alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Kepala Disdik Lamongan : Rehab Ruang 30 SMP

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan mendapatkan jatah renovasi dari dana alokasi khusus (DAK) 2022 sekitar Rp 22 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 20 SMP negeri dan 10 SMP swasta.

 

Kepala Disdik Lamongan, Munif Syarif, mengatakan, bantuan renovasi sekolah itu dananya dari pusat. Bantuan renovasi tersebut ditentukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai usulan dari lembaga.

 

Sebab, lembaga bisa langsung mengajukan usulannya melalui data pokok pendidikan (dapodik) secara online. Kementrian kemudian meninjau kelayakan bantuan itu untuk dicairkan.

 

Menurut Munif, pekerjaan rehab bisa dilakukan masing-masing lembaga karena nilainya tidak banyak. “Alokasi itu (sekitar Rp 22 miliar) dibagi untuk semua kegiatan yang sudah diplot dari pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  KPUK Lamongan, Munculkan Wacana Sharing Anggaran Pilkada 2024

 

Munif menuturkan, perbaikan di jenjang SMP hanya rehab ringan seperti ruang kelas, ruang lab IPA, perpustakaan, laboratorium computer, dan pembangunan jamban siswa.

 

Jika tidak berubah, lanjut dia, maka bulan depan mulai dikerjakan. Pembangunannya menunggu rencana anggaran biaya (RAB).

 

Munif memastikan sebagian besar rehab itu lembaga di kecamatan pinggir. Sebab, SMP negeri di Kecamatan Lamongan sudah terkover. “Sisa SMPN 3 Lamongan yang perpustakaannya butuh perbaikan,” terangnya.

 

Terkait bantuan dari daerah, menurut Munif, difokuskan pada penambahan sarana prasarana seperti perangkat komputer dan jaringannya. Sebab, selama dua tahun terakhir sistem pendidikan di Lamongan menerapkan tiga metode pembelajaran. Yakni, daring, tatap muka, dan guru kunjung. (rka/yan)

Baca Juga :  Jalan Perkotaan Masih Gampang Tergenang

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan mendapatkan jatah renovasi dari dana alokasi khusus (DAK) 2022 sekitar Rp 22 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi 20 SMP negeri dan 10 SMP swasta.

 

Kepala Disdik Lamongan, Munif Syarif, mengatakan, bantuan renovasi sekolah itu dananya dari pusat. Bantuan renovasi tersebut ditentukan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan sesuai usulan dari lembaga.

 

Sebab, lembaga bisa langsung mengajukan usulannya melalui data pokok pendidikan (dapodik) secara online. Kementrian kemudian meninjau kelayakan bantuan itu untuk dicairkan.

 

Menurut Munif, pekerjaan rehab bisa dilakukan masing-masing lembaga karena nilainya tidak banyak. “Alokasi itu (sekitar Rp 22 miliar) dibagi untuk semua kegiatan yang sudah diplot dari pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  PKB Curiga Ada Suara Bayangan

 

Munif menuturkan, perbaikan di jenjang SMP hanya rehab ringan seperti ruang kelas, ruang lab IPA, perpustakaan, laboratorium computer, dan pembangunan jamban siswa.

 

Jika tidak berubah, lanjut dia, maka bulan depan mulai dikerjakan. Pembangunannya menunggu rencana anggaran biaya (RAB).

 

Munif memastikan sebagian besar rehab itu lembaga di kecamatan pinggir. Sebab, SMP negeri di Kecamatan Lamongan sudah terkover. “Sisa SMPN 3 Lamongan yang perpustakaannya butuh perbaikan,” terangnya.

 

Terkait bantuan dari daerah, menurut Munif, difokuskan pada penambahan sarana prasarana seperti perangkat komputer dan jaringannya. Sebab, selama dua tahun terakhir sistem pendidikan di Lamongan menerapkan tiga metode pembelajaran. Yakni, daring, tatap muka, dan guru kunjung. (rka/yan)

Baca Juga :  Sarankan Tidak Lewat Jalan Kabupaten Lamongan

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/