alexametrics
36.5 C
Bojonegoro
Saturday, September 24, 2022

Kekurangan Pupuk, Petani di Lamongan Kelimpungan 

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Petani di Kecamatan Kalitengah mayoritas memulai musim tanam bulan ini. Namun, para petani dibuat kelimpungan, karena minimnya pasokan pupuk urea. Bahkan, sejumlah petani memutar otak, dengan mencari peruntungan memburu pupuk ke desa lain.

 

Salah satu petani asal Kecamatan Kalitengah Sariaji mengeluh kesulitan. Sebab hingga kini dirinya belum mendapat pupuk urea. ‘’Kalau tidak mendapatkan pupuk, bagaimana bisa meningkatkan produktivitas padi. Sampai saat ini saya susah mendapatkan pupuk,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (7/8).

 

Salah satu pemilik kios pupuk di Kecamatan Kalitengah Kholifah menuturkan, pupuk urea saat ini belum ada. Sedangkan, diakuinya, jatah pupuk urea sudah ada yang terserap saat musim ikan lalu. Masalah ini juga terjadi di desa-desa lain.

Baca Juga :  Harga Pakan Lele Naik di Lamongan
- Advertisement -

 

‘’Juga merasa susah mencari pupuk. Biasanya yang dapat pupuk ini sesuai RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok tani, Red),’’ ucapnya.

 

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Lamongan Turino menuturkan, pihaknya kini masih menunggu aturan Kementan terbaru. Sehingga, dia mengaku belum berani banyak berbicara sebelum regulasi diturunkan.

 

‘’Intinya semua menunggu aturan. Yang jelas terkait kekurangan pupuk sudah saya ajukan. Misalkan ada daerah mana yang kekurangan sudah saya ajukan,’’ katanya.

 

Anggota Komisi B DPRD Lamongan Supono menuturkan, pihaknya sudah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama distributor dan kios. Berdasarkan pengamatannya, petani yang belum mendapatkan jatah akibat penurunan jatah RDKK.

Baca Juga :  Pengujian Rampung, Jembatan Ngaglik 1 Lamongan Dibuka

 

‘’Sebenarnya ini harus ada terobosan baru untuk pupuk, karena pupuk subsidi semakin dikurangi oleh pemerintah,’’ terang politisi PDI Perjuangan tersebut. (sip/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Petani di Kecamatan Kalitengah mayoritas memulai musim tanam bulan ini. Namun, para petani dibuat kelimpungan, karena minimnya pasokan pupuk urea. Bahkan, sejumlah petani memutar otak, dengan mencari peruntungan memburu pupuk ke desa lain.

 

Salah satu petani asal Kecamatan Kalitengah Sariaji mengeluh kesulitan. Sebab hingga kini dirinya belum mendapat pupuk urea. ‘’Kalau tidak mendapatkan pupuk, bagaimana bisa meningkatkan produktivitas padi. Sampai saat ini saya susah mendapatkan pupuk,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (7/8).

 

Salah satu pemilik kios pupuk di Kecamatan Kalitengah Kholifah menuturkan, pupuk urea saat ini belum ada. Sedangkan, diakuinya, jatah pupuk urea sudah ada yang terserap saat musim ikan lalu. Masalah ini juga terjadi di desa-desa lain.

Baca Juga :  Wacanakan Bangun Wisma Atlet di Sekitar Stadion Surajaya Lamongan
- Advertisement -

 

‘’Juga merasa susah mencari pupuk. Biasanya yang dapat pupuk ini sesuai RDKK (rencana definitif kebutuhan kelompok tani, Red),’’ ucapnya.

 

Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (KPP) Lamongan Turino menuturkan, pihaknya kini masih menunggu aturan Kementan terbaru. Sehingga, dia mengaku belum berani banyak berbicara sebelum regulasi diturunkan.

 

‘’Intinya semua menunggu aturan. Yang jelas terkait kekurangan pupuk sudah saya ajukan. Misalkan ada daerah mana yang kekurangan sudah saya ajukan,’’ katanya.

 

Anggota Komisi B DPRD Lamongan Supono menuturkan, pihaknya sudah melakukan rapat dengar pendapat (RDP) bersama distributor dan kios. Berdasarkan pengamatannya, petani yang belum mendapatkan jatah akibat penurunan jatah RDKK.

Baca Juga :  Persela Langsung Fokus Menghadapi Persik Kediri

 

‘’Sebenarnya ini harus ada terobosan baru untuk pupuk, karena pupuk subsidi semakin dikurangi oleh pemerintah,’’ terang politisi PDI Perjuangan tersebut. (sip/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

MenPAN-RB Ajak Survei Kepuasan Publik

Proyek RPH Blora, Dinilai Lambat

Dinas PMD Masih Konsultasi dengan Pakar

Dua Kades di Blora Terancam Diberhentikan


/