasannya, tingkat kerusakannya berbeda.

 

Menurut dia, ketika petani merasa untung, maka daya beli di pasar tradisional khususnya, akan mengalami peningkatan. (rka/yan)

ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Sebagian balai penyuluh pertanian (BPP) kondisinya rusak. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Lamongan mendata, 12 BPP rusak berat, masing – masing 3 balai rusak sedang dan ringan. Sisanya, 9  BPP kondisinya masih baik.

 

Kepala Dinas KPP Lamongan, Sukriyah, menjelaskan, tahun ini ada empat BPP yang diperbaiki. Yakni, BPP Sarirejo, Tikung, Karangbinangun, dan Paciran.

 

Sisanya dilakukan perbaikan bertahap. Menurut dia, setiap kecamatan ada satu kantor BPP. Jumlah ini sudah proporsional.

- Advertisement -

 

“Kita akan rehab bertahap, tapi sekarang masih bisa dimanfaatkan untuk kegiatan di setiap wilayah,” jelasnya.

 

Menurut dia, BPP fungsinya sebagai pusat koordinasi pelaksanaan program. Mulai pusat pembelajaran kelompok tani, sarana pengenalan inovasi/teknologi, dan pusat informasi. “Kita siapkan petugas yang akan membantu petani sekitar dalam menyelesaikan permasalahannya,” tuturnya.

 

Sukriyah menambahkan, rehabilitasi BPP tahun ini dipilih yang paling mendesak. Nilai pagunya tidak sama Rp 290 juta sampai Rp 500 juta. Alasannya, tingkat kerusakannya berbeda.

 

Menurut dia, ketika petani merasa untung, maka daya beli di pasar tradisional khususnya, akan mengalami peningkatan. (rka/yan)

ILustrasi (Ainur Ochiem/RDR.BJN)

Artikel Terkait

Most Read

324 Siswa Tak Lolos PPDB SMP

Kades Kapas Diancam Pidana 20 Tahun

Artikel Terbaru

Lebih Suka Belajar Bersama

Terus Bersinergi dengan Media


/