alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Target Vaksinasi di Lamongan Terus digenjot

LAMONGAN, Radar Lamongan – Target vaksinasi di Lamongan terus digenjot capaiannya. Karena realisasi dosis 1 secara kumulatif sekitar 79 persen atau 935 ribu, dari proyeksi sebesar 1,1 juta. Sedangkan dosis dua hanya 70 persen atau 821 ribu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan dr. Taufik Hidayat menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan serentak untuk dosis 1, 2, dan 3. Sebab dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) meminta agar pelaksanaan vaksinasi dilakukan serentak. Tujuannya herd immunity segera terbentuk dan masyarakat semakin siap dengan kehidupan di masa pandemi.

‘’Kalau tubuh kita sudah mendapatkan dosis lengkap, Insya Allah siap, meski sekarang ada varian baru. Mudah-mudahan virus tidak bermutasi lagi,” harap Taufik.

Baca Juga :  Kurang Saksi Ahli Perbankan

Menurut Taufik, tingkat prosentase vaksinasi di Lamongan tergolong tinggi. Meski sempat terjadi kenaikan kasus hingga 70 kasus per hari, tapi tingkat hunian di rumah sakit (RS) masih rendah.

Itu didukung oleh masyarakat semakin peduli dengan kesehatan, yang melakukan vaksinasi lengkap. Terutama kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sehingga meski terpapar tidak parah.

Menurut dia, varian Omicron tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan yang sebelumnya. Karena itu, dibutuhkan vaksinasi dosis lengkap untuk menurunkan risiko penularan.

Taufik mengatakan, untuk kasus positif setiap harinya masih ada. Namun masih diimbangi dengan pasien yang sembuh. Kemarin total kumulatif ada 135 yang aktif. Rerata pasien melakukan isolasi mandiri, karena tingkat keparahannya rendah.

Baca Juga :  Terkesan Menang Keberuntungan

Ada empat kasus di kecamatan dengan status zona hijau. Meliputi Sambeng, Sarirejo, Maduran, dan Solokuro. Sisanya masih kuning. Namun, untuk satgas desa tetap diaktifkan untuk memutus rantai penularan Covid-19 di masing-masing kecamatan. Menurut dia, pelaksanaan PPKM mikro tetap dilakukan. Sebab perannya cukup aktif dalam menurunkan penularan Covid-19 di tingkat desa.

‘’Salah satunya dengan adanya satgas desa, cukup efektif dalam memantau keluar masuk warganya yang berpotensi menjadi carrier,’’ terangnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Target vaksinasi di Lamongan terus digenjot capaiannya. Karena realisasi dosis 1 secara kumulatif sekitar 79 persen atau 935 ribu, dari proyeksi sebesar 1,1 juta. Sedangkan dosis dua hanya 70 persen atau 821 ribu.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan dr. Taufik Hidayat menjelaskan, pelaksanaan vaksinasi ini dilakukan serentak untuk dosis 1, 2, dan 3. Sebab dari Kementrian Kesehatan (Kemenkes) meminta agar pelaksanaan vaksinasi dilakukan serentak. Tujuannya herd immunity segera terbentuk dan masyarakat semakin siap dengan kehidupan di masa pandemi.

‘’Kalau tubuh kita sudah mendapatkan dosis lengkap, Insya Allah siap, meski sekarang ada varian baru. Mudah-mudahan virus tidak bermutasi lagi,” harap Taufik.

Baca Juga :  SMAN 1 Sekaran, Tetap Berprestasi Meski Pandemi

Menurut Taufik, tingkat prosentase vaksinasi di Lamongan tergolong tinggi. Meski sempat terjadi kenaikan kasus hingga 70 kasus per hari, tapi tingkat hunian di rumah sakit (RS) masih rendah.

Itu didukung oleh masyarakat semakin peduli dengan kesehatan, yang melakukan vaksinasi lengkap. Terutama kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes). Sehingga meski terpapar tidak parah.

Menurut dia, varian Omicron tingkat penularannya lebih tinggi dibandingkan yang sebelumnya. Karena itu, dibutuhkan vaksinasi dosis lengkap untuk menurunkan risiko penularan.

Taufik mengatakan, untuk kasus positif setiap harinya masih ada. Namun masih diimbangi dengan pasien yang sembuh. Kemarin total kumulatif ada 135 yang aktif. Rerata pasien melakukan isolasi mandiri, karena tingkat keparahannya rendah.

Baca Juga :  Maksimalkan Pelayanan Publik

Ada empat kasus di kecamatan dengan status zona hijau. Meliputi Sambeng, Sarirejo, Maduran, dan Solokuro. Sisanya masih kuning. Namun, untuk satgas desa tetap diaktifkan untuk memutus rantai penularan Covid-19 di masing-masing kecamatan. Menurut dia, pelaksanaan PPKM mikro tetap dilakukan. Sebab perannya cukup aktif dalam menurunkan penularan Covid-19 di tingkat desa.

‘’Salah satunya dengan adanya satgas desa, cukup efektif dalam memantau keluar masuk warganya yang berpotensi menjadi carrier,’’ terangnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/