29.3 C
Bojonegoro
Wednesday, November 30, 2022

Arah Kebijakan Pakai Basis Data Regsosek

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan registrasi sosial ekonomi (Regsosek) 15 Oktober – 14 November. Regsosek melibatkan 1.921 petugas.

 

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, meminta seluruh pihak, khususnya kepala desa dan lurah, untuk mendukung pelaksanaan Regsosek. Pemkab sangat berkepentingan dengan data tersebut untuk tolok ukur evaluasi program sebelumnya.

 

Menurut bupati, sebelumnya basis data yang dijadikan acuan sangat banyak. Sehingga, hasil Regsosek ini diharapkan bisa digunakan perbaikan. “Saya minta masyarakat mengatakan yang sejujurnya karena nantinya arah kebijakan pemerintah berdasarkan basis satu data Indonesia dari Regsosek ini,”  terangnya.

- Advertisement -

 

Kepala BPS Lamongan, Bagyo Trilaksono, menuturkan, pelatihan petugas regsosek sudah berjalan 60 persen. Dia berharap, kades dan lurah bersedia mengawal petugas BPS untuk melakukan pendataan di lingkungannya.  Sehingga, petugas bisa mendapatkan data akurat dan jujur untuk kepentingan semua pihak.

Baca Juga :  Jadi Kabupaten Ke-25 Penerapan Srikandi

 

Nantinya, pendataan itu meliputi seluruh keluarga, dan tunawisma. Data ini tidak hanya diperuntukan sebagai perlindungan sosial, tapi juga pemberdayaan masyarakat. Sebab, Regsosek ini untuk basis data yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

 

‘’Data ini bisa dijadikan referensi untuk berbagai kegiatan pemerintahan. Karena itu, diharapkan masyarakat memberikan jawaban yang jujur supaya data yang dihasilkan akurat,’’ tuturnya. (rka/yan)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan pendataan registrasi sosial ekonomi (Regsosek) 15 Oktober – 14 November. Regsosek melibatkan 1.921 petugas.

 

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, meminta seluruh pihak, khususnya kepala desa dan lurah, untuk mendukung pelaksanaan Regsosek. Pemkab sangat berkepentingan dengan data tersebut untuk tolok ukur evaluasi program sebelumnya.

 

Menurut bupati, sebelumnya basis data yang dijadikan acuan sangat banyak. Sehingga, hasil Regsosek ini diharapkan bisa digunakan perbaikan. “Saya minta masyarakat mengatakan yang sejujurnya karena nantinya arah kebijakan pemerintah berdasarkan basis satu data Indonesia dari Regsosek ini,”  terangnya.

- Advertisement -

 

Kepala BPS Lamongan, Bagyo Trilaksono, menuturkan, pelatihan petugas regsosek sudah berjalan 60 persen. Dia berharap, kades dan lurah bersedia mengawal petugas BPS untuk melakukan pendataan di lingkungannya.  Sehingga, petugas bisa mendapatkan data akurat dan jujur untuk kepentingan semua pihak.

Baca Juga :  Dua SMAN Belum Penuhi Pagu

 

Nantinya, pendataan itu meliputi seluruh keluarga, dan tunawisma. Data ini tidak hanya diperuntukan sebagai perlindungan sosial, tapi juga pemberdayaan masyarakat. Sebab, Regsosek ini untuk basis data yang terdiri atas profil, kondisi sosial, ekonomi, dan tingkat kesejahteraan masyarakat.

 

‘’Data ini bisa dijadikan referensi untuk berbagai kegiatan pemerintahan. Karena itu, diharapkan masyarakat memberikan jawaban yang jujur supaya data yang dihasilkan akurat,’’ tuturnya. (rka/yan)

Previous articleRancang Dua Opsi
Next articleSuka Tantangan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dijanjikan Penerbangan Tahun Depan

Demi Cewek di Luar Negeri, Curi HP

Suka Mewarnai Spongebob

Tingkatkan Sinergi Hadapi Resesi


/