25 C
Bojonegoro
Thursday, March 23, 2023

E-Book masih Terpusat di Perpusda

- Advertisement -

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Lamongan mulai melakukan pengadaan untuk buku online. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Farah Damayanti mengakui jika pengunjung offline masih tinggi. Meski begitu, diakuinya, hal ini untuk menyesuaikan perkembangan teknologi.

 

‘’Kita tetap melakukan pengadaan untuk menambah jumlah koleksi buku di perpusda baik secara online maupun offline, sebab perkembangan teknologi harus bisa diimbangi juga,” tutur Farah, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (2/1).

 

Pengadaan awal ini masih dipusatkan di perpusda. Namun, nantinya akan disebarluaskan aplikasi e-book (buku elektronik) secara bertahap, yakni ke perpus desa atau perpus sekolah. Dia mengaku, perpus desa terus dimaksimalkan untuk meningkatkan minat baca di desa.

- Advertisement -

 

‘’Kita sampaikan ke desa untuk mendukung peningkatan minat baca di lingkungannya,” ujarnya.

 

Farah mengatakan, ketersediaan buku online dalam mendukung perpustakaan digital akan terus dilengkapi. Selain bisa diakses di perpusda, pojok alun-alun juga disiapkan ruang baca digital. Pojok baca digital ini dilengkapi dengan layar TV khusus untuk membantu masyarakat dalam mengakses buku secara online.

 

Dengan kemudahan teknologi, masyakat tidak perlu membawa buku kemana-kemana. Namun, masih tetap bisa membaca. Karena itu, kebiasaan ini harus didukung, salah satunya dengan menyediakan bacaan yang bisa menambah wawasan.

 

‘’Kita terus berusaha menyediakan bacaan yang baik dan berkualitas untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” imbuhnya. (rka/ind)

LAMONGAN, Radar Lamongan – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Lamongan mulai melakukan pengadaan untuk buku online. Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Farah Damayanti mengakui jika pengunjung offline masih tinggi. Meski begitu, diakuinya, hal ini untuk menyesuaikan perkembangan teknologi.

 

‘’Kita tetap melakukan pengadaan untuk menambah jumlah koleksi buku di perpusda baik secara online maupun offline, sebab perkembangan teknologi harus bisa diimbangi juga,” tutur Farah, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (2/1).

 

Pengadaan awal ini masih dipusatkan di perpusda. Namun, nantinya akan disebarluaskan aplikasi e-book (buku elektronik) secara bertahap, yakni ke perpus desa atau perpus sekolah. Dia mengaku, perpus desa terus dimaksimalkan untuk meningkatkan minat baca di desa.

- Advertisement -

 

‘’Kita sampaikan ke desa untuk mendukung peningkatan minat baca di lingkungannya,” ujarnya.

 

Farah mengatakan, ketersediaan buku online dalam mendukung perpustakaan digital akan terus dilengkapi. Selain bisa diakses di perpusda, pojok alun-alun juga disiapkan ruang baca digital. Pojok baca digital ini dilengkapi dengan layar TV khusus untuk membantu masyarakat dalam mengakses buku secara online.

 

Dengan kemudahan teknologi, masyakat tidak perlu membawa buku kemana-kemana. Namun, masih tetap bisa membaca. Karena itu, kebiasaan ini harus didukung, salah satunya dengan menyediakan bacaan yang bisa menambah wawasan.

 

‘’Kita terus berusaha menyediakan bacaan yang baik dan berkualitas untuk meningkatkan minat baca masyarakat,” imbuhnya. (rka/ind)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Beasiswa RPL Dibatasi 300 Kuota

22 Guru PPPK Salah Kamar

Lahan Kritis Ditanami Pohon Buah


/