alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Bus Rusak Parah, Diusulkan Hapus dari Aset Pemkab Lamongan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bus milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan diusulkan dihapus. Sebab bus yang dibeli dengan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Lamongan itu rusak parah dan tidak bisa diperbaiki.

 

‘’Usianya sudah tua 10 tahun lebih. Tidak bisa dilakukan peremajaan lagi, karena sudah rusak parah,’’ terang Plt Kabag Umum Setkab Lamongan Laily Indayati kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

 

Menurut Laily, bus kini masih diparkir di Dinas PU Bina Marga Lamongan. Alasannya halaman luas, sehingga cukup untuk menampung bus tersebut. Meski masuk aset daerah, tapi bus Pemkab tidak bisa dilelang karena kondisinya terlalu parah.

 

Sehingga, bus akan diusulkan untuk dihapus sebagai aset Pemkab. Setelah dihapus, Pemkab hanya memiliki satu bus mini yang kondisinya juga tidak terlalu baik, tapi lebih layak dari yang sebelumnya.

Baca Juga :  Bantuan Jaring – Jala untuk Nelayan di Lamongan

 

‘’Minimal masih bisa digunakan dan akan dilakukan pemeliharaan rutin,’’ terang kabag yang juga menjabat sebagai Kabid Perbendaharaan BPKAD Lamongan itu.

 

Meski hanya memiliki satu armada bus mini, Laily memastikan, belum berencana melakukan pengadaan bus baru. Laily mengatakan, kondisinya masih pandemi, sehingga belanja daerah diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

 

Selain kesehatan dan pendidikan, terdapat infrastruktur yang menjadi prioritas pekerjaan tahun ini. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pengadaan lagi jika kebutuhannya mendesak.

 

‘’Bus ini kan untuk mendukung operasional pemerintahan. Misalnya untuk memberangkatkan cabang olahraga atau kunjungan pemerintahan lainnya,” imbuhnya.

 

Laily mengaku, untuk pemelirahaan rutin sudah dilakukan. Namun, usia bus memang sudah tua, sehingga tidak bisa diperbaiki lagi. Menurut dia, untuk mendukung operasional pemerintahan masih ada minibus.

Baca Juga :  Perlu Penataan Ulang

 

Sebelumnya bus tersebut digunakan untuk mendukung operasional Persela. Namun, tahun lalu sudah ada armada baru, karena kondisi bus sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

 

‘’Biasanya untuk aset pemerintahan, jika masih layak akan diajukan pelelangan ke provinsi. Sebaliknya kalau tidak akan diusulkan penghapusan,’’ terangnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Bus milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan diusulkan dihapus. Sebab bus yang dibeli dengan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Lamongan itu rusak parah dan tidak bisa diperbaiki.

 

‘’Usianya sudah tua 10 tahun lebih. Tidak bisa dilakukan peremajaan lagi, karena sudah rusak parah,’’ terang Plt Kabag Umum Setkab Lamongan Laily Indayati kepada Jawa Pos Radar Lamongan.

 

Menurut Laily, bus kini masih diparkir di Dinas PU Bina Marga Lamongan. Alasannya halaman luas, sehingga cukup untuk menampung bus tersebut. Meski masuk aset daerah, tapi bus Pemkab tidak bisa dilelang karena kondisinya terlalu parah.

 

Sehingga, bus akan diusulkan untuk dihapus sebagai aset Pemkab. Setelah dihapus, Pemkab hanya memiliki satu bus mini yang kondisinya juga tidak terlalu baik, tapi lebih layak dari yang sebelumnya.

Baca Juga :  Perlu Penataan Ulang

 

‘’Minimal masih bisa digunakan dan akan dilakukan pemeliharaan rutin,’’ terang kabag yang juga menjabat sebagai Kabid Perbendaharaan BPKAD Lamongan itu.

 

Meski hanya memiliki satu armada bus mini, Laily memastikan, belum berencana melakukan pengadaan bus baru. Laily mengatakan, kondisinya masih pandemi, sehingga belanja daerah diprioritaskan untuk kebutuhan yang lebih mendesak.

 

Selain kesehatan dan pendidikan, terdapat infrastruktur yang menjadi prioritas pekerjaan tahun ini. Namun, tidak menutup kemungkinan akan dilakukan pengadaan lagi jika kebutuhannya mendesak.

 

‘’Bus ini kan untuk mendukung operasional pemerintahan. Misalnya untuk memberangkatkan cabang olahraga atau kunjungan pemerintahan lainnya,” imbuhnya.

 

Laily mengaku, untuk pemelirahaan rutin sudah dilakukan. Namun, usia bus memang sudah tua, sehingga tidak bisa diperbaiki lagi. Menurut dia, untuk mendukung operasional pemerintahan masih ada minibus.

Baca Juga :  Tingkatkan Kreativitas, Gelar Tahrib Ramadan

 

Sebelumnya bus tersebut digunakan untuk mendukung operasional Persela. Namun, tahun lalu sudah ada armada baru, karena kondisi bus sudah tidak memungkinkan untuk diperbaiki.

 

‘’Biasanya untuk aset pemerintahan, jika masih layak akan diajukan pelelangan ke provinsi. Sebaliknya kalau tidak akan diusulkan penghapusan,’’ terangnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/