alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Jasa Rental Mobil di Lamongan Panen saat Lebaran

LAMONGAN, Radar Lamongan – Longgarnya status kedaruratan Covid-19 sangat berimbas ke beberapa sektor perekonomian. Momen lebaran menjadi salah satu titik kebangkitan bagi sebagian pengusaha. Termasuk pengusaha jasa rental mobil.

 

Ruli, salah satu pengusaha sewa rental mobil di Lamongan, menuturkan, hingga hari keempat lebaran, 20 unit mobil yang disewakan, terpakai semua. Padahal, tarif sewa mobil mengalami kenaikan sekitar 100 persen dibandingkan hari – hari biasa. ‘’Sudah full job, 20 unit mobil sudah disewa semua sampai H+4 lebaran,’’ ujarnya.

 

Ruli mengaku sempat merasakan sepinya penyewaan mobil saat pandemi. Sistem paket minimal sewa 3 hari yang ditawarkan dengan harga miring juga tidak diminati. Tarif sewa mobilnya sekitar Rp 300 ribu per 24 jam pada hari biasa. Namun, kini dengan tarif Rp 500 ribu untuk lebaran, banyak konsumen yang datang menanyakan kesediaan mobil di tempatnya.

Baca Juga :  Persaingan RT Hijau dan Bersih Dimulai

 

“Perkembangan akhir-akhir  ini bagus. Sudah banyak pesan buat hari raya, satu minggu sebelum hari raya sudah disewa semua mobilnya,” jelasnya.

 

Dia bersyukur masih bisa bertahan di tengah gempuran pandemi lalu. Sebab, banyak pengusaha tutup akibat banyaknya larangan beraktivitas tersebut. Ruli juga selalu hati-hati ketika ada konsumen datang. Dia mensyaratkan harus bawa KTP, sepeda motor dan STNK. Namun,  ada penyewa yang datang mengendarai motor tanpa STNK. Dia mencurigai orang seperti itu modus untuk menggadaikan.

 

“Kita sudah sering seperti itu, sego jangan dengan kasus tersebut. Kita komunikasi dengan baik,” tuturnya.

 

Harga sewa mobil di Lamongan tidak ada standarnya. Surono, pengusaha rental mobil lainnya di Lamongan,  menuturkan, harga sewa juga memengaruhi permintaan pinjam mobil. “Harga hari biasa Rp 300 ribu kemudian H-2 hari raya hingga H+5 hari raya sewanya mobil itu menjadi  dua kali lipat. Semula Rp 300 ribu menjadi Rp 600 ribu. Itu mempengaruhi minat penyewa,” ujarnya.

Baca Juga :  Truk Bermuatan Pakan Kucing Terguling

 

Dia juga menawarkan paket minimal 3 hari. Namun, ada sejumlah konsumen yang memintan tipe mobil tertentu. “Rentalku ada pengaruh karena sewa tadi,” tuturnya. (sip/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Longgarnya status kedaruratan Covid-19 sangat berimbas ke beberapa sektor perekonomian. Momen lebaran menjadi salah satu titik kebangkitan bagi sebagian pengusaha. Termasuk pengusaha jasa rental mobil.

 

Ruli, salah satu pengusaha sewa rental mobil di Lamongan, menuturkan, hingga hari keempat lebaran, 20 unit mobil yang disewakan, terpakai semua. Padahal, tarif sewa mobil mengalami kenaikan sekitar 100 persen dibandingkan hari – hari biasa. ‘’Sudah full job, 20 unit mobil sudah disewa semua sampai H+4 lebaran,’’ ujarnya.

 

Ruli mengaku sempat merasakan sepinya penyewaan mobil saat pandemi. Sistem paket minimal sewa 3 hari yang ditawarkan dengan harga miring juga tidak diminati. Tarif sewa mobilnya sekitar Rp 300 ribu per 24 jam pada hari biasa. Namun, kini dengan tarif Rp 500 ribu untuk lebaran, banyak konsumen yang datang menanyakan kesediaan mobil di tempatnya.

Baca Juga :  Antisipasi Penumpukan Truk, BBJN Pasang Rambu Yellow Box

 

“Perkembangan akhir-akhir  ini bagus. Sudah banyak pesan buat hari raya, satu minggu sebelum hari raya sudah disewa semua mobilnya,” jelasnya.

 

Dia bersyukur masih bisa bertahan di tengah gempuran pandemi lalu. Sebab, banyak pengusaha tutup akibat banyaknya larangan beraktivitas tersebut. Ruli juga selalu hati-hati ketika ada konsumen datang. Dia mensyaratkan harus bawa KTP, sepeda motor dan STNK. Namun,  ada penyewa yang datang mengendarai motor tanpa STNK. Dia mencurigai orang seperti itu modus untuk menggadaikan.

 

“Kita sudah sering seperti itu, sego jangan dengan kasus tersebut. Kita komunikasi dengan baik,” tuturnya.

 

Harga sewa mobil di Lamongan tidak ada standarnya. Surono, pengusaha rental mobil lainnya di Lamongan,  menuturkan, harga sewa juga memengaruhi permintaan pinjam mobil. “Harga hari biasa Rp 300 ribu kemudian H-2 hari raya hingga H+5 hari raya sewanya mobil itu menjadi  dua kali lipat. Semula Rp 300 ribu menjadi Rp 600 ribu. Itu mempengaruhi minat penyewa,” ujarnya.

Baca Juga :  Persela Lamongan Bergantung Tim Lain

 

Dia juga menawarkan paket minimal 3 hari. Namun, ada sejumlah konsumen yang memintan tipe mobil tertentu. “Rentalku ada pengaruh karena sewa tadi,” tuturnya. (sip/yan)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/