alexametrics
25.3 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

ODHA di Lamongan Didominasi Usia Produktif 

LAMONGAN, Radar Lamongan – Orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) di Lamongan didominasi usia produktif antara 20 tahun hingga 40 tahun. Bedasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, jumlah kasus dari usia produktif mendominasi 50 persen lebih.

 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan dr. Indra Tsani menjelaskan, untuk kasus HIV/ AIDS di Lamongan rerata pekerja. Karena mereka memiliki uang. Kemungkinan masyarakat yang sudah aktif secara seksual masih abai terhadap bahaya penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut. Sehingga melakukan aktivitas berisiko tinggi, terutama bergonta-ganti pasangan.

 

Indra menuturkan jika tahun ini temuannya masih sangat kecil. Hingga bulan lalu, masih ditemukan lima kasus. Seperti diketahui, kasus HIV/ AIDS seperti fenomena gunung es. Dimana kasus yang terdeteksi hanya di luar, tapi sebenarnya banyak yang belum terdeteksi. Oleh karena itu, dia berharap kesadaran masyarakat yang memiliki risiko tinggi untuk memeriksakan diri. Sehingga bisa diputus rantai penularannya.

Baca Juga :  Sanksi Berubah, Mainkan Alex

 

‘’Kalau kita menemukan kasus lebih banyak, maka usaha menyembuhkan semakin mudah,” terang Indra.

 

Menurut Indra, dengan mengetahui status HIV/ AIDS maka bisa segera mengkonsumsi antiretroviral (ARV). Tujuannya untuk menekan berkembangnya virus di dalam tubuhnya. ARV memang tidak bisa menyembuhkan, tapi mampu meningkatkan kualitas hidup ODHA.

 

Dia menerangkan, setiap terapi memang ada efek sampingnya. Sehingga sebagian besar penderita menolak, karena tidak kuat dengan efek terapinya. Tapi efek samping biasanya terasa di awal.

 

Hingga kini, lanjut dia, angka kematian terbesar bukan karena HIV tapi AIDS. Sebab, penderita tidak mengetahui kalau positif. Sehingga virusnya sudah menyebar ke seluruh organ tubuh. Mayoritas pada fase AIDS terdapat infeksi oportunistik, yang memperparah kondisi pasien.

Baca Juga :  Beragam Bentuk Puding Dikombinasikan dengan Buah

 

Data tiga tahun terakhir, temuan kasus selalu mengalami penurunan. Tahun 2019 ada 129 kasus, Tahun 2020 ditemukan 109 kasus, Sedangkan tahun lalu terdeteksi 24 kasus. Dan empat bulan ini, masih ditemukan lima kasus. Saat ini, untuk skrining sudah bekerjasama dengan calon pengantin dan ibu hamil.

 

‘’Mudah-mudahan dengan turunnya kasus ini, memang di Lamongan aman dan tidak ada yang terpajan,” harapnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Orang dengan HIV/ AIDS (ODHA) di Lamongan didominasi usia produktif antara 20 tahun hingga 40 tahun. Bedasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) Lamongan, jumlah kasus dari usia produktif mendominasi 50 persen lebih.

 

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lamongan dr. Indra Tsani menjelaskan, untuk kasus HIV/ AIDS di Lamongan rerata pekerja. Karena mereka memiliki uang. Kemungkinan masyarakat yang sudah aktif secara seksual masih abai terhadap bahaya penyakit yang belum ditemukan obatnya tersebut. Sehingga melakukan aktivitas berisiko tinggi, terutama bergonta-ganti pasangan.

 

Indra menuturkan jika tahun ini temuannya masih sangat kecil. Hingga bulan lalu, masih ditemukan lima kasus. Seperti diketahui, kasus HIV/ AIDS seperti fenomena gunung es. Dimana kasus yang terdeteksi hanya di luar, tapi sebenarnya banyak yang belum terdeteksi. Oleh karena itu, dia berharap kesadaran masyarakat yang memiliki risiko tinggi untuk memeriksakan diri. Sehingga bisa diputus rantai penularannya.

Baca Juga :  Stok Air Kritis

 

‘’Kalau kita menemukan kasus lebih banyak, maka usaha menyembuhkan semakin mudah,” terang Indra.

 

Menurut Indra, dengan mengetahui status HIV/ AIDS maka bisa segera mengkonsumsi antiretroviral (ARV). Tujuannya untuk menekan berkembangnya virus di dalam tubuhnya. ARV memang tidak bisa menyembuhkan, tapi mampu meningkatkan kualitas hidup ODHA.

 

Dia menerangkan, setiap terapi memang ada efek sampingnya. Sehingga sebagian besar penderita menolak, karena tidak kuat dengan efek terapinya. Tapi efek samping biasanya terasa di awal.

 

Hingga kini, lanjut dia, angka kematian terbesar bukan karena HIV tapi AIDS. Sebab, penderita tidak mengetahui kalau positif. Sehingga virusnya sudah menyebar ke seluruh organ tubuh. Mayoritas pada fase AIDS terdapat infeksi oportunistik, yang memperparah kondisi pasien.

Baca Juga :  Pelayanan SIM di Lamongan Diliburkan

 

Data tiga tahun terakhir, temuan kasus selalu mengalami penurunan. Tahun 2019 ada 129 kasus, Tahun 2020 ditemukan 109 kasus, Sedangkan tahun lalu terdeteksi 24 kasus. Dan empat bulan ini, masih ditemukan lima kasus. Saat ini, untuk skrining sudah bekerjasama dengan calon pengantin dan ibu hamil.

 

‘’Mudah-mudahan dengan turunnya kasus ini, memang di Lamongan aman dan tidak ada yang terpajan,” harapnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/