alexametrics
33.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Gencarkan Imunisasi Measles Rubella

Tiga Hari Menyasar 15 Ribu Balita di Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Imunisasi measles rubella (MR) usia 9 sampai 59 bulan gencar dilaksanakan. Dalam tiga hari, sebanyak 15 ribu balita melakukan imunisasi, guna mencegah penyakit akibat virus rubella tersebut. Sehingga, dari proyeksi 65 ribu sasaran balita, kini sudah tercapai 23 persen.

 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan dr Indra Tsani menjelaskan, terdapat sejumlah kecamatan yang pergerakannya sangat cepat. Diantaranya Puskesmas Ngimbang mencapai 84 persen dari sasaran rill 2.183.

 

Sedangkan, Puskesmas Dermolemahbang, Kecamatan Sarirejo realisasinya sudah 66 persen dari proyeksi 1.273. Serta di Puskesmas Kedungpring sudah menyentuh angka 68 persen atau 1.070 dari 1.556 sasaran ril. Menurut dia, cakupan imunisasi ini tidak lepas dari dukungan semua pihak dalam mensukseskan bulan imunisasi anak nasional (BIAN).

Baca Juga :  Parkir Elektronik Belum Berfungsi

 

‘’Capaian imunisasi ini juga menyesuaikan dengan tingkat partisipasi dari kader desa dalam mendata penerima imunisasi. Semakin cepat, maka sasaran segera mendapatkan imunisasi,” terang dr Indra kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (5/8).

 

Meski begitu, masih terdapat sejumlah puskesmas yang cakupannya rendah. Seperti Puskesmas Sukodadi masih 0,48 persen dari proyeksi 1.622, Puskesmas Sambeng 4,60 persen dari proyeksi 2.674.

 

‘’Harapannya petugas segera melakukan percepatan dan pelaporan ke dinas untuk melihat progresnya,” imbuhnya.

 

Seperti diketahui, kasus MR dalam dua tahun ini mengalami kenaikan di sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Sehingga, lanjut dia, Lamongan menargetkan eliminasi untuk penularan kasus campak Jerman tersebut.

Baca Juga :  Pasien Probable Covid-19 Meninggal di Fasilitas Isolasi

 

Penularan penyakit bisa dicegah dengan imunisasi. Beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi seperti polio, rubella, difteri, tetanus, dan masih banyak lagi.

 

‘’Beberapa waktu lalu, ada yang meninggal karena tetanus, tapi sudah lanjut usia. Sehingga kemungkinan tidak mendapatkan imunisasi ketika masih balita dan remaja,” terangnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Imunisasi measles rubella (MR) usia 9 sampai 59 bulan gencar dilaksanakan. Dalam tiga hari, sebanyak 15 ribu balita melakukan imunisasi, guna mencegah penyakit akibat virus rubella tersebut. Sehingga, dari proyeksi 65 ribu sasaran balita, kini sudah tercapai 23 persen.

 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan dr Indra Tsani menjelaskan, terdapat sejumlah kecamatan yang pergerakannya sangat cepat. Diantaranya Puskesmas Ngimbang mencapai 84 persen dari sasaran rill 2.183.

 

Sedangkan, Puskesmas Dermolemahbang, Kecamatan Sarirejo realisasinya sudah 66 persen dari proyeksi 1.273. Serta di Puskesmas Kedungpring sudah menyentuh angka 68 persen atau 1.070 dari 1.556 sasaran ril. Menurut dia, cakupan imunisasi ini tidak lepas dari dukungan semua pihak dalam mensukseskan bulan imunisasi anak nasional (BIAN).

Baca Juga :  Pasien Probable Covid-19 Meninggal di Fasilitas Isolasi

 

‘’Capaian imunisasi ini juga menyesuaikan dengan tingkat partisipasi dari kader desa dalam mendata penerima imunisasi. Semakin cepat, maka sasaran segera mendapatkan imunisasi,” terang dr Indra kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (5/8).

 

Meski begitu, masih terdapat sejumlah puskesmas yang cakupannya rendah. Seperti Puskesmas Sukodadi masih 0,48 persen dari proyeksi 1.622, Puskesmas Sambeng 4,60 persen dari proyeksi 2.674.

 

‘’Harapannya petugas segera melakukan percepatan dan pelaporan ke dinas untuk melihat progresnya,” imbuhnya.

 

Seperti diketahui, kasus MR dalam dua tahun ini mengalami kenaikan di sejumlah kabupaten di Jawa Timur. Sehingga, lanjut dia, Lamongan menargetkan eliminasi untuk penularan kasus campak Jerman tersebut.

Baca Juga :  Rektor Unisla Bakal Panggil Ketua Litbang Pemas

 

Penularan penyakit bisa dicegah dengan imunisasi. Beberapa penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi seperti polio, rubella, difteri, tetanus, dan masih banyak lagi.

 

‘’Beberapa waktu lalu, ada yang meninggal karena tetanus, tapi sudah lanjut usia. Sehingga kemungkinan tidak mendapatkan imunisasi ketika masih balita dan remaja,” terangnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/