alexametrics
32.2 C
Bojonegoro
Tuesday, August 9, 2022

Janji Panggil Anggota Dewan Bolos Rapat

LAMONGAN, Radar Lamongan –  DPRD Lamongan menggelar rapat banggar bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), yang dipimpin Sekkab Lamongan Nalikan bersama sejumlah OPD, kemarin (3/8). Pembahasannya terkait rancangan perubahan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) Tahun 2022.

 

Meski kehadiran dinyatakan kuorum (separo dari jumlah anggota), tapi hanya 15 anggota yang termasuk Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur yang hadir. Sedangkan, 11 anggota yang diantaranya tiga wakil ketua DPRD Lamongan tak hadir rapat. Padahal, rapat tersebut cukup vital membahas kepentingan masyarakat Lamongan.

 

Hal ini cukup kontradiktif. Sebab, ketika melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah, seluruh anggota cukup bersemangat. Terkesan sejumlah anggota DPRD Lamongan memilih kegiatan yang menguntungkan untuk dirinya sendiri. Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur menuturkan, tiga pimpinan yang tidak hadir sudah izin.

Baca Juga :  Harga Ikan Turun, Nelayan Resah

 

‘’Rapat juga sudah kourum. Pimpinan Darwoto sakit, Bu Retno ada agenda  yang tidak bisa ditinggalkan, Pak Aqib juga,’’ ujar Ghofur saat dikonfirmasi usai rapat banggar.

 

Apakah nantinya ada evaluasi atau tindakan terhadap anggota yang bolos rapat?.  Ghofur berjanji nantinya akan memanggil, memberikan saran dan masukan kepada anggota yang tidak hadir rapat.

 

‘’Itu nanti kita panggil. Ketika ada acara paripurna harus hadir. Apalagi banggar membahasa anggaran harus hadir. Yang tidak hadir itu, karena udzur tidak bisa ditinggalkan, yang penting sudah kourum,’’ imbuhnya.

 

Ghofur menjelaskan, Ketua tim TAPD sudah menjelaskan dalam rapat. Salah satu poin yang disinggung terkait lahan ring road utara. Realiasinya, terang dia, sesuai dengan program bupati atau pemerintah daerah.

Baca Juga :  Klaim Sudah Benahi PJU di Lamongan

 

‘’Tujuan utamanya mengantisapi agar tidak macet dan meminimalisasi kecelakaan saat musim hujan (di perlintasan KA jalan nasional, Red),’’ ucap politisi F-PKB tersebut.

 

Selanjutnya, terkait pembahasan pembebasan lahan untuk RSUD di Kecamatan Brondong. Ghofur juga mengakui jika nantinya dianggarkan untuk pustu. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih merata dan cepat.

 

‘’Ketiga otomatis infrasturkur jalan kita fokuskan, sesuai visi misi bupati yang memiliki program Jamula. Dan insyallah tahun-tahun berikutnya akan difokuskan untuk jalan,’’ ujarnya.

 

Dia memastikan, DPRD akan turun memantau pekerjaan hasil lelang yang kini sudah dikerjakan. Terutama mengecek kualitasnya.‘’Kualitas itu harus. Karena kita ingin jalan Kabupaten Lamongan mutunya bagus, bisa dirasakan masyarakat luas. Dan yang melewati jalan itu senang, karena mutu yang bagus,’’ ujarnya. (sip/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan –  DPRD Lamongan menggelar rapat banggar bersama tim anggaran pemerintah daerah (TAPD), yang dipimpin Sekkab Lamongan Nalikan bersama sejumlah OPD, kemarin (3/8). Pembahasannya terkait rancangan perubahan kebijakan umum anggaran dan prioritas plafon anggaran sementara (KUA-PPAS) Tahun 2022.

 

Meski kehadiran dinyatakan kuorum (separo dari jumlah anggota), tapi hanya 15 anggota yang termasuk Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur yang hadir. Sedangkan, 11 anggota yang diantaranya tiga wakil ketua DPRD Lamongan tak hadir rapat. Padahal, rapat tersebut cukup vital membahas kepentingan masyarakat Lamongan.

 

Hal ini cukup kontradiktif. Sebab, ketika melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke luar daerah, seluruh anggota cukup bersemangat. Terkesan sejumlah anggota DPRD Lamongan memilih kegiatan yang menguntungkan untuk dirinya sendiri. Ketua DPRD Lamongan Abdul Ghofur menuturkan, tiga pimpinan yang tidak hadir sudah izin.

Baca Juga :  Bupati Yes Berperan Sebagai Ronggohadi

 

‘’Rapat juga sudah kourum. Pimpinan Darwoto sakit, Bu Retno ada agenda  yang tidak bisa ditinggalkan, Pak Aqib juga,’’ ujar Ghofur saat dikonfirmasi usai rapat banggar.

 

Apakah nantinya ada evaluasi atau tindakan terhadap anggota yang bolos rapat?.  Ghofur berjanji nantinya akan memanggil, memberikan saran dan masukan kepada anggota yang tidak hadir rapat.

 

‘’Itu nanti kita panggil. Ketika ada acara paripurna harus hadir. Apalagi banggar membahasa anggaran harus hadir. Yang tidak hadir itu, karena udzur tidak bisa ditinggalkan, yang penting sudah kourum,’’ imbuhnya.

 

Ghofur menjelaskan, Ketua tim TAPD sudah menjelaskan dalam rapat. Salah satu poin yang disinggung terkait lahan ring road utara. Realiasinya, terang dia, sesuai dengan program bupati atau pemerintah daerah.

Baca Juga :  Penyakit Peserta BPJS Terdeteksi Dini dengan Skrining Kesehatan

 

‘’Tujuan utamanya mengantisapi agar tidak macet dan meminimalisasi kecelakaan saat musim hujan (di perlintasan KA jalan nasional, Red),’’ ucap politisi F-PKB tersebut.

 

Selanjutnya, terkait pembahasan pembebasan lahan untuk RSUD di Kecamatan Brondong. Ghofur juga mengakui jika nantinya dianggarkan untuk pustu. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat bisa lebih merata dan cepat.

 

‘’Ketiga otomatis infrasturkur jalan kita fokuskan, sesuai visi misi bupati yang memiliki program Jamula. Dan insyallah tahun-tahun berikutnya akan difokuskan untuk jalan,’’ ujarnya.

 

Dia memastikan, DPRD akan turun memantau pekerjaan hasil lelang yang kini sudah dikerjakan. Terutama mengecek kualitasnya.‘’Kualitas itu harus. Karena kita ingin jalan Kabupaten Lamongan mutunya bagus, bisa dirasakan masyarakat luas. Dan yang melewati jalan itu senang, karena mutu yang bagus,’’ ujarnya. (sip/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/