alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Beberapa Titik Setinggi 1,5 Meter

Banjir Rendam 582 Rumah di Lamongan

BRONDONG, Radar Lamongan – Hujan deras menyelimuti Kota Soto malam hingga pagi hari, merendam 3 lingkungan di dua kelurahan di wilayah Pantura Lamongan. Total terdata sebanyak 585 rumah terendam. Pantauan wartawan koran ini, ketinggian air hingga se-dada orang dewasa atau sekitar 1,5 meter (m).

 

Rinciannya sebanyak 9 RT/ RW di Lingkungan Padek, yang secara geografis sebagian wilayah ikut Kelurahan/ Kecamatan Brondong dan sebagian ikut Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran. Serta 6 RT/ RW di Lingkungan Sidokumpul, Blimbing. Sedangkan di lingkungan Semangu, Blimbing terdapat dua titik. Dari dua kelurahan tersebut, terpantau luapan air paling tinggi berada di Lingkungan Kelurahan Brondong.

 

Camat Brondong Na’im mengatakan, hujan deras mengguyur sejak malam hari selama beberapa jam. Selanjutnya, terang dia, terdapat kiriman air dari hulu wilayah hutan Laren. Menuju ke hilir melalui Sungai Asinan yang tak bisa menampung air. Kiriman air tersebut membuat kondisi air laut mengalami pasang, sehingga tak bisa langsung masuk ke laut.

 

‘’Akhinya air meluber hingga masuk ke beberapa rumah yang ada di sekitar,’’ tutur Na’im kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (1/3).

 

Berdasarkan pantuannya, air mulai masuk ke lingkungan warga mulai dini hari hingga pagi hari kemarin. Puncaknya, lanjut dia, kiriman air cukup besar pada pukul 03.00 WIB.

 

Kiriman air yang terjadi saat warga sedang terlelap, membuat sejumlah barang berharga tak bisa diselematkan. Yakni barang elektronik dan kendaraan banyak yang terendam.  Menurut Na’im, ketinggian air yang masuk ke dalam rumah warga sekitar 1,5 m.

Baca Juga :  Mayoritas SMPN di Lamongan Sulit Penuhi Pagu

 

‘’Pagi hari (kemarin, Red), air langsung surut. Karena air laut sudah tidak pasang,’’ katanya.

 

Dia memperkirakan, sebagian Hutan Laren terdapat yang gundul. Sehingga, diakuinya, cukup minim resapan air pada saat hujan turun. Indikasinya, terang dia, air yang menggenangi rumah warga membawa banyak lumpu dan sampah. Berdasarkan keterangan warga, terang Na’im, banjir ini terbesar dibandingkan sebelumnya. Membutuhkan waktu hingga 4 jam, air di permukiman warga surut.

 

‘’Atas kejadian tersebut, sebanyak 180 rumah warga, dua sekolahan dan 3 masjid (di Kelurahan Brondong, Red) terendam,’’ bebernya.

 

Na’im mengatakan, warga dan pemerintah setempat bersama-sama melakukan pembersihan rumah, sekolah, dan masjid.  Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air (PUSDA) Lamongan, serta Kepala Pelabuhan  setempat untuk melakukan normalisasi Sungai Asinan. Menurut dia, pernah dilakukan upaya normalisasi di sana.

 

‘’Memang dulu sudah dilakukan normaliasai. Akan tetapi alat tidak bisa masuk  karena terkendala lingkungan,’’ imbuh Na’im.

 

Sementara itu, Camat Paciran Agus Hendrawan membenarkan insiden luapan air di Kelurahan Blimbing. Dia mengatakan, ketinggian air rerata sekitar 20 centimeter (cm).

 

‘’Pagi hari tadi (kemarin, Red), tentunya air sudah surut. Kini tinggal pembersihan,’’ terang mantan Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Lamongan tersebut.

 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Mohamad Muslimin mengatakan, banjir tidak hanya terjadi di Kelurahan Brondong dan Blimbing. Namun, diakuinya, banjir juga merendam 60 rumah di Desa Bulubrangsi dan Desa Godog, Kecamatan Laren.

Baca Juga :  Gara-Gara Tetangga Baru

 

‘’Akibat luapan Sungai Jajong. Akses jalan yang terendam setinggi 60 cm. Dedangkan rumah terendam setinggi 15 cm,’’ imbuh Muslimin.

 

Selain itu, banjir juga merendam lahan pertanian berusia sekitar 3 bulan dengan luasan 25 hektare (ha). Serta areal tambak yang terendam sektiar 450 m persegi. Muslimin mengatakan, pihaknya sudah melakukan assesment dan pendataan di lokasi kejadian.

 

‘’Kami mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Mengingat ancaman kejadian bencana, khususnya curah hujan tinggi, masih berpotensi terjadi,’’ terang Muslimin. (mal/ind)

 

BANJIR MERENDAM 3 LINGKUNGAN DI KELURAHAN BLIMBING, PACIRAN DAN KELURAHAN/ KECAMATAN BRONDONG:

Nomor        RT/ RW     Lingkungan                           Jumlah Rumah

  1. 1/ 7 Padek                             33 rumah
  2. 2/ 7 Padek                             85 rumah
  3. 3/ 7 Padek                             30 rumah
  4. 4/ 7 Padek                             30 rumah
  5. 3/ 8 Padek                             38 rumah
  6. 2/ 8 Padek                             18 rumah
  7. 4/ 8 Padek                             32 rumah
  8. 5/ 8 Padek                             67 rumah
  9. 2/ 9 Padek                             36 rumah
  10. 1/ 11 Sidokumpul                             8 rumah
  11. 3/ 11 Sidokumpul                             30 rumah
  12. 4/ 11 Sidokumpul                             50 rumah
  13. 2/ 12 Sidokumpul                             25 eumah
  14. 4/ 12 Sidokumpul                             36 rumah
  15. 3/ 12 Sidokumpul                             25 rumah
  16. 6/ 6 Semangu                        37 rumah
  17. 4/ 5 Semangu                        2 rumah

Total                                                                    582 rumah

 

 

 

 

 

 

BRONDONG, Radar Lamongan – Hujan deras menyelimuti Kota Soto malam hingga pagi hari, merendam 3 lingkungan di dua kelurahan di wilayah Pantura Lamongan. Total terdata sebanyak 585 rumah terendam. Pantauan wartawan koran ini, ketinggian air hingga se-dada orang dewasa atau sekitar 1,5 meter (m).

 

Rinciannya sebanyak 9 RT/ RW di Lingkungan Padek, yang secara geografis sebagian wilayah ikut Kelurahan/ Kecamatan Brondong dan sebagian ikut Kelurahan Blimbing, Kecamatan Paciran. Serta 6 RT/ RW di Lingkungan Sidokumpul, Blimbing. Sedangkan di lingkungan Semangu, Blimbing terdapat dua titik. Dari dua kelurahan tersebut, terpantau luapan air paling tinggi berada di Lingkungan Kelurahan Brondong.

 

Camat Brondong Na’im mengatakan, hujan deras mengguyur sejak malam hari selama beberapa jam. Selanjutnya, terang dia, terdapat kiriman air dari hulu wilayah hutan Laren. Menuju ke hilir melalui Sungai Asinan yang tak bisa menampung air. Kiriman air tersebut membuat kondisi air laut mengalami pasang, sehingga tak bisa langsung masuk ke laut.

 

‘’Akhinya air meluber hingga masuk ke beberapa rumah yang ada di sekitar,’’ tutur Na’im kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (1/3).

 

Berdasarkan pantuannya, air mulai masuk ke lingkungan warga mulai dini hari hingga pagi hari kemarin. Puncaknya, lanjut dia, kiriman air cukup besar pada pukul 03.00 WIB.

 

Kiriman air yang terjadi saat warga sedang terlelap, membuat sejumlah barang berharga tak bisa diselematkan. Yakni barang elektronik dan kendaraan banyak yang terendam.  Menurut Na’im, ketinggian air yang masuk ke dalam rumah warga sekitar 1,5 m.

Baca Juga :  Ramadan Penjualan Naik 35 Persen

 

‘’Pagi hari (kemarin, Red), air langsung surut. Karena air laut sudah tidak pasang,’’ katanya.

 

Dia memperkirakan, sebagian Hutan Laren terdapat yang gundul. Sehingga, diakuinya, cukup minim resapan air pada saat hujan turun. Indikasinya, terang dia, air yang menggenangi rumah warga membawa banyak lumpu dan sampah. Berdasarkan keterangan warga, terang Na’im, banjir ini terbesar dibandingkan sebelumnya. Membutuhkan waktu hingga 4 jam, air di permukiman warga surut.

 

‘’Atas kejadian tersebut, sebanyak 180 rumah warga, dua sekolahan dan 3 masjid (di Kelurahan Brondong, Red) terendam,’’ bebernya.

 

Na’im mengatakan, warga dan pemerintah setempat bersama-sama melakukan pembersihan rumah, sekolah, dan masjid.  Pihaknya juga sudah berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Sumberdaya Air (PUSDA) Lamongan, serta Kepala Pelabuhan  setempat untuk melakukan normalisasi Sungai Asinan. Menurut dia, pernah dilakukan upaya normalisasi di sana.

 

‘’Memang dulu sudah dilakukan normaliasai. Akan tetapi alat tidak bisa masuk  karena terkendala lingkungan,’’ imbuh Na’im.

 

Sementara itu, Camat Paciran Agus Hendrawan membenarkan insiden luapan air di Kelurahan Blimbing. Dia mengatakan, ketinggian air rerata sekitar 20 centimeter (cm).

 

‘’Pagi hari tadi (kemarin, Red), tentunya air sudah surut. Kini tinggal pembersihan,’’ terang mantan Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Lamongan tersebut.

 

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Lamongan, Mohamad Muslimin mengatakan, banjir tidak hanya terjadi di Kelurahan Brondong dan Blimbing. Namun, diakuinya, banjir juga merendam 60 rumah di Desa Bulubrangsi dan Desa Godog, Kecamatan Laren.

Baca Juga :  Berat Badan Selvia Terus Turun 

 

‘’Akibat luapan Sungai Jajong. Akses jalan yang terendam setinggi 60 cm. Dedangkan rumah terendam setinggi 15 cm,’’ imbuh Muslimin.

 

Selain itu, banjir juga merendam lahan pertanian berusia sekitar 3 bulan dengan luasan 25 hektare (ha). Serta areal tambak yang terendam sektiar 450 m persegi. Muslimin mengatakan, pihaknya sudah melakukan assesment dan pendataan di lokasi kejadian.

 

‘’Kami mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Mengingat ancaman kejadian bencana, khususnya curah hujan tinggi, masih berpotensi terjadi,’’ terang Muslimin. (mal/ind)

 

BANJIR MERENDAM 3 LINGKUNGAN DI KELURAHAN BLIMBING, PACIRAN DAN KELURAHAN/ KECAMATAN BRONDONG:

Nomor        RT/ RW     Lingkungan                           Jumlah Rumah

  1. 1/ 7 Padek                             33 rumah
  2. 2/ 7 Padek                             85 rumah
  3. 3/ 7 Padek                             30 rumah
  4. 4/ 7 Padek                             30 rumah
  5. 3/ 8 Padek                             38 rumah
  6. 2/ 8 Padek                             18 rumah
  7. 4/ 8 Padek                             32 rumah
  8. 5/ 8 Padek                             67 rumah
  9. 2/ 9 Padek                             36 rumah
  10. 1/ 11 Sidokumpul                             8 rumah
  11. 3/ 11 Sidokumpul                             30 rumah
  12. 4/ 11 Sidokumpul                             50 rumah
  13. 2/ 12 Sidokumpul                             25 eumah
  14. 4/ 12 Sidokumpul                             36 rumah
  15. 3/ 12 Sidokumpul                             25 rumah
  16. 6/ 6 Semangu                        37 rumah
  17. 4/ 5 Semangu                        2 rumah

Total                                                                    582 rumah

 

 

 

 

 

 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/