alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Belum Ungkap Identitas Calon Tersangka Tambahan

- Advertisement -

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Lamongan memastikan kasus pengurukan lahan di dinas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan setempat belum berakhir. Meskipun, dua terdakwanya Rudjito, mantan kepala dinas tersebut, dan kontraktor M Zaenuri, sudah dijatuhi vonis pada sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

‘’Pastinya ada tersangka baru lagi satu orang. Karena barang bukti masih digunakan lagi dengan kasus yang sama,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Anton Wahyudi.

Menurut dia, tak lama lagi dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Anton mengaku sudah mengantongi nama orang yang akan diperiksa tersebut.

‘’Saya belum berani menyampaikan dengan detail yang akan diperiksa nanti dari PNS, swasta, atau yang lainnya,’’ katanya.

Seperti diberitakan, pada sidang minggu lalu (27/6), Rudjito divonis 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan, dan diminta membayar biaya perkara Rp 5 ribu. Zaenuri juga divonis 4 tahun penjara, membayar uang penganti Rp 564 juta subsider setahun, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan dan biaya perkara Rp 5 ribu. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut keduanya dihukum 6 tahun penjara. Pihak terdakwa menyatakan pikir – pikir dengan putusan majelis hakim tersebut.

Baca Juga :  Tiga Mahasiswa KKN di Malaysia
- Advertisement -

‘’Sampai saat ini, saya belum menerima adanya surat banding putusan kedua terdakwa Mas,’’ kata Anton.

Biasanya, lanjut dia, ada lampiran yang disertakan dari salinan putusan PN Surabaya. (mal/yan) 

 

KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Lamongan memastikan kasus pengurukan lahan di dinas tanaman pangan, hortikultura dan perkebunan setempat belum berakhir. Meskipun, dua terdakwanya Rudjito, mantan kepala dinas tersebut, dan kontraktor M Zaenuri, sudah dijatuhi vonis pada sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya.

‘’Pastinya ada tersangka baru lagi satu orang. Karena barang bukti masih digunakan lagi dengan kasus yang sama,’’ kata Kasi Pidsus Kejari Lamongan, Anton Wahyudi.

Menurut dia, tak lama lagi dilakukan pemeriksaan terhadap tersangka. Anton mengaku sudah mengantongi nama orang yang akan diperiksa tersebut.

‘’Saya belum berani menyampaikan dengan detail yang akan diperiksa nanti dari PNS, swasta, atau yang lainnya,’’ katanya.

Seperti diberitakan, pada sidang minggu lalu (27/6), Rudjito divonis 4 tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan, dan diminta membayar biaya perkara Rp 5 ribu. Zaenuri juga divonis 4 tahun penjara, membayar uang penganti Rp 564 juta subsider setahun, denda Rp 200 juta subsider 3 bulan dan biaya perkara Rp 5 ribu. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut keduanya dihukum 6 tahun penjara. Pihak terdakwa menyatakan pikir – pikir dengan putusan majelis hakim tersebut.

Baca Juga :  Perbaiki Lima Pasar di Lamongan
- Advertisement -

‘’Sampai saat ini, saya belum menerima adanya surat banding putusan kedua terdakwa Mas,’’ kata Anton.

Biasanya, lanjut dia, ada lampiran yang disertakan dari salinan putusan PN Surabaya. (mal/yan) 

 

Previous articleKeberatan Tuntutan 8 Tahun
Next articleDesa Wajib Lapor

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/