alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Tiket Bianglala di Alun-Alun Lamongan Belum Ditentukan

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tarif tiket bianglala di Alun-Alun Lamongan sudah tertuang dalam perda. Namun, hingga kini pihak pengelola masih menerapkan gratis bagi masyarakat. Rencana ticketing untuk wahana di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan tersebut kembali dibahas.

 

Koordinator Alun-Alun Lamongan Setyo Widodo menjelaskan, bianglala kembali dibuka selama Ramadan. Jam operasional pukul 16.00 WIB hingga 17.30 WIB, kemudian setelah tarawih dibuka kembali pukul 19.30 – 21.30 WIB.

 

Menurut dia, jam operasional juga menyesuaikan dengan kegiatan keagamaan di masjid agung dan cuaca. Jika cuaca mendung maka bianglala tidak dioperasikan karena cukup berisiko. Sehingga wahana hanya beroperasi ketika cuaca terang.

Baca Juga :  Start di Putaran Kedua

 

Disinggung terkait tiket. Setyo belum bisa berbicara banyak. Dia mengaku mengenai tarif masih dalam pembahasan. Tapi untuk pelaksanaan masih belum karena ada banyak pertimbangan.

 

Pemberlakuan tarif juga bukan untuk mendapatkan keuntungan, melainkan untuk membantu dalam hal pemeliharaan. Karena pemeliharaan harus disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh pabrik untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dari pengguna. Tapi rencana tersebut akan melalui uji publik dulu. Bianglala dibuka untuk umum dan gratis. ‘’Masyarakat bisa datang ke alun-alun, naik bianglala gratis,” terang Setyo.

 

Salah satu pengunjung Alun-Alun Lamongan Rizka Ayu menuturkan, belum mengetahui mengenai rencana pemberlakuan tiket. Jika memang diberlakukan harapannya tidak memberatkan masyarakat (pengunjung). Karena bianglala ini menjadi alternatif liburan paling dekat sehingga anak-anak bisa naik wahana tersebut dan belajar mengenali benda-benda disekelilingnya.

Baca Juga :  Diduga Sopir Ngantuk, Truk Tabrak Truk

 

Menurut dia, pemberlakuan tiket tidak masalah selama nilainya tidak memberatkan. Karena untuk pemeliharaan wahana yang cukup besar ini juga membutuhkan anggaran besar.

 

‘’Tidak masalah kalau memang ada tiket harapannya dengan harga terjangkau,” katanya.

 

Rizka mengatakan kemarin mendatangi Alun-Alun untuk naik bianglala. Tapi karena cuacanya mendung mungkin tidak beroperasi karena di pengumumannya demikian.

 

‘’Bersama anak dan keponakan hanya jalan-jalan dan berswafoto,’’ imbuhnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Tarif tiket bianglala di Alun-Alun Lamongan sudah tertuang dalam perda. Namun, hingga kini pihak pengelola masih menerapkan gratis bagi masyarakat. Rencana ticketing untuk wahana di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan tersebut kembali dibahas.

 

Koordinator Alun-Alun Lamongan Setyo Widodo menjelaskan, bianglala kembali dibuka selama Ramadan. Jam operasional pukul 16.00 WIB hingga 17.30 WIB, kemudian setelah tarawih dibuka kembali pukul 19.30 – 21.30 WIB.

 

Menurut dia, jam operasional juga menyesuaikan dengan kegiatan keagamaan di masjid agung dan cuaca. Jika cuaca mendung maka bianglala tidak dioperasikan karena cukup berisiko. Sehingga wahana hanya beroperasi ketika cuaca terang.

Baca Juga :  Dua Pemain Papua Merapat

 

Disinggung terkait tiket. Setyo belum bisa berbicara banyak. Dia mengaku mengenai tarif masih dalam pembahasan. Tapi untuk pelaksanaan masih belum karena ada banyak pertimbangan.

 

Pemberlakuan tarif juga bukan untuk mendapatkan keuntungan, melainkan untuk membantu dalam hal pemeliharaan. Karena pemeliharaan harus disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh pabrik untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dari pengguna. Tapi rencana tersebut akan melalui uji publik dulu. Bianglala dibuka untuk umum dan gratis. ‘’Masyarakat bisa datang ke alun-alun, naik bianglala gratis,” terang Setyo.

 

Salah satu pengunjung Alun-Alun Lamongan Rizka Ayu menuturkan, belum mengetahui mengenai rencana pemberlakuan tiket. Jika memang diberlakukan harapannya tidak memberatkan masyarakat (pengunjung). Karena bianglala ini menjadi alternatif liburan paling dekat sehingga anak-anak bisa naik wahana tersebut dan belajar mengenali benda-benda disekelilingnya.

Baca Juga :  Diduga Sopir Ngantuk, Truk Tabrak Truk

 

Menurut dia, pemberlakuan tiket tidak masalah selama nilainya tidak memberatkan. Karena untuk pemeliharaan wahana yang cukup besar ini juga membutuhkan anggaran besar.

 

‘’Tidak masalah kalau memang ada tiket harapannya dengan harga terjangkau,” katanya.

 

Rizka mengatakan kemarin mendatangi Alun-Alun untuk naik bianglala. Tapi karena cuacanya mendung mungkin tidak beroperasi karena di pengumumannya demikian.

 

‘’Bersama anak dan keponakan hanya jalan-jalan dan berswafoto,’’ imbuhnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Jelang Mudik, Mulai Berburu Mobil

Usai UNBK, Sambut Tengah Tahun

Siapkan Branding dan Surveri 

Artikel Terbaru


/