alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Banjir, Hasil Tambak di Lamongan Turun

LAMONGAN, Radar Lamongan – Banjir yang masih terjadi di sebagian wilayah Bengawan Jero berpengaruh pada produktivitas perikanan. Keengganan petambak untuk menebarkan benih ikan menjadi salah satu penyebab penurunan panen ikan.

 

Dinas Perikanan Lamongan mendata produktivitas perikanan triwulan pertama tahun ini hanya 18.740,3 ton. Jumlah itu menurunkan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 21.978 ton. “Ada penurunan 3.238 ton,” tutur Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Yuli Wahyuono.

 

Menurut dia, saat ini banyak tambak yang masih terendam banjir. Akibatnya, produksi perikanan menurun. “Ini faktor alam. Upaya kita nanti pada tanam berikutnya untuk dimaksimalkan,” imbuhnya.

 

Menurut Yuli, lahan terluas untuk pertambakan berada di Kecamatan Glagah, yakni 3.856 hektare. Disusul Kecamatan Turi dengan luas 3.209 hektare.

Baca Juga :  Bahaya di Jalan Plembon – Sukodadi Lamongan

 

“Produksi perikanan Glagah memang selalu tinggi karena petaninya menerapkan beberapa metode budidaya dan lahannya juga luas,” kata Yuli. (sip/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Banjir yang masih terjadi di sebagian wilayah Bengawan Jero berpengaruh pada produktivitas perikanan. Keengganan petambak untuk menebarkan benih ikan menjadi salah satu penyebab penurunan panen ikan.

 

Dinas Perikanan Lamongan mendata produktivitas perikanan triwulan pertama tahun ini hanya 18.740,3 ton. Jumlah itu menurunkan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 21.978 ton. “Ada penurunan 3.238 ton,” tutur Kepala Dinas Perikanan Lamongan, Yuli Wahyuono.

 

Menurut dia, saat ini banyak tambak yang masih terendam banjir. Akibatnya, produksi perikanan menurun. “Ini faktor alam. Upaya kita nanti pada tanam berikutnya untuk dimaksimalkan,” imbuhnya.

 

Menurut Yuli, lahan terluas untuk pertambakan berada di Kecamatan Glagah, yakni 3.856 hektare. Disusul Kecamatan Turi dengan luas 3.209 hektare.

Baca Juga :  Anak Eks Pelatih Persibo – Persatu Divonis 6,5 Tahun

 

“Produksi perikanan Glagah memang selalu tinggi karena petaninya menerapkan beberapa metode budidaya dan lahannya juga luas,” kata Yuli. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/